Bersih-bersih sarang laba-laba


.



Assalamu'alaikum, Hampir 9 tahun blog ini nganggur. Tanpa tulisan dan update sama sekali. Haha. 

 Teringat punya blog juga gara-gara alamatnya nampak di bio X. (eh, twitter sudah ganti menjadi X setelah di beli Elon Musk) Sebuah update yak. 

9 tahun. Haha. 

Saya sudah menikah yak kawan. Dengan lumut. Sudah hampir 9 tahun juga usia pernikahan kami (sepertinya saya pernah menulis banyak hal di akun lain atau di alamat lain deh, tapi lupa juga, dan gak tau cara recoverynya bagaimana) 


 Saya sudah beranak juga. Satu anak laki laki yang MasyaAllah pintar dan soleh nya, berumur hampir 6 tahun. Dah itu saja dulu updatenya. 


Insyaallah akan rajin menulis, itung-itung semacam membuat jurnal.

Empat Bulan Lagi..


.

Mari menulis tentang persiapan pernikahan.

Berasa masih lama saja hari H-nya. Padahal sekarang tinggal 4 bulan lagi. Deg deg an.

Well, baiklah, pertama-tama saya mulai dulu cerita ini dengan review cepat kejadian setelah postingan terakhir. Di postingan terakhir tanggal 24 November 2014 kemaren ada buanyak kejadian (Oh my God, ternyata udah beda tahun). Salah satunya yang paling penting adalah kejadian dibulan Januari. Tepatnya 9 Januari 2015.

Keluarga abang datang ke Solo.

Bunda, Papa, Adeknya, Ete las, dan suami, serta abang.

Kedatangan mereka adalah untuk meresmikan lamaran pribadi abang di bulan November. Sowan, ngobrolin hubungan kami, dan langsung tukar cincin. Alasan langsung tukar cincin adalah karena jarak Jakarta – Solo itu jauh. Jadi daripada bolak balik dengan niatan yang sudah jelas, maka sekalian saja. Penentuan tanggal pernikahan juga dilakukan di kunjungan ini. Dengan mempertimbangkan tabunagn kami, kepulangan saudara abang, hitungan Jawa dari nama dan tanggal lahir kami berdua, dan kepentingan kepentingan lain, maka dipilihlah bulan Desember sebagai bulan pernikahan kami.

Bismillah..
28 Desember 2015. Insyaallah. Semoga lancar sampai hari H. Amin. Bismillah.

Bulan Januari ke Desember itu masih lama. Jadinya santai. Beli seragam, beli seserahan, dan beli-beli hal besar sudah done di sebelum lebaran.
Beli Seragam..

Konsep undangan, pemilihan warna, sudah diserahkan ke mbak Ana – mbak dari budhe yang notabene anak design. Jadi aman.

Konsep sovenir pun sudah jelas. Tinggal beli dan dihias.

Gedung, catering dan dekorasi juga sudah dipesan. Tinggal icip makanan.

Make up udah jelas mau pakai siapa.

Yang belom adalah :

1.       Dokumentasi.
Yak. Akad kami rencananya akan diselenggarakan di gedung, satu gedung dengan resepsi. Akad pagi, resepsi malam. Nah, kalau untuk resepsi, dokumentasi sudah include di paket pernikahan yang disediakan, sedangkan untuk akad exclude. (Iyak, kami memutuskan memakai paket pernikahan. Memutuskan untuk percaya ke paket pernikahan, semoga sesuai bayangan. Amin). Jadinya dokumentasi untuk akad harus kami sediakan sendiri.
Sudah ada tukang foto kenalan sih, tapi belum fix.

2.       Baju akad
Ini nih. Sampai sekarang masih belum ngejahiti. Kain sih udah ada lama. Tapi belum juga sempet ngukur badan. Mana badan makin melar. Haha. Eniwei, baju buat yang laki juga belum kepikiran. Aduh.

3.       Surat2 untuk daftar KUA
Karena masih 4 bulan lagi, jadi masih bisa sedikit santaaaai (tapi kepikiran). Iyak, untuk daftar nikah itu waktunya 3 bulan sebelum. Jadi masih ada sebualn lagi sebelum semuanya terdaftar. Auauau..

4.       List acara dan daftar among tamu
Ini belum dibuat juga. Bakal dibuatin tetua kampung yang ngerti acara adat sih. Jadi ya sudahlah, serahkan semuanya ke ibu dan bapak. Saya mah iya iya aja.

Ah, ternyata cuman tinggal 4 item yang belum fix. Kok rasanya buanyak ya. Haha.

Well, setahun persiapan aja ribet, apalagi yang cuman persiapan 2-3 bulan. Nggak kebayang. Hebat mereka.
Bapak maen ke Jakarta.

 Eniweiiii..kemaren tanggal 15 Agustus 2015 Bunda dan adeknya abang ke rumah lagi. Nganterin seserahan. Niatnya sih minta tolong dihias di Solo, karena repot kalau harus bawa-bawa seserahan yang sudah dihias dari Jakarta ke Solo. PR banget buat tempatnya. Maka demi menghemat tempat biar bisa disumpelin saudara yang hendak ke Solo, seserahan diserahkan ke Ibu buat dihias di Solo. Selain nganter seserahan, Bunda juga cari penginapan buat seluruh keluarga besar nantinya menginap. Dan fix dipakailah guest house yang sama kayak pas kemaren lamaran.
Bulik, Bunda, Saya, Ibu. Bahagia di sekeliling beliau2 yang dapat akrab..^^

Insyaallah setelah postingan ini, saya akan rajin menulis perkembangan. 

Next nulis tentang konsep souvenir ya..

c y
    

Puncak Pangrango


.

Dulu saat jaman kuliah, ngumpul bareng sama anak2 kosan penuh rumpi, sempet ada acara tivi yang reality show tentang lamar-melamar. Lupa judul tepatnya sih, Tapi kayaknya ada kok. Nah karena kami mahasiswa tak ada kerjaan dan pengangguran, gemarlah kami nonton acara itu.
Berteriak geli kalau cara melamarnya norak. Ikutan terharu kalau dilamar dengan manis. Dan di dalam hati berharap someday, someone will do the same.

Someday, yah, 4 atau 5 tahun lagi lah ya dari tahun-tahun mahasiswa. Umur-umur 25 tahun atau 26, atau 27 juga boleh.

And you do.

Did something sweet to propose me.

Haghaghaghag. Dan rasanya maluuuuu.

Malu dan bahagia pastinya. Karena tak ada tanda atau indikasi yang mengarah kesana. Walaupun kita sering membicarakan masalah menikah dan sebagainya, tapi dilamar secara pribadi menjadi syarat mutlak bagi dia untuk kami menikah. Saya mengajukan persyaratan, ingin dilamar dengan hal yang memalukan. Sejauh apa dia berniat, sejauh apa rasa malunya, dan sejauh apa keinginannya menikahi saya.
Sebelum datang ke orang tua saya dia harus sudah melamar secara pribadi.
And he did it on the Pangrango Mountain. Yeyyy!!
Bukan tepat di puncaknya sih, tapi setelah puncak ada padang edelweis. disana..disana..DISANA.. he down his knees, said something ordinary ' Will you marry me?' with his smirk smile.

Of course i said, Yes, i will.

Menyadari rasa canggungnya. Dan kesediaannya memenuhi persyaratan bodoh, yang sebenarnya tidak perlu. Yang sebenarnya tanpa dilamar pribadi pun, kami akan tetap menikah. Kesediaan waktunya. Rasa malunya. Kesabarannya memenuhi semua tuntutan. Membuat tiap sel tubuh bernyanyi 'I will'.

Lamar melamar, pernikahan, hanyalah moment waktu singkat yang harus dilalui untuk merubah dunia single. Dunia tak kan lagi sama. Yang terpusat ke diri sendiri, orang tua dan saudara. Akan ada suami. Akan ada pelayanan seumur hidup yang dipersembahkan untuknya. Alamiah-nya seorang wanita.
Terkadang secara tidak sadar, saat memandangnya, sifat ingin melayani saya muncul. Sepertinya menyenangkan bila dia bahagia. Bahagia bersama saya. Bismillah, semoga kita saling bahagia bersama.
Tak ada yang bisa menduga masa depan berkata apa.
Tapi sepertinya bersamanya, bisa.
Empat huruf sederhana. B.I.S.A

“Mandalawangi-Pangrango” puisi oleh Soe Hok Gie
Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966
Soe Hok Gie

Terimakasih untuk kamu. Untuk semuamu.
Penciptamu. Orangtua, lingkungan pembentukmu, dan semesta yang telah mempertemukan kita.


Saya. Hanya. Harus. Pindah


.

6 Januari 2013.

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki di ibukota tepatnya di stasiun Jatinegara untuk menyerahkan hidup saya ke dunia orang dewasa. Dunia Kerja.
Yak. Tanggal 7 Januari tahun lalu itu hari Senin, hari pertama kerja. Di perusahaan kontraktor sipil yang berkantor di Bintaro Sektor 1.

Di depan calon mantan tempat kerja.
Berbekal semangat dan tekad untuk berdikari - Berdiri Di atas Kaki Sendiri - Saya jauh jauh datang ke ibu kota. Demi pengalaman.
Teman, sahabat, ibu, saudara terkeren sepanjang hayat kehidupan
  
Sebulan, dua bulan,, hingga akhirnya hampir 21 bulan saya di perusahaan ini. Teman, sahabat, geng jalan-jalan hura-hura, saudara per-satu kosan, orang tua angkat-pemilik kosan, pacar, semuanya saya dapatkan. Allah begitu baiknya pada saya, mempertemukan dan mengakrabkan. Saya sayang mereka semua. Tanpa mereka saya bukan apa-apa di kota besar asing yang tidak saya kenal ini.
Namun yang namanya pertemuaan pasti suatu saat ada perpisahan.
Akhir Agustus saya memutuskan untuk berhenti dari perusahaan ini. Banyak hal yang membuat saya memutuskan menyerah, memutuskan meninggalkan kenyamanan saya. Saya harus pindah. Saya. Hanya. Harus. Pindah.
Geng hura-hura
Demi menambah pengalaman? Demi menambah pendapatan? Demi kenyamanan yang baru?
Well, demi apapun itu. Saya hanya harus pindah.

Proyek penuh perjuangan
Rizki, Bu peggy, Novi, Yanuar, Pram
Masih tersisa sebulan lagi sebelum saya benar-benar hengkang. Ingin rasanya meng-freeze semua kenangan, semua rasa nyaman, semua kasih sayang dari sini untuk dibawa ke tempat yang baru. Iya iya, saya tahu itu mustahil. Biarkan saya berimajinasi.

Iringi dengan doa yak kawan, semoga kita semua berkembang dan bertumbuh ke arah yang lebih baik. Menjadi pribadi yang makin matang, menjadi sosok yang makin sukses.

Note :

Saya menyadari suatu analogi saat saya ijin untuk resign. Dengan alasan "hanya ingin pindah"
Resign itu seperti memutuskan pacar. Memutuskan dengan alasan "Hanya ingin pindah". Ketidaknyamanan yang tidak disadari tapi itu merusak pikiran. Jadi harus putus. Harus cari jodoh lain yang lebih sesuai.

Hahaha. Saya jadi sadar kenapa dulu saya putus atau diputus. Alasannya bisa saja sesimple itu.

Bijak bisa didapat tanpa kesengajaan. 8)



Kisah Lumut. Kamu.


.

Selamat datang 2014!!


Sudah dari lama saya ingin menulis tentang kamu. Lumut. Tapi saya sengaja menundanya, saya menunggu, melihat bagaimana kamu selama sekitar 6 bulan bersama saya. Saya review dulu. Pantaskah cerita kita saya share. Tentang bagaimana kita saling dipertemukan.

Kisah Tembok Beton dan Lumut
Tembok beton menemukannya.
Tumbuh tersembunyi di sudut dingin luasan.
Tumbuh dengan sendirinya.
Tanpa peringatan, kurang ajar.
Disaat angin berhembus kencang dan memporakporandakan keadaan, dengan cuek sporanya muncul. Menempel di sudut. TUmbuh perlahan, pelan-pelan mengekspansi tiap m2.
….
Tembok beton jatuh cinta.
Entah siapa yang girang, si tembok beton yang menemukan teman atau lumut yang menemukan tempat nyaman.

Februari 2013
Bertemu karena ketidaksengajaan. Yak, sebagai warga baru ibukota saya mulai mencari komunitas pertemanan, saya butuh sekelompok orang yang bisa menjadi tempat pelarian saya kala bosan dan penat dengan kerjaan. Untunglah kawan SMA saya mengajak naik gunung bersama teman2 kampusnya. Tanpa ajakan dua kali, saya setuju ikut. Sebodo amat kalaupun saya hanya kenal satu orang. Kan bisa kenalan, pikir saya waktu itu.
And you were there. One of his friend.
Nope, saya tidak berpikir apapun. Saya hanya tertarik berteman. Saya bahagia punya mereka. Saya bahagia menjadi bagian dari mereka.
Kamu..
Kata yang lain si tertarik dengan saya. Haha. *narsis*
Tapi semua tau, saya ada dikisah lain, saya masih setia berada dikisah yang lain. Penuh penghormatan, sama sekali tidak ada upaya menikung. Bahkan saat kamu mengungkapkan pun, kami saling berjanji menjadi kawan. Tidak lebih. *tos*

Mei 2013
Kisah yang saya upayakan untuk berhasil nyatanya harus gagal. Saya harus terima kenyataan. Dan entah kenapa beberapa hari setelah nangis darah saya menghubungi kamu. Apa yang menggerakkan saya? Saya juga heran. Pelarian? Sepertinya iya, saya butuh teman. Dan kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Saya butuh pendengar yang baik kala itu.
Mulailah semesta memainkan perannya.
Saling tukar kabar, tukar cerita, sampai akhirnya ada kebutuhan saling mendengarkan. Saya nyaman saat bersama kamu. Lingkungan main, pertemanan, kerjaan, bahkan keluarga kamu kenalkan semua ke saya. Saya bahagia. Berasa menjadi bagian berharga hidup kamu. Sedikit bangga.

Juni 2013
And then you want a commitment.
Yup, I do. Oke, mari kita coba.
Berbekal rasa nyaman dan aman, saya rasa dicintai itu lebih menyenangkan.

November 2013
I’m in love.
Absolutely.
You.
A whole package.
Di bulan inilah saya sadar, sepenuhnya, bahwa saya jatuh cinta padamu. Semuamu. Satu paket. Kepribadian, lingkungan pembentukmu, kenyamanan yang selalu saya rasakan, dan yang pasti rasa aman.
FYI. Saya benci perselingkuhan, sangat, bahkan setitik nila rusak susu sebelanga, saya gampang insecure, saya akui itu. Hal-hal yang sedikit mengarah kesana bisa menjadi bencana. Saya bukan tipe pencemburu, tapi sekalinya saya merasa ada yang tidak beres, saya berinsting. Dan pengalaman pahit membuatnya lebih parah.
Kamu? Insyaallah bukan pribadi seperti itu. Saya menguji cobamu dulu selama hampir 5 bulan sebelum saya benar2 jatuh cinta padamu kan? Haha.

Bismillah.
Semoga kamu yang terbaik yang dipersiapkan Allah untuk saya. Semoga semesta yang berkonspirasi menemukan kita tidak kecewa dengan cerita yang kita tulis. Amin.

Lucu saat sadar bagaimana semesta bekerja sama membuat kita bahagia. Angin memang berhembus meninggalkannya, namun karena angin pula spora lumut datang turut menempel di tembok beton.

Yak. Lunas sudah janji saya untuk bercerita tentang kamu.
Jangan besar kepala ya..^^

cy
Taman Safari ^^

Bahagia itu sederhana, right?


.

Selamat soreee kawan..

Yuk mari share kabar bahagia.

Per-desember saya resmi jadi pegawai tetap. Alhamdulillah. Bakal ada kenaikan gaji..*dikit*. XD
Dengan diangkatnya saya maka ada beberapa keuntungan yang bakal diperoleh. Tunjangan-tunjangan yang dulunya cuman bisa ngiler saat jadi karyawan kontrak sekarang bakal dapet. Bonus akhir tahun pun didepan mata. Ahh..maksudnya akhir tahun 2014 si..kalau untuk tahun ini belum dapet dulu, karena hitungan masa kerja setelah diangkat ke akhir tahunnya kurang dari 3 bulan.
Cih.
Haha, bagaimanapun bersyukur kok..


Sudah hampir setahun saya bekerja. Rasanya kepindahan saya dulu ke ibukota baru kemaren, ehh,,sudah setahun aja.. Lingkungan yang bikin saya betah. Jadinya setahun saya berasa cepat. Teman-teman yang menyenangkan, temen kosan, temen kerja,dan temen maen.Semuanya ada. ^^/

Tiap penat sepulang kerja ada mereka :

Berpose di depan kosan sebelum jalan ke Kebun Raya Bogor..^^
Pasti ada acara ngumpul sebelum kita tidur, sepulang kerja. Entah di kamar siapa. Ketawa-tawa melepas lelah. Menertawakan joke mesum ala kami, menertawakan semua hal biasa yang buat kami luar biasa. Menertawakan ekspresi wajah. Menertawakan semua hal.
Tertawa dengan merekalah yang membuat hari kerja seimbang.
Sayaaaang sama kalian kawaaan!!

 Sekali sebulan kami anak muda sekantor punya ritual ngumpul :

Makan dulu sebelum karokeaaaan..yey
Kalau karokean kami bisa 3 jam..haha
Nampang dulu setelah makan..
Anywhere harus take a pic!!

Di Martabak 65 Pecenongan..
Bahagia kalau sudah ngumpul bareng mereka. Dan kami paling cuman cari tempat makan baru, karokean, atau sekedar ngumpul haha hihi depan kantor.

Itu para anak mudanya kantor, kalau temen sedivisi yang bikin nyaman ini penampakannya :

Pas bosnya rapat, malah poto poto di kebun belakang kantor. Haha

Makan soto dihari ulang tahun.
Kumpul dengan emak-emak dan bapak-bapak, ada yang seumuran satu tapi kelakuan kayak bapak-bapak umur 29 tahun. haha. Walaupun mereka bocor dan menganggap saya lugu dan polos, tapi kerasa kok kalau mereka sayang saya. (''3) muach muach buat mereka.

Yak itu tadi share kabar bahagia dan share poto bahagianya.
Bahagia itu gampang kok. Syukuri setiap moment yang kamu dapat!! *self note*
Terlepas dari seberapa sering kamu mengeluh. Imbangi dengan rasa syukurmu setiap waktu. Allah itu baik. Selalu memberi lingkungan yang baik dimanapun saya berapa. Alhamdulillah.

Selamat soreeee,,saya malam mingguan duluuu, g LDR lagi, xixi
cy





Kabar Terbaru. Apapun itu.


.

Tiba-tiba dihari sabtu yang kurang kerjaan ini saya menengok blog. Baca-baca hal remeh yg dulu pernah saya tulis. Astagah, ternyata posting terakhir blog ini di bulan Oktober 2012. Saya jadi merasa bersalah lama mendiamkannya. 

Alasan mendiamkan sebenarnya cuman satu si.. males nulis. 
Haduh.
Payah yak,, 
Entah kenapa kemampuan menulis saya menurun seiring berjalannya usia. *wakwak, berasa tua*.

Jaman saya SMP dan SMA dulu saya selalu punya kesempatan 'me time' untuk merenung disela sela waktu belajar yang selalu saya gunakan untuk menulis. Nulis tentang apa saja, jaman punya buku harian, saya nulis cinta-cinta monyet. Jaman suka denger radio, saya nulis nulis lirik lagu untuk dihapalkan. Jaman gemar baca cerpen, saya iseng nulis cerpen. Sempet berharap nulis sesuatu yang bagus terus dikirim ke penerbit untuk diterbitkan jadi buku gituuu. Tapi semakin kesini kalau ke toko buku makin banyak aja novel fiktif. Keinginan saya nulis buku jadi surut dengan sendirinya. Soalnya bisanya nulis cuman fiksi. Haha.

Jaman kuliah, haaaahhh,, udah ogah nulis. Palingan blog ini media nulis saya. Itu pun sangat tidak produktif. Tergantung suasana hati. Kalau pas mut-nya dapet, feel-nya dapet, waktu ada,,saya baru deh semangat nulis. 

Terakhir masa kuliah ya dibulan Oktober kemarin. Itu tuh di postingan terakhir. 26 Oktober itu sekitar seminggu setelah saya wisuda. Bahkan cerita wisuda pun enggan saya share. Haha.
Saya malah share tentang kisah percintaan saya. *harap maklum* 8P

Well, untuk update berita mari kita mulai satu persatu.

Pertama tentang kisah percintaan nih.
Kisah angin dan tembok beton sudah berakhir. Kami memutuskan berpisah. Well, sejujurnya angin yang memutuskan berpisah. Si tembok beton si awalnya masih ingin mencoba membuka pintu dan jendelanya, membiarkan angin berhembus kemana pun tanpa berspekulasi apapun. Tapi apa daya jarak kami terlalu jauh untuk bersinggungan. Tembok beton yang teracuni cemburu, angin yang maunya dipercaya tanpa mau berusaha akhirnya gagal, kalah oleh jarak. 

Haha. Jadi disinilah saya. Bersyukur tiap harinya bisa dipisahkan dengan angin oleh Yang Maha Kuasa. Setelah mewek selama seminggu saya mencoba move on. Bahwa ada yang lebih baik menanti saya di masa depan. Ada cerita yang lebih baik yang dipersiapkan olehNya. Dengan cepatnya saya move on. 
Didukung dengan jarak serta lingkungan pertemanan saya yang sangat mendukung, kurang dari sebulan saya move on. Ternyata gampang. Tidak sesulit bayangan saya sebelumnya. *joget joget*

Kedua,
Jarak yang memisahkan angin dan tembok beton itu benar-benar jarak. Jarak dalam artian denotatif. Semenjak Januari saya bekerja di ibukota. Dengan amat berat hati saya mengakui kalau saya satu dari sekian masyarakat pengikut urbanisasi. Hadeh. Jadi penghuni Jakarta dengan segala dukanya kalau ingin mudik. 8(

Ketiga,
Saya itu dewi move on. Jadi setelah benar-benar move on, saya menemukan tempat singgah lagi. Tempat untuk memulai komitmen baru. Kali ini insyaallah menuju tujuan yang jelas. Menuju titik yang sama. Bismillah.

'Memahami' orang itu tidak mudah.
'Mulai memahami' orang itu lah yang mudah. 
Dan yang kita perlukan ditiap hubungan komitmen adalah
"Kerelaan Memahami Setiap Harinya'. 

Sesimpel itu. 
Memahami kemudian lanjut menghargai. Karena tiap orang butuh pemahaman berbeda. 
Saya butuh orang yang tidak pernah lelah memahami saya, segalanya dari saya. Bukan orang yang mudah menyerah, dan kalah karena jarak, karena orang ketiga, karena lelah, karena 'no more butterfly in his stomach' dan karena karena yang lain.

Because you can create your own butterfly in your stomach with a simple reason.
Itulah cinta.
Mungkin.

Sekian update dari saya, update yang bercampur curhat dikitttt.. XD
Saya ingin berjanji untuk produktif mulai sekarang. Karena sebenarnya banyak hal dalam keseharian saya yang ingin saya bagikan. Apalagi hal-hal bermanfaat. Tapi saya takut berjanji kawan. Takut tidak terpenuhi. Doakan saja saya punya mut, punya feel yang tepat untuk nulis yak. 

cy




Kisah Angin dan Tembok Beton


.

Saya adalah tembok beton yang bermimpi mampu menahan angin tetap berada di dalam sekat sekat yang saya buat.

Saya adalah tembok beton berlubang yang tidak mampu menjadi solid hanya agar supaya angin tetap berada di dalam.
Saya ingin kamu terbang wahai angin.Kemana pun yang kau suka..
Mengelilingi pohon..menyentil dedaunan agar mereka jatuh..tertarik nafas seseorang dan keluar menjadi angin lagi..
Kemana pun..Apa pun..
Saya akan membatasi diri saya untuk tidak melarang.
Tapi satu yang saya minta..Satu saja..dan sudah,,cukup satu..
Jadilah angin yang jujur.Jadilah angin yang berguna..jangan memjadi angin yang merusak tanpa ada sebab.
Sebab yang mungkin kau cari cari tanpa tahu akibat.
Jangan menyakiti wahai angin.
Saya mohon.
Sebagaimana saya adalah tembok beton tapi bila kau menghembus terlalu kuat saya pun akan roboh.
Roboh tanpa ampun.
Apalagi saya tembok beton berlubang.
Banyak celah yang melemahkan saya.

Datanglah angin..Berhembuslah..Kejar apapun itu..Dan Jujurlah.

8D



Untuk Kakung, 23 Oktober 2012 : Happy Birthday ^^

Buat Kamu..


.

Dulu saat pertama kalinya sadar kalau saya jatuh cinta rasanya masa depan saya dengan kamu cemerlang..berbinar..meradang untuk segera diwujudkan..

Proses..proses..proses..
Kami berproses..

Proses..proses..proses..

Seringnya kami bergelut,,saling menarik,,menahan,,meronta,,mengelak,,bertinju,,beradu,,
Lebih sering memadu..
Lebih sering lagi bercumbu..

Saya tahu kamu..
Kamu entah apakah tahu..

Saya merasa tahu kamu..
Sepertinya saya cuma sering mengadu..

Haaahh..saya menghela nafas..
Lama lama lama..saya berfikir...dan tiba-tiba bayangan masa depan saya dengan kamu memburam..
Padahal saya sayang kamu..
Namun mengapa? Kenapa memburam?

Tolong gosok lagi masa depan saya dan kamu..
Seperti perak yang selalu digosok untuk dipertahankan kilaunya..
Saya butuh kamu untuk tidak menyerah menggosok..
Saya pun akan berusaha untuk digosok dan tidak menyerah pada buram..

Saya takut kamu menyerah..
Tolong jangan..
Jangan menyerah..
Saya sayang kamu.
Itu saja..cukup..

*buat kamu 8)

Alhamdulillah lulus..^^


.

Angka 2 6 dan 8 merupakan angka yang entah kenapa semacam teriang dan terfavorit saya. Tiap kali melihat rangkaian angka tersebut, pasti dengan sendirinya otak saya merekam memori yang kuat. Jadi berikan saya hafalan rangkaian angka dengan memuat 3 angka tersebut,,cling..langsung hafal coooiii...^^/
Mungkin karena angka lahiran saya yang juga merupakan rangkaian dari 3 angka tersebut yak - 2 6 89

Hari ini Senin tanggal 6 Agustus 2012 *see ini rangkaian angka 6 8 2 - 0 1* Alhamdulillah sidang pendadaran terlaksana dengan sukses. ^^/ horee..
Senangnya hatiku..Riangnya jiwaku..Girangnya otakkuu..syalalalala..
Dan kami akan menjadi Wisudawati ke 128..Ough yeah..*see ini pun rangkaian angka 2 dan 8*
Memang angka keberuntungan oq..XD

Pelaksana sidang pendadaran : saya dan patner saya Indah Noviastuti..*ini penampakannya

Cium Patneeer...(''3) muach
Penguji : 2 dosen pembimbing Pak Djoko Pur dan Pak Bambang R.
              1 dosen penguji Pak Supri
*jangan sebut nama lengkap - nanti kalau para Bapak dosen melek teknologi terus searching nama sendiri di mbah google, ntar alamat blog saya terekspos dah..haha

Waktu : 10.00 - 12.00
Tempat : Dosenat Teknik Sipil Undip lantai 3 ruang E301

Iyaa..benar sekali. Kami sidang di lantai 3 kawan, yang notabene kudu naik tangga sebanyak 4 putaran. Fiuh. Sebenarnya naik tangganya bukan apa apa kalau saja kondisi saat itu tidak puasa dan naik tangganya tidak diulang ulang naik turun. XD
Selain kehabisan nafas, kami menggeh-menggeh (baca: terengah-engah), haus pula. Kaki pun sakit karena pakai sepatu wanita hak tinggi *saya memang perlu berlatih menjadi wanita sejati. 8P

Proses sidangnya sih baik-baik saja. Kami memaparkan dengan demikian saja. Pak Supri sempat merem-merem karena bosan. Eh, pas membantai dengan pertanyaan beliau masih tetep sangar . Haih. Pak Djoko dan Pak Bambang baiknyaa..mereka dosen pembimbing idaman lah *semoga nilai kami A..amiiiin.
Intinya : Sidang pendadaran kami sukses. 

Cengceremen juga datang semua, yang sudah lulus sih sudah pasti enggak.^^
Ini poto-poto pasca sidang pendadaran kami.

Kiri ke kanan : Bundo, Dek Id, Saya, Indah - patner tercinta - ,Kasing, Dek Nad
Yossshhh susul kami kawaaan ^^/

Kiri ke kanan : Pak Bambang, Saya, Indah, Pak Supri dan Pak Djoko

Bersama Pak Djoko ^^

Cengceremen + Pak Djoko..

Alhamdulillah..*senyum dan tawa sukses kami..
Well..
Kami memang lulus..tapi sudah pasti dengan revisi *pukpuk
Revisinya banyak..*need pukpuk
Revisi paling tidak seminggu. Jadi intinya kami masih harus berjuang seminggu lagi untuk melengkapi kebebasan kami dari Jurusan yang masuknya gampang keluarnya susah itu. Doakan kami yak kawan.
Jangan lelah untuk mendoakan kami.

Setelah keluar dengan susah payah, kami bakal dilempar ke kehidupan nyata yang pasti akan lebih butuh perjuangan. Welcome to the jungle. Semoga kebebasan kami segera ditampung kesadaran nalar untuk segera menjadi manusia pekerja. Amin.

Allah always with us.



Welcome to Watu Karung Beach...


.


22 – 23 Juni 2012 Jumat - Sabtu
Pantai Watu Karung


Selamat datang di pantai Watu Karung,,^^/

Ye ye ye,,,aqirnya liburan ke pantai juga. Setelah planning yang cukup lama, terwujud juga bagi rombongan Blackpacker JOSS menyambangi pantai ini. Pertamanya sih bingung mau kemana, pantai, gua, gunung atau sungai, dan akhinya brainstroming kami memutuskan ke pantai Watu Karung. Kami berdelapan : Saya, Reza, bang Krisna, Uje, bang Danu, Rina, Anges, dan bang Yudi.
Kalau menurut web yogyes.com pantai ini terkenal sebagai surga surfing, hanya saja fasilitasnya belum terlalu uwow. Sebenarnya ini kunjungan kedua saya. Jaman tahun 2010 awal dulu, pantai ini masih bersih banget, virgin, menyenangkan, dekat banget dengan pemukiman dan akses kesananya udah lumayan. Dibandingkan ma pantai Buyutan sih pantai ini kalah virgin. Tapi sepi, bersih, dan cantik-nya nggak kalah. Dari pantai ini dulu saya menikmati sunset yang bulet banget. 
2 tahun tidak membawa perubahan berarti, pantai ini tetap saja cantik. Walaupun sekarang banyak dibangun cottage di sekitar pinggir pantai. Yang membangun jelaslah orang bule, para penikmat surfing yang merasa bahwa lahan di pantai Watu Karung ini suatu saat bisa menjadi wilayah resort yang menjanjikan. Wong pas kami kesana kami ketemu banyak banget bule. Wakakakak, sexi-nya merekaa,,^^. Kami berasa bukan liburan di pantai milik Indonesia loh, apalagi pantai-nya Pacitan, tapi berasa di luar negeri gitu, lhah bulenya cuek-cuek saja pakai bikini terus berenang tepat pukul 12 siang. Mereka mah mana takut gosong *iri. XD

Nih, poto ma bule ganteng yang habis surfing ^^/

Pantai Pacitan emang cantik-cantiknya masyaallah oq, nggak perlu lah itu pergi ke luar negeri kalau hanya untuk bulan madu di pinggir pantai, ke pantai Pacitan saja, sewa salah satu cottage, dan you'll get your honeymoon. ^^.
Pantai-nya sendiri sih menghadap barat daya, dengan karang gedhe dilaut sebelah kanan dan kiri. Berbentuk semacam teluk U, gini nih gambar kasarnya:

Gambaran Wilayah Pantai Watu Karung

Akibat keberadaan kedua karang inilah yang bikin ombak di Watu Karung aneh. Ombak paling besar itu malah yang didekat karang,,bagian tengah malah ombaknya pelan, mungkin akibat angin kali yaa,,*sotoy. Bagian tengah ini nih yang pasir pantainya banyak, terumbu karangnya lebih menjorok ke luar, jadinya asik buat mainan air.

Airnya jernih kaaan,,,

Kami berangkat jumat sore. Malam deng, habis magrib baru start berangkat, iya iya kami nekat pol, jangan ditiru yak. Haha. Rencana sih nyampe disana langsung tidur. Untunglah malam cerah. Kami yang memang niat bermalam tapi males bawa tenda menyambut gembira pada langit penuh bintang. Haha. Sayangnya bulannya cuman bulan sabit, coba kalau pas malam purnama, Waa,,,membayangkan saja bikin ngiler saking nggak kuat ma keindahannya. 

Ini rutenyaa: 
Solo - Solobaru - Sukoharjo - Wonogiri - Ngadirojo belok kanan ke arah Pacitan - Pertigaan Tirtomoyo belok kanan lagi - Pasar Punung terus (kalau ke Nampu atau Buyutan belok kanan) - Temukan pertigaan belok kanan (jalan kecil) - sekitar 1 km belok kanan lagi - ikuti jalan - Pertigaan belok kiri (ada gerbang ma papan petunjuk kok) - Pertigaan belok kanan ke arah Desa Watu Karung.
Nyampe deh, haha. Ada beberapa gang yang mengarah ke pantai, ada papan petunjuknya kok. 

Kami nyampe jam 9 malem. Sepi banget. Haha.
Langsung deh matras, jas hujan, sleeping bag digelar dengan sempurnanya. Kami duduk-duduk mengerubung makanan. Nasting dikeluarkan, air-mentah-dari-jerigen-hasil-minta-rumah-penduduk-yang-masih-belum-tidur dimasak, kopi dibikin, aih, indahnya kebersamaan. XD
Beberapa dari kami selalu kebagian melihat bintang jatuh saat tidur-tiduran, saya iri, hiks, kacamata saya kudu dicopot kalau mau tidur dengan nyaman, jadinya ya cuman bisa iri. Haha.

Saat pagi datang ^^/

Sabtunya kami bermain pantai sehariaaaaaaaaan. Tiduran, basah-basahan, goyang pantat, dan yang paling penting dari suatu liburan adalah poto-potonyaaaaaaaaaa, wakwakwak.

Tunjukkan goyang pantat kaliaaaan,,(_._)'' ye ye ye

Setelah puas dan dipuas-puasin, kami hanya tidur-tiduran menunggu jam 2. Jam rencana kepulangan. Kami masak mie buat sarapan, jajan es degan dan es buah (@ 3rb), menunggu masing-masing dari kami mandi di rumah penduduk. Eh, ada tarifnya loh. Sekali mandi 3rb. Wakakak. Nggak papa deh, bagi rejeki, jarang-jarang penduduk sana kedatangan tamu rombongan yang mandi. 8D

Kami sempet diberitahu ibu-ibu penjual es degan kalau kami lanjut ke arah barat laut, pantainya makin bagus, makin virgin karena jauh dari pemukiman. Niat awal sih kami mau kesana buat nyari spot poto, tapi jalannya jelek banget, kasihan ban motor kami, nggak ada pemukiman pula, jadi diputuskan pulang deh.
Karena penasaran, saya sempet nanya harga cottage-nya per-malam, katanya ada yang nyampe 1 jutaan, tapi yang rada jauh 100-an ribu juga ada, malah kami ditawarin sebuah villa kosong, tinggal negosiasi harga katanya. Haha. Ntar deh, kapan-kapan pas kita liburan ala orang kaya. 

Kesimpulannya adalah pantai Watu Karung fasillitasnya sudah oke. Tinggal bawa badan, bawa duit buat jajan, bawa baju ganti, dan bawa mental kulit akan gosong. Jika sudah semua, nikmati saja semuanya. Langit, laut, pasir putih, karang, bule, es degan, es buah, spot poto, kebersamaan dan tawa.


Eniwei, itulah laporan liburan kami. 
Next Trip kemana yaaaak??
^^/


LDR ye ye ye,,,^^/


.


LDR (Long Distance Relationship) itu mudah kok,,^^,
Asalkan kita lebih percaya, lebih kuat, lebih menikmati hidup, dan lebih apapun yang bisa diusahakan hubungan biasa.
Nikmati saja hubungan kalian,,
Anggap saja itu adalah perjalanan. Perjalanan liburan.
Nikmati tiap --tiap-- sensasi perjalanan itu. You will learn something for sure..

It's all about journey,,,


Cave Tubing Kalisuci - We Love This Place,,ye ye ye


.


Kiri ke kanan : Zaim, Reza, saya, Danu (duduk), Mas Pemandu, Rina, Krisna

Bulan Oktober 2011 lalu kami rombongan Blackpacker Joss jalan-jalan ke daerah Gunung Kidul. Kami ingin mencoba Cave Tubing Kalisuci disana.Apa itu cave? Gua..yup benar kami susur goa teman-teman. Gua bawah tanah lebih tepatnya.
Apa itu tubing?? Kalau dicari di kamus Inggris-Indonesia tubing berarti pipa karet.Yihaa,,benar sekali, kami berpipa karet (lebih tepatnya ber-ban karet) menyusuri dua goa di sepanjang Kalisuci. Kalisuci itu nama sungai di daerah Gunung Kidul.
Kenapa di namakan Kalisuci?? Disebut Kalisuci karena di Kalisuci terdapat mata air yang terletak disebelah atas aliran sungai yang airnya sangat jernih dan tetap jernih meskipun air sungai keruh ketika musim hujan (http://kalisucicavetubing.blogspot.com/).

Kami berenam.

kiri ke kanan : Zaim,Rina, Krisna, saya, Danu, dan Reza

Ini merupakan jalan-jalan JOSS termahal pertama. Biasanya kami hanya ke pantai, gunung, sungai, air terjun, dan tempat-tempat lain yang tidak terlalu membutuhkan biaya masuk yang besar. Paling banter juga duitnya habis di makanan. Haha.Sebenarnya kalau dibandingkan dengan pengalaman, keasyikan, dan keseruan serta fasilitas yang kita dapat, biaya masuknya tidak tergolong mahal sih. Cuman ya itu tadi, yang biasanya bawa duit 50ribu saja kita bersisa, lhah ini kurang. XD

Per-kepala dikenakan biaya 65 ribu.
Dengan fasilitas :
a. Tiga orang pemandu
b. Alat pengaman (jaket pelampung, deker, ban karet, helm)
c. Kamar mandi
d. Makan siang/sore selepas bermain plus minum (boleh minta es teh loh)
e. Asuransi
f. Akomodasi dari tempat finish kembali ke tempat start

Ban karet, Helm, Deker, Jaket Pelampung,,


Makan siang/sore setelah bermain airr,,hraugh,,

Lumayan kan fasilitasnya? Haha.
Eh, tidak lupa..bawa 100ribu untuk sewa kamera anti air. Enggak asik donk kalau kita udah seru-seruan main air, tapi tidak punya dokumentasi. @.@/. Dokumentasi itu penting kawan. Jadi jangan ragu merogoh kocek lebih dalam. Dari 3 orang pemandu tersebut, seorang akan bertugas mengambil poto-poto kita. Tinggal pasang muka bahagia sajaa. (XD)

Proses Pendaftaran. Kami ngobrol-ngobrol dulu dengan para pemandu.

Kami tiba di lokasi sekitar jam 12-an. Syok dulu dengan biaya masuk karena beberapa teman kami tidak menduga bahwa akan dikenakan biaya sedemikian besar. Haha. Tapi setelah ditimbang-timbang, rugi kalau tidak mencoba, mumpung sudah di sini. Hutang menghutang berlaku. Yang membawa duit lebih menanggung yang tidak membawa duit sepeserpun.

Jam 1-an kami mulai persiapan. Dengan memanggul ban masing-masing kami menuruni semacam jalan setapak dengan tangga seadanya menuju sungai.

Sebelum mulai ber-cave tubing ria, kami diperbolehkan bermain air dulu di tempat kita start. Kami satu per satu menerjunkan diri dari tebing ke sungai di bawah kami. Kyaa,,asik asik asik. Ngeri tapi asiiiiikkkkk,,(>.<)

Berpose sebelum basah,,@.@/

Bermain air dulu,,karena pakai pelampung kami berenang dengan mudahnya,,


Tidur-tiduran di air,,haha

Dan perjalanan pun dimulai.

Mulai menyusuri gua,,ayee ye,,

Seperti di sebutkan di awal cerita, ada dua gua yang kami susuri. Gua-gua bawah tanah. Banyak kelelawar saat kami melewatinya. Berterbangan sedikit terganggu dengan kedatangan kami. Sesekali saat kami tidak melewati jeram, kami diam dalam gelap, merasakan kehadiran para kelelawar. Tapi jangan ditanya kalau pas ada jeram, kami jejeritan girang dan senang.
Sebenarnya selain dua gua yang kami susuri, ada lagi satu gua vertikal yang berpemandangan paling bagus (menurut mas pemandu), ada wacana untuk membuka gua tersebut sebagai wahana wisata juga. Namun dengan pertimbangan 'kemungkinan merusak alam' wacana tersebut tidak terealisasikan. Cukup dua gua saja yang terjamah tangan manusia. (iyaa,,kasihan biota gua-nya kalau sampai kenapa-napa, kelelawar dari dua gua sebelumnya saja sudah cukup terganggu akan keberadaan manusia).

Para pemandu wisata kami sangat peduli dengan object wisata ini karena mereka adalah warga Gunung Kidul. Mereka adalah pemuda-pemuda desa yang dilatih dan diberdayaguna untuk menjaga, merawat, dan mengurus object wisata Cave Tubing Kalisuci. Salut buat kekompakan mereka.

Well, puas dengan perjalanan, poto-poto narsis, jeram-jeram menyenangkan, dan teriakan-teriakan seru, kami selesai. Untuk menuju basecamp finish, kami harus mendaki tebing maut 80derajat. Dibantu dengan tali webbing kami naik terengah-engah. Aih,,dari mandi air, kami jadi mandi keringat. Fiuuuh,,

Di basecamp finish kami disediakan minuman, dengan rakus kami mengguyur tenggorokan setelah terengah-engah di tanjakan. Buset dah. Akhir yang sedikit menyiksa.
Kami menunggu pick up jemputan yang akan membawa kami kembali ke tempat start.
Sesampainya di tempat start, kami mandi membersihkan diri, lalu makaaaaan,,,Horeeee,,@.@/
Menu makanan sih dapat di request, tapi berhubung hari sudah sore, kami adalah peserta terakhir dan adanya hanya penjual bakso, menu kami ya bakso. Haha. Lumayan lah,,bisa mengganjal perut, walaupun kami rindu nasi sebenarnya,

Well, tips kalau ingin berwisata ke Cave Tubing:
a. Siapkan budgetnya ya temann,,jangan seperti kita.
b. Bawa peralatan mandi, kalau ingin cantik sehabis bermain air. Kalau saya sih sudah cantik dari sononya, jadi tidak perlu mandi (:alasan).
c. Bawa minum apa makan sendiri boleh juga. Mas-mas pemandunya asik kok buat ngobrol-ngobrol. Ngobrol saja sama mereka sekalian tawarin makanan plus minuman bawaanmu.
d. Tidak perlu bawa kamera sendiri. Percuma. Enggak bisa dipakai. Kecuali kalau kameranya waterprof. Eh, bawa juga nggak papa, untuk berpoto sebelum dan sesudah. Hehe.
e. Siapkan fisik, karena bakal capek berat.
f. Terakhir,,hmm,,siap-siap ketemu ular. Haha. Bukan menakuti, tapi kenyataannya kami memang ketemu ular di tempat pemberhentian tubing--deket mulut goa yang tidak dijadikan wahana wisata--. Tapi tenang saja, jangan panik, ularnya nggak mendekat kok. 8)

Berpose bersama mas-mas pemandu..

Pepi pernah kesini looooh,,,XD

Well,, begitulah cerita kami. Silakan mencobaaaa. This place is really recommended. @.@/. Yihaaaaa,,,Enjoy your trip then,,(''3) muach,,

Am I? Are You?


.


Apakah kau tahu, setiap tatapanmu seperti meluluh lantakkan segala pertahanan saya?

Tembok beton saya serupa meleleh.

Meleleh akibat angin.

Saya selalu diberi nasehat, jangan menggantungkan perasaanmu dengan persenan tinggi. Beri saja dia 10% perasaanmu. Sehingga bagaimanapun kau diperlakukan kau tetap masih bisa stabil. Dan saya tumbuh dengan sikap hati seperti itu. Untukmu pun, persenan saya sedikit. Benar sekali, otak saya memberimu persenan yang sedikit, tapi apa kata hati saya? Saya kalah. Hati saya enggak mau nurut. Saya melanggar nasehat.

Perasaan wanita itu 10% otak dan 90% hati bukan?

Saya bukan lagi menjadi pribadi saya saat galau. Saya serupa menjadi orang lain, yang bahkan tidak saya kenal. Rasanya menakutkan. Pengaruhmu sedemikiannya. Padahal hanya karena melanggar persenan, saya dihukum seperti ini.

Ketika makan, saya terbiasa ''save the best for the last''.

I think, I’ve saved my best for you. Are you the last for me?

Do you save your best for me? Am I the last for you?

Bagaimana meyakinkan diri saya sendiri? Bagaimana membuatmu meyakinkan saya? Apakah kamu sudah yakin? Sudahkah? Kenapa bisa yakin? Apa yang membuatmu yakin? Ajari saya buat yakin.

Ajari terus.

Ajari sampai saya yakin.

Saya takut.

Bukan terhadapmu, tapi terhadap diri saya sendiri. Terhadap apa yang mampu diri saya lakukan. Entah itu terhadapmu, atau terhadap diri saya sendiri.

*Galau itu bikin dewasa kawan #menenangkandiri

Kunjungan ke Sam Poo Kong


.


Sam Poo Kong..
Atau Gedong Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang, Indonesia. Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.(Wikipedia)

Kunjungan pertama saya ke Sam Poo Kong
Hari Jumat (9 Maret 2012) kemaren adalah kunjungan kedua saya ke Sam Poo Kong. Dulu dikunjungan pertama, saya hanya numpang poto-poto dilatarnya yang luas itu.
Dengan membayar 3 ribu rupiah+seribu untuk biaya parkir motor, saya malas membayar lagi demi melakukan Ciam Si--Ramalan Ciam Si merupakan sejenis permainan meramal nasib yang didasarkan dari 100 kertas syair yang tersedia, yang setiap saat dilaksanakan jika berada di Klenteng. Ramalan Ciam Si ini juga sebagai media untuk mengetahui peruntungan nasib dari seseorang, dimana biasanya orang yang bersangkutan harus terlebih dahulu mengikuti aturan tradisi yang ada dengan cara mengocok batang bambu kecil, menyerupai sumpit berukuran sekitar 10 cm yang diletakkan di dalam sebuah wadah gelas, dimana setiap batang bambu tersebut memiliki nomor yang sudah disesuaikan dengan jumlah kertas syair (Sumber: mbah google)
Kenapa saya males? Haha,,kantong saya terlalu cethek untuk dirogoh duit 20rb sekali masuk, biaya itu kalau kita nggak bawa dupa loh, kalau bawa dupa beda lagi, kita cukup membayar 10rb untuk beli dupa, dan dengan menenteng-nenteng dupa itu 2 orang boleh masuk ke area Ciam Si yang berisi 4 bangunan klenteng.
Well, singkat cerita, karena masih penasaran dengan ramalan Ciam Si, junior saya—sebut dia Dek Nad—merengek minta diantar lagi ke Sam Poo Kong.
Berempat kami datang. Saya, Dek Nad, Ulli, dan Dek Iid.


Kiri ke kanan : Ulli, Saya, dan Dek Nad

Berposeee,,haha
Bangunan klenteng pertama menolak kami, kami ditunjuk agar menuju bangunan paling pojok. Suhu disana sedang tidur-tidur ayam saat kami datang. Dengan tidak sopannya kami membangunkan beliau. Saat membuka mata, beliau langsung bertanya dengan nada gahar : ‘ Apa tujuan kalian kemari?’
‘Glek’
Dengan muka bodoh dan polos kami berkata bahwa kami ingin diramal. Haduh, benar kata bapak satpam yang menghadang saat kami akan masuk, kalau kami tidak serius dengan Ciam Si kami, suhu di sana tidak akan menerima kami. Mendengar jawaban bodoh kami, sang suhu malah mengajak kami ngobrol—woo, bukan ngobrol, tepatnya kami dinasehati--.
Beliau menolak men-Ciam Si kami. Beliau bilang karena kami masih mahasiswa, masih belum saatnya diajak tua dengan hal-hal yang berbau ramalan seperti ini. Kami disuruh belajar 3 hal terlebih dahulu, yaitu : Kentut, Kencing, dan Berak. Haha. Maaf atas sebutan kasar saya. Kalau kami sudah mahir 3 hal tersebut, kami baru boleh kembali untuk melakukan Ciam Si.
‘Ebuset, kalau 3 hal itu mah kagak usah diajari, bayi pun bisa.’ Jawab saya.
Beliau langsung menyuruh saya menepuk perut dan pergi berak sekarang juga. Hoo, mana bisa cobaaa. (>.<)
Makanya dilatih, sahut beliau. Dilatih pun juga susaaaaah, pikir saya. Itulah, 3 hal tersebut datangnya dari Allah, kalau Allah belum menyuruh kita kentut, kita tidak akan kentut. Tidak bisa kentut kita bisa dirawat di rumah sakit loh (>.<). Sama pula dengan kencing dan berak.
Ternyata 3 hal tersebut punya suatu filsafat. Tuhan—Allah—tidak menciptakan 3 kegiatan tersebut tanpa maksud. ‘Kita diperingatkan setiap harinya dengan cara yang halus.’kata sang suhu.
Ada 3 wujud benda di dunia ini menurut ilmu IPA yaitu : Padat, Cair, dan Gas.
Kentut mewakili perwujudan Gas. Tidak dapat disentuh tetapi ada. Mirip seperti hati kita yang tidak terlihat tetapi ada. Kita kentut supaya badan kita bersih dari zat-zat beracun, berarti kita juga harus ‘kentut’ untuk membersihkan hati kita dari perasaan2 buruk. Jangan menyimpan perasaan yang dapat melukai hati kita.
Kencing mewakili perwujudan Zat Cair. Otak kita terdiri dari hampir 80%-nya air. Dengan kita ‘kencing’ kita membuang pikiran-pikiran buruk yang mengendap dalam otak.
Dan yang terakhir Berak. Kita jarang, bahkan hampir tidak pernah berak tanpa kencing bukan? Bahkan pertanda awal kita akan BAB, kita pasti kentut dahulu. Ini menunjukkan bahwa “Dengan hati yang bersih, pikiran yang positif, maka badan kita akan dengan sendirinya sehat untuk melakukan perbuatan yang baik”. Iyap, berak itu mewakili perwujudan benda padat. Badan kita adalah benda padat, karena kita tercipta dari tanah yang merupakan benda padat.
‘Kentut’, ‘Kencing’ dan ‘Berak’ dalam tanda kutip bisa dilatih dengan lebih mendekatkan diri ke Sang Pencipta.
Saya tertegun mendengar penjelasan panjang lebar sang suhu. Uwow. Saya tidak pernah berpikir begitu. Selama ini saya kentut ya kentut saja, kencing ya kencing saja, BAB ya BAB saja. Tidak menyangka bahwa ritual belakang itu memiliki arti. Well, terlepas dari apakah itu adalah arti yang dipas-paskan sehingga menimbulkan pemikiran atau bukan, saya tidak peduli. Saya pikir perkataan suhu ini hebat.
Saya akan berusaha. Berprasangka baik, berpikiran positif, dan berlaku baik. Yosh,,@.@q

Yosh!!