Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Welcome to Watu Karung Beach...


.


22 – 23 Juni 2012 Jumat - Sabtu
Pantai Watu Karung


Selamat datang di pantai Watu Karung,,^^/

Ye ye ye,,,aqirnya liburan ke pantai juga. Setelah planning yang cukup lama, terwujud juga bagi rombongan Blackpacker JOSS menyambangi pantai ini. Pertamanya sih bingung mau kemana, pantai, gua, gunung atau sungai, dan akhinya brainstroming kami memutuskan ke pantai Watu Karung. Kami berdelapan : Saya, Reza, bang Krisna, Uje, bang Danu, Rina, Anges, dan bang Yudi.
Kalau menurut web yogyes.com pantai ini terkenal sebagai surga surfing, hanya saja fasilitasnya belum terlalu uwow. Sebenarnya ini kunjungan kedua saya. Jaman tahun 2010 awal dulu, pantai ini masih bersih banget, virgin, menyenangkan, dekat banget dengan pemukiman dan akses kesananya udah lumayan. Dibandingkan ma pantai Buyutan sih pantai ini kalah virgin. Tapi sepi, bersih, dan cantik-nya nggak kalah. Dari pantai ini dulu saya menikmati sunset yang bulet banget. 
2 tahun tidak membawa perubahan berarti, pantai ini tetap saja cantik. Walaupun sekarang banyak dibangun cottage di sekitar pinggir pantai. Yang membangun jelaslah orang bule, para penikmat surfing yang merasa bahwa lahan di pantai Watu Karung ini suatu saat bisa menjadi wilayah resort yang menjanjikan. Wong pas kami kesana kami ketemu banyak banget bule. Wakakakak, sexi-nya merekaa,,^^. Kami berasa bukan liburan di pantai milik Indonesia loh, apalagi pantai-nya Pacitan, tapi berasa di luar negeri gitu, lhah bulenya cuek-cuek saja pakai bikini terus berenang tepat pukul 12 siang. Mereka mah mana takut gosong *iri. XD

Nih, poto ma bule ganteng yang habis surfing ^^/

Pantai Pacitan emang cantik-cantiknya masyaallah oq, nggak perlu lah itu pergi ke luar negeri kalau hanya untuk bulan madu di pinggir pantai, ke pantai Pacitan saja, sewa salah satu cottage, dan you'll get your honeymoon. ^^.
Pantai-nya sendiri sih menghadap barat daya, dengan karang gedhe dilaut sebelah kanan dan kiri. Berbentuk semacam teluk U, gini nih gambar kasarnya:

Gambaran Wilayah Pantai Watu Karung

Akibat keberadaan kedua karang inilah yang bikin ombak di Watu Karung aneh. Ombak paling besar itu malah yang didekat karang,,bagian tengah malah ombaknya pelan, mungkin akibat angin kali yaa,,*sotoy. Bagian tengah ini nih yang pasir pantainya banyak, terumbu karangnya lebih menjorok ke luar, jadinya asik buat mainan air.

Airnya jernih kaaan,,,

Kami berangkat jumat sore. Malam deng, habis magrib baru start berangkat, iya iya kami nekat pol, jangan ditiru yak. Haha. Rencana sih nyampe disana langsung tidur. Untunglah malam cerah. Kami yang memang niat bermalam tapi males bawa tenda menyambut gembira pada langit penuh bintang. Haha. Sayangnya bulannya cuman bulan sabit, coba kalau pas malam purnama, Waa,,,membayangkan saja bikin ngiler saking nggak kuat ma keindahannya. 

Ini rutenyaa: 
Solo - Solobaru - Sukoharjo - Wonogiri - Ngadirojo belok kanan ke arah Pacitan - Pertigaan Tirtomoyo belok kanan lagi - Pasar Punung terus (kalau ke Nampu atau Buyutan belok kanan) - Temukan pertigaan belok kanan (jalan kecil) - sekitar 1 km belok kanan lagi - ikuti jalan - Pertigaan belok kiri (ada gerbang ma papan petunjuk kok) - Pertigaan belok kanan ke arah Desa Watu Karung.
Nyampe deh, haha. Ada beberapa gang yang mengarah ke pantai, ada papan petunjuknya kok. 

Kami nyampe jam 9 malem. Sepi banget. Haha.
Langsung deh matras, jas hujan, sleeping bag digelar dengan sempurnanya. Kami duduk-duduk mengerubung makanan. Nasting dikeluarkan, air-mentah-dari-jerigen-hasil-minta-rumah-penduduk-yang-masih-belum-tidur dimasak, kopi dibikin, aih, indahnya kebersamaan. XD
Beberapa dari kami selalu kebagian melihat bintang jatuh saat tidur-tiduran, saya iri, hiks, kacamata saya kudu dicopot kalau mau tidur dengan nyaman, jadinya ya cuman bisa iri. Haha.

Saat pagi datang ^^/

Sabtunya kami bermain pantai sehariaaaaaaaaan. Tiduran, basah-basahan, goyang pantat, dan yang paling penting dari suatu liburan adalah poto-potonyaaaaaaaaaa, wakwakwak.

Tunjukkan goyang pantat kaliaaaan,,(_._)'' ye ye ye

Setelah puas dan dipuas-puasin, kami hanya tidur-tiduran menunggu jam 2. Jam rencana kepulangan. Kami masak mie buat sarapan, jajan es degan dan es buah (@ 3rb), menunggu masing-masing dari kami mandi di rumah penduduk. Eh, ada tarifnya loh. Sekali mandi 3rb. Wakakak. Nggak papa deh, bagi rejeki, jarang-jarang penduduk sana kedatangan tamu rombongan yang mandi. 8D

Kami sempet diberitahu ibu-ibu penjual es degan kalau kami lanjut ke arah barat laut, pantainya makin bagus, makin virgin karena jauh dari pemukiman. Niat awal sih kami mau kesana buat nyari spot poto, tapi jalannya jelek banget, kasihan ban motor kami, nggak ada pemukiman pula, jadi diputuskan pulang deh.
Karena penasaran, saya sempet nanya harga cottage-nya per-malam, katanya ada yang nyampe 1 jutaan, tapi yang rada jauh 100-an ribu juga ada, malah kami ditawarin sebuah villa kosong, tinggal negosiasi harga katanya. Haha. Ntar deh, kapan-kapan pas kita liburan ala orang kaya. 

Kesimpulannya adalah pantai Watu Karung fasillitasnya sudah oke. Tinggal bawa badan, bawa duit buat jajan, bawa baju ganti, dan bawa mental kulit akan gosong. Jika sudah semua, nikmati saja semuanya. Langit, laut, pasir putih, karang, bule, es degan, es buah, spot poto, kebersamaan dan tawa.


Eniwei, itulah laporan liburan kami. 
Next Trip kemana yaaaak??
^^/


Cave Tubing Kalisuci - We Love This Place,,ye ye ye


.


Kiri ke kanan : Zaim, Reza, saya, Danu (duduk), Mas Pemandu, Rina, Krisna

Bulan Oktober 2011 lalu kami rombongan Blackpacker Joss jalan-jalan ke daerah Gunung Kidul. Kami ingin mencoba Cave Tubing Kalisuci disana.Apa itu cave? Gua..yup benar kami susur goa teman-teman. Gua bawah tanah lebih tepatnya.
Apa itu tubing?? Kalau dicari di kamus Inggris-Indonesia tubing berarti pipa karet.Yihaa,,benar sekali, kami berpipa karet (lebih tepatnya ber-ban karet) menyusuri dua goa di sepanjang Kalisuci. Kalisuci itu nama sungai di daerah Gunung Kidul.
Kenapa di namakan Kalisuci?? Disebut Kalisuci karena di Kalisuci terdapat mata air yang terletak disebelah atas aliran sungai yang airnya sangat jernih dan tetap jernih meskipun air sungai keruh ketika musim hujan (http://kalisucicavetubing.blogspot.com/).

Kami berenam.

kiri ke kanan : Zaim,Rina, Krisna, saya, Danu, dan Reza

Ini merupakan jalan-jalan JOSS termahal pertama. Biasanya kami hanya ke pantai, gunung, sungai, air terjun, dan tempat-tempat lain yang tidak terlalu membutuhkan biaya masuk yang besar. Paling banter juga duitnya habis di makanan. Haha.Sebenarnya kalau dibandingkan dengan pengalaman, keasyikan, dan keseruan serta fasilitas yang kita dapat, biaya masuknya tidak tergolong mahal sih. Cuman ya itu tadi, yang biasanya bawa duit 50ribu saja kita bersisa, lhah ini kurang. XD

Per-kepala dikenakan biaya 65 ribu.
Dengan fasilitas :
a. Tiga orang pemandu
b. Alat pengaman (jaket pelampung, deker, ban karet, helm)
c. Kamar mandi
d. Makan siang/sore selepas bermain plus minum (boleh minta es teh loh)
e. Asuransi
f. Akomodasi dari tempat finish kembali ke tempat start

Ban karet, Helm, Deker, Jaket Pelampung,,


Makan siang/sore setelah bermain airr,,hraugh,,

Lumayan kan fasilitasnya? Haha.
Eh, tidak lupa..bawa 100ribu untuk sewa kamera anti air. Enggak asik donk kalau kita udah seru-seruan main air, tapi tidak punya dokumentasi. @.@/. Dokumentasi itu penting kawan. Jadi jangan ragu merogoh kocek lebih dalam. Dari 3 orang pemandu tersebut, seorang akan bertugas mengambil poto-poto kita. Tinggal pasang muka bahagia sajaa. (XD)

Proses Pendaftaran. Kami ngobrol-ngobrol dulu dengan para pemandu.

Kami tiba di lokasi sekitar jam 12-an. Syok dulu dengan biaya masuk karena beberapa teman kami tidak menduga bahwa akan dikenakan biaya sedemikian besar. Haha. Tapi setelah ditimbang-timbang, rugi kalau tidak mencoba, mumpung sudah di sini. Hutang menghutang berlaku. Yang membawa duit lebih menanggung yang tidak membawa duit sepeserpun.

Jam 1-an kami mulai persiapan. Dengan memanggul ban masing-masing kami menuruni semacam jalan setapak dengan tangga seadanya menuju sungai.

Sebelum mulai ber-cave tubing ria, kami diperbolehkan bermain air dulu di tempat kita start. Kami satu per satu menerjunkan diri dari tebing ke sungai di bawah kami. Kyaa,,asik asik asik. Ngeri tapi asiiiiikkkkk,,(>.<)

Berpose sebelum basah,,@.@/

Bermain air dulu,,karena pakai pelampung kami berenang dengan mudahnya,,


Tidur-tiduran di air,,haha

Dan perjalanan pun dimulai.

Mulai menyusuri gua,,ayee ye,,

Seperti di sebutkan di awal cerita, ada dua gua yang kami susuri. Gua-gua bawah tanah. Banyak kelelawar saat kami melewatinya. Berterbangan sedikit terganggu dengan kedatangan kami. Sesekali saat kami tidak melewati jeram, kami diam dalam gelap, merasakan kehadiran para kelelawar. Tapi jangan ditanya kalau pas ada jeram, kami jejeritan girang dan senang.
Sebenarnya selain dua gua yang kami susuri, ada lagi satu gua vertikal yang berpemandangan paling bagus (menurut mas pemandu), ada wacana untuk membuka gua tersebut sebagai wahana wisata juga. Namun dengan pertimbangan 'kemungkinan merusak alam' wacana tersebut tidak terealisasikan. Cukup dua gua saja yang terjamah tangan manusia. (iyaa,,kasihan biota gua-nya kalau sampai kenapa-napa, kelelawar dari dua gua sebelumnya saja sudah cukup terganggu akan keberadaan manusia).

Para pemandu wisata kami sangat peduli dengan object wisata ini karena mereka adalah warga Gunung Kidul. Mereka adalah pemuda-pemuda desa yang dilatih dan diberdayaguna untuk menjaga, merawat, dan mengurus object wisata Cave Tubing Kalisuci. Salut buat kekompakan mereka.

Well, puas dengan perjalanan, poto-poto narsis, jeram-jeram menyenangkan, dan teriakan-teriakan seru, kami selesai. Untuk menuju basecamp finish, kami harus mendaki tebing maut 80derajat. Dibantu dengan tali webbing kami naik terengah-engah. Aih,,dari mandi air, kami jadi mandi keringat. Fiuuuh,,

Di basecamp finish kami disediakan minuman, dengan rakus kami mengguyur tenggorokan setelah terengah-engah di tanjakan. Buset dah. Akhir yang sedikit menyiksa.
Kami menunggu pick up jemputan yang akan membawa kami kembali ke tempat start.
Sesampainya di tempat start, kami mandi membersihkan diri, lalu makaaaaan,,,Horeeee,,@.@/
Menu makanan sih dapat di request, tapi berhubung hari sudah sore, kami adalah peserta terakhir dan adanya hanya penjual bakso, menu kami ya bakso. Haha. Lumayan lah,,bisa mengganjal perut, walaupun kami rindu nasi sebenarnya,

Well, tips kalau ingin berwisata ke Cave Tubing:
a. Siapkan budgetnya ya temann,,jangan seperti kita.
b. Bawa peralatan mandi, kalau ingin cantik sehabis bermain air. Kalau saya sih sudah cantik dari sononya, jadi tidak perlu mandi (:alasan).
c. Bawa minum apa makan sendiri boleh juga. Mas-mas pemandunya asik kok buat ngobrol-ngobrol. Ngobrol saja sama mereka sekalian tawarin makanan plus minuman bawaanmu.
d. Tidak perlu bawa kamera sendiri. Percuma. Enggak bisa dipakai. Kecuali kalau kameranya waterprof. Eh, bawa juga nggak papa, untuk berpoto sebelum dan sesudah. Hehe.
e. Siapkan fisik, karena bakal capek berat.
f. Terakhir,,hmm,,siap-siap ketemu ular. Haha. Bukan menakuti, tapi kenyataannya kami memang ketemu ular di tempat pemberhentian tubing--deket mulut goa yang tidak dijadikan wahana wisata--. Tapi tenang saja, jangan panik, ularnya nggak mendekat kok. 8)

Berpose bersama mas-mas pemandu..

Pepi pernah kesini looooh,,,XD

Well,, begitulah cerita kami. Silakan mencobaaaa. This place is really recommended. @.@/. Yihaaaaa,,,Enjoy your trip then,,(''3) muach,,

Kunjungan ke Sam Poo Kong


.


Sam Poo Kong..
Atau Gedong Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang, Indonesia. Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.(Wikipedia)

Kunjungan pertama saya ke Sam Poo Kong
Hari Jumat (9 Maret 2012) kemaren adalah kunjungan kedua saya ke Sam Poo Kong. Dulu dikunjungan pertama, saya hanya numpang poto-poto dilatarnya yang luas itu.
Dengan membayar 3 ribu rupiah+seribu untuk biaya parkir motor, saya malas membayar lagi demi melakukan Ciam Si--Ramalan Ciam Si merupakan sejenis permainan meramal nasib yang didasarkan dari 100 kertas syair yang tersedia, yang setiap saat dilaksanakan jika berada di Klenteng. Ramalan Ciam Si ini juga sebagai media untuk mengetahui peruntungan nasib dari seseorang, dimana biasanya orang yang bersangkutan harus terlebih dahulu mengikuti aturan tradisi yang ada dengan cara mengocok batang bambu kecil, menyerupai sumpit berukuran sekitar 10 cm yang diletakkan di dalam sebuah wadah gelas, dimana setiap batang bambu tersebut memiliki nomor yang sudah disesuaikan dengan jumlah kertas syair (Sumber: mbah google)
Kenapa saya males? Haha,,kantong saya terlalu cethek untuk dirogoh duit 20rb sekali masuk, biaya itu kalau kita nggak bawa dupa loh, kalau bawa dupa beda lagi, kita cukup membayar 10rb untuk beli dupa, dan dengan menenteng-nenteng dupa itu 2 orang boleh masuk ke area Ciam Si yang berisi 4 bangunan klenteng.
Well, singkat cerita, karena masih penasaran dengan ramalan Ciam Si, junior saya—sebut dia Dek Nad—merengek minta diantar lagi ke Sam Poo Kong.
Berempat kami datang. Saya, Dek Nad, Ulli, dan Dek Iid.


Kiri ke kanan : Ulli, Saya, dan Dek Nad

Berposeee,,haha
Bangunan klenteng pertama menolak kami, kami ditunjuk agar menuju bangunan paling pojok. Suhu disana sedang tidur-tidur ayam saat kami datang. Dengan tidak sopannya kami membangunkan beliau. Saat membuka mata, beliau langsung bertanya dengan nada gahar : ‘ Apa tujuan kalian kemari?’
‘Glek’
Dengan muka bodoh dan polos kami berkata bahwa kami ingin diramal. Haduh, benar kata bapak satpam yang menghadang saat kami akan masuk, kalau kami tidak serius dengan Ciam Si kami, suhu di sana tidak akan menerima kami. Mendengar jawaban bodoh kami, sang suhu malah mengajak kami ngobrol—woo, bukan ngobrol, tepatnya kami dinasehati--.
Beliau menolak men-Ciam Si kami. Beliau bilang karena kami masih mahasiswa, masih belum saatnya diajak tua dengan hal-hal yang berbau ramalan seperti ini. Kami disuruh belajar 3 hal terlebih dahulu, yaitu : Kentut, Kencing, dan Berak. Haha. Maaf atas sebutan kasar saya. Kalau kami sudah mahir 3 hal tersebut, kami baru boleh kembali untuk melakukan Ciam Si.
‘Ebuset, kalau 3 hal itu mah kagak usah diajari, bayi pun bisa.’ Jawab saya.
Beliau langsung menyuruh saya menepuk perut dan pergi berak sekarang juga. Hoo, mana bisa cobaaa. (>.<)
Makanya dilatih, sahut beliau. Dilatih pun juga susaaaaah, pikir saya. Itulah, 3 hal tersebut datangnya dari Allah, kalau Allah belum menyuruh kita kentut, kita tidak akan kentut. Tidak bisa kentut kita bisa dirawat di rumah sakit loh (>.<). Sama pula dengan kencing dan berak.
Ternyata 3 hal tersebut punya suatu filsafat. Tuhan—Allah—tidak menciptakan 3 kegiatan tersebut tanpa maksud. ‘Kita diperingatkan setiap harinya dengan cara yang halus.’kata sang suhu.
Ada 3 wujud benda di dunia ini menurut ilmu IPA yaitu : Padat, Cair, dan Gas.
Kentut mewakili perwujudan Gas. Tidak dapat disentuh tetapi ada. Mirip seperti hati kita yang tidak terlihat tetapi ada. Kita kentut supaya badan kita bersih dari zat-zat beracun, berarti kita juga harus ‘kentut’ untuk membersihkan hati kita dari perasaan2 buruk. Jangan menyimpan perasaan yang dapat melukai hati kita.
Kencing mewakili perwujudan Zat Cair. Otak kita terdiri dari hampir 80%-nya air. Dengan kita ‘kencing’ kita membuang pikiran-pikiran buruk yang mengendap dalam otak.
Dan yang terakhir Berak. Kita jarang, bahkan hampir tidak pernah berak tanpa kencing bukan? Bahkan pertanda awal kita akan BAB, kita pasti kentut dahulu. Ini menunjukkan bahwa “Dengan hati yang bersih, pikiran yang positif, maka badan kita akan dengan sendirinya sehat untuk melakukan perbuatan yang baik”. Iyap, berak itu mewakili perwujudan benda padat. Badan kita adalah benda padat, karena kita tercipta dari tanah yang merupakan benda padat.
‘Kentut’, ‘Kencing’ dan ‘Berak’ dalam tanda kutip bisa dilatih dengan lebih mendekatkan diri ke Sang Pencipta.
Saya tertegun mendengar penjelasan panjang lebar sang suhu. Uwow. Saya tidak pernah berpikir begitu. Selama ini saya kentut ya kentut saja, kencing ya kencing saja, BAB ya BAB saja. Tidak menyangka bahwa ritual belakang itu memiliki arti. Well, terlepas dari apakah itu adalah arti yang dipas-paskan sehingga menimbulkan pemikiran atau bukan, saya tidak peduli. Saya pikir perkataan suhu ini hebat.
Saya akan berusaha. Berprasangka baik, berpikiran positif, dan berlaku baik. Yosh,,@.@q

Yosh!!

Tahun Baru 2012 - Pantai Buyutan!!! Another Heaven Down There (baru sempet posting>.<)


.


Dari kiri ke kanan : Reza, Yopek(duduk), Saya, bang Krisna, Mitha, Gani

Tahun Baru,,,@.@/
horeeee,,,
2012.
Tahun dengan pengharapan terbesar seorang mahasiswi tingkat akhir untuk lulus dengan nilai memuaskan dan segera mendapatkan pekerjaan. Amin.
Tahun dimulainya standar kedewasaan, karena yah,,saya memang harus lebih dewasa dalam menyikapi apapun. 8)
2012.

Persawahan yang kami lewati sebelum mencapai ujung tebing.
Dimulai dengan indah. Trip yang mantap. Dengan diguyur hujan yang mantap pula. Haghaghag.
Kami, 6 orang bersemangat yang berharap mendapatkan malam tahun baru dengan sempurna, jauh dari kebisingan kota, mendatangi pantai yang masih virgin. Bahkan sampai sekarang pantai itu masih tetap virgin. Dulu kami pernah trip kesana juga, tepat setahun yang lalu di bulan Desember. Dan kali ini kami ingin mengulang sensasi pantai ini untuk kedua kalinya. Pantai buyutan. Another heaven down here. Kenapa ‘down there’ karena kami memang harus menuruni tebing untuk mencapai pantai ini.
Sabtu, 31 Desember 2011
Kami ber-6, saya, Reza, bang Krisna, Gani, Mitha, dan Yopek berangkat jam 12.00. Dua orang terakhir merupakan rombongan dari Jogja. Gani yang notabene adek saya memaksa ikut, padahal dia baru saja pulang kampung dari Jakarta. Fiuh, ketahanan badanmu mantap le,,,(‘le’ kependekan dari ‘tole’ sebutan bagi anak lelaki).
Di pasar Batu, kami membeli beberapa kembang api untuk merayakan malam tahun baru. Sebenarnya saya sedikit tidak setuju dengan ide ini, karena hedeeeeh, bukannya itu sama saja memulai tahun yang baru dengan membakar duit y kawan?? Aiiih,,tapi apa boleh buat, suara terbanyak yang menang, saya cuman ikutan nyumbang kegembiraan saja deh (sebenarnya g punya duit buat ikutan nyumbang,haha).
Jam 4 kami nyampe dirumah terakhir. Rutenya? Hooo,,,rute pernah dibahas pada postingan setahun yang lalu, ini dia. Dulu kami membawa motor kami sampai ujung tebing, melewati jalan offroad yang parah. Namun kali ini, guna ngecamp di bibir pantai, kami menitipkan motor kami di rumah terakhir, yaitu rumahnya pak lurah. Padahal sebenarnya jalan menuju ujung tebing sudah diperbaiki, sudah layak untuk dilewati. Kami tetap memilih jalan kaki. Mantap. :P
Di ujung tebing, kami bertemu dengan 2 orang, mbak Rama dan Richard. Mereka dari Jakarta. Mereka punya waktu 10 hari untuk menyasarkan diri, dan sengaja menyasarkan diri, terlemparlah mereka ke pantai Buyutan. Sempet kenalan sebentar basa basi, kemudian mereka curhat bahwa mereka butuh kota terdekat untuk menginap, tawaran dari kami pun muncul, tawaran untuk ngecamp bareng, ikut merayakan malam pergantian tahun. Tawaran diterima, mereka bahkan menyumbang beberapa kelapa muda untuk kami. Haha. Mbak Rama itu asli Jakarta, sedangkan Richard itu bule dari Inggris (Wales lebih tepatnya).
Malam sempurna.

Kiri ke kanan : bang Krisna, Reza, Yopek, Richard, mbak Rama, Mitha, Saya, Gani
Walaupun tidak sesempurna tahun lalu, tapi setidaknya hujan belum turun. Ada beberapa titik bintang terlihat. Kami tiduran, main kartu dan bikin minuman hangat untuk membunuh malam, menunggu detik-detik pergantian tahun. 7 menit sebelum tepat jam 12, kembang api disiapkan. Dan,,,horeeee…
Happy new year temannnn,,,
Minggu, 1 Januari 2012
Setelah puas main kembang api, tidak ada lagi yang bisa dikerjakan, kami tidur. Belum sempat pulas, grimis, kemudian hujan. Saya dan reza, mbak Rama dan Richard masuk tenda, yang lainnya tidur di gubuk nelayan. Untung ada gubuk ini, kami sangat amat tertolong dengan adanya gubuk ini.
Sekitar jam 3 pagi, hujan makin deras, tenda kami bocor, T.T, akhirnya kami semua tidur sambil duduk di gubuk nelayan. Haha
Matahari datang juga akhirnya, kami main air sepuasnya, poto sepuasnya dan menikmati hari sepuasnya.
Jam 9 kami packing, siap siap jalan kaki menaiki tebing dan kembali ke rumah pak lurah. Panaaaaas pol. Buset, kulit kami berubah dengan sempunanya. Gosong, bercampur keringat dan pasir putih. Walaupun di bibir pantai kami menemukan mata air, itu belum cukup untuk membilas diri. Kami tetap perlu mandi,>.<.
Jam 10.30 kami numpang mandi di rumah pak lurah. Masyaallah, baiknya mereka. Udah numpang mandi, masih saja dibikinin teh anget. Haiih…terima kasih pak, bu. Kami bantu promosi pantainya yak.
Yup, sempet ngobrol denga pak lurah, beliau meminta kami untuk ikut mempromosikan pantai ini sebagai tujuan wisata, karena letaknya yang berdekatan denga pantai Klayar dan pantai Nampu yang akses masuknya lebih mudah, membuat pantai ini kalah saing, padahal kalau dibandingkan pantai ini lebih mantap, lebih indah, lebih virgin dan lebih segalanya. Yah, walaupun dapat dikatakan lebih sulit akses jalannya. Tapi suer ampe meler, kalian nggak bakal menyesal berjalan jauh.
Jadi bagi hayuuuuuuk kunjungi pantai BUYUTAN,,,,
Kami otw pulang, lewat Gua Gong, buseeeet,,,rame banget jalannya. Sampai heran sendiri saya, apanya yang bagus dari gua ini,=.=’’. Kalau kata Reza, gua ini punya kipas angin di dalamnya, makanya bagus dan banyak dikujungi. Hedeeeeh. Nyampe pasar Batu, hujan mulai turun, dan setia menemani kami sampai kota Solo. Solo banjir. Hiks. Ikut berduka dan berdoa bagi warga Solo yang rumahnya kena banjir. T.T
Yup, that was our perfect new year eve. Haghaghag. Hujan yang mantap. Seperti kepercayaan orang Cina yang berkata bahwa hujan diawal tahun membawa rejeki maka semoga tahun ini pun penuh dengan rejeki bagi siapapun. Amin.

Trip to Pantai Buyutan(\@.@/)


.

yang moto uje,,

pantainyaa keren kan??

haha..

yang moto Lia..

madhan yang moto..

Tanggal 24-12-2010 sampai tanggal 25-12-2010, hari Jumat sampai hari Sabtu kemaren kami ngecamp di Pantai Buyutan. Pantai yang terletak berdekatan dengan Pantai Nampu. Kalau tak salah setelah Pantai Nampu dan sebelum Pantai Klayar. Kami ber-10. Saya, Reza, Krisna, Uje, Angesti, Rina, Danu, Tia, Lia dan Madhan. Dua orang terakhir barasal dari Jogja. Rombongan yang menamakan dirinya sebagai Backpacker JOSS(Jogja Solo Semarang). Haha.
Sebenarnya rencana awal kami mau berangkat pagi, tapi berhubung rombongan yang dari Jogja belum sampai ke Solo maka kami menunda keberangkatan dari yang awalnya diundur setelah Jumatan menjadi jam 3-an kita baru bertolak dari Solo. Haha. Ngaret pol.
Informasi tentang Pantai Buyutan didapat Reza(kita panggil saja dia kakung)dari mbah google. Nyasar-nyasar ke blog orang gara2 blogwalking dan tercetuslah tujuan pantai Buyutan. Kami sama sekali nggak tau medan, yang tau cuman si kakung, berbekal poto yang telah dia liat, dia bilang jalan yang bakal kami lalui offroad. Dan ternyata benar. 100 persen benar dan bikin kami keringatan di tengah malam yang dingin. Buset, padahal saya cuman penumpang,,haha.
Solo, Ngadirojo, belok kanan, arah ke Pacitan, Baturetno, masuk Jatim, desa Punung(cari pasar Punung),belok kanan lagi, cari desa Kalak, belok kiri (menuju jalan offroad, tanya orang biar lebih jelas kapan harus beloknya), lurus terus dan berjuanglah menaklukkan medan yang berat. Badan akan tergoncang dan hati-hati tergelincir. Mentok sampai ketemu sawah di ujung tebing.
Kami sempet beberapa kali berhenti hanya untuk bertanya arah. Dan memastikan ada tidaknya pantai Buyutan(karena yang tau keberadaan pantai ini hanya kakung, dan saya kurang percaya,haha). Saat bertanya pertama kali pada ibu2 di sekitar 5 km sebelum pasar punung, ibunya bilang ‘wah,,pantai Buyutan itu nggak ada mbak,,,’
Hek,,bikin kwatirkan.
Tapi pas kita isi bensin di sebelah kanan jalan, ada informasi dari bapak2 tentang adanya pantai Buyutan. Fiuhh,,,syukurlah,ada beneran ternyata. Xixi.
Pas Tanya untuk ketiga kalinya di mas2 konter, masnya nanya,’Rombongannya banyak pa dikit mbak?’. Truz masnya liat rombongan kami yang ber-10 kemudian dia berwajah lega. Pas ditanya kenapa khawatir dan bertanya, mas-nya bilang,’Kalo cuman dikit ntar kalian dimakan setan, soalnya pantai Buyutan jauh dari pemukiman’. Heeeekkkkk,,,horror oq masnya, bikin kita deg-degan saja.
Ini kronologisnya:
14.30-an : kita berangkat dari solo
19.00-an : kita sampai!!! Hore!! Tepat di ujung tebing, mendirikan tenda, makan logistic, kemudian main kartu guna membunuh waktu. Malam masi panjang teman. Banyak bintang. Sempet mendung, tapi syukurlah mendung tertiup agin darat ke laut. Bintangn kembali bersinar, kali ini disertai Bulan. Bulannya mantap. Langit cerah pol. Tenda hanya diisi 4 orang, saya mah milih tidur beratapkan bulan+bintang di samping kehangatan. Haha
05.00-an : mulai pagi dan aktivitas persiapan untuk ke pantai dimulai. Ganti celana pendek, pakai sunblock, persiapan kamera, poto2 narsis dulu. Kita perlu menuruni tebing untuk mencapai pantai. Pantainya sangar,,,virgin pol. Serasa pantai pribadi. Haaaahhh,, merefresh otak. Pasirnya putih, karangnya mantap, lautnya bening, langitnya mendukung. Kebersamaan yang menyenangkan. Lagi lagi lagi,,,saya nagih,,,lagi lagi lagi…
09.00-an : saatnya pulang, kembali ke tenda. Nanjaknya mantep, bikin kringetan juga. Hahay
10.00-an : time 2 go home. Berencana mampir gua gong. Sampai gua gong ternyata rame parah. Liburan natal, liburan anak SD. Berpuluh bis parkir. Berasa aneh, dari yang mulanya di daerah virgin, tiba2 diserbu manusia di sini. Kami cuman numpang poto ditulisan gua gong, biar berasa sudah pernah ke sana walaupun nggak masuk gua, haha
12.00-an : sempet makan siang di daerah pasar Punung. Lapar itu apapun menjadi nikmat. Haha
Otw pulang. Madhan ma Lia lewat yang langsung arah Jogja, kita berpisah di pertigaan, mereka berjanji upload poto lewat fesbuk. Soalnya yang bawa kamera cuman si Lia. Thanks 4 her. Berkat kameranyalah ke-ababilan kita terekam sempurna.
Untung kekhawatiran terbesar saya nggak ada satupun yang kejadian. Salah satu ban rombongan kami ada yang pecah : nihil, hujan : nihil. Pasti berkat kita berdoa dulu sebelum berperang. Thankyuu ALLAH SWT. Cup cup muach.
Next trip kemana y,,,
Haha
cy

Sindoro...3163 Mdpl.....puncak!!!!


.


Saya mengijak Puncak Sindoro!!!!!!!!!!!!!!!!
wakakakakak,,,

tanggal 10-11 April kemaren mapateksi mengadakan fun hiking. pesertanya gila-gilaan,,hampir 150 orang. rekor bagi mapateksi,,,

Gunung Sindoro,,,gunung kembaran Sumbing. 3163 MDPL.

Pas mau berangkat, eike benar-benar berikhtiar dalam hati bahwa akan menghirup udara puncak. eike rindu puncak. Merasakan gairah kota bintang, udara dingin yang menyengat dan kepuasan batin yang diperoleh bila berhasil menginjakkan kaki di puncak. Selain untuk mengobati patah hati juga si,,,waha.

Perjalanan dimulai dari beskem yang berlokasi di Wonosobo, deket perbatasan Temanggung. ada 4 sesi perjalanan.

Beskem--Pos 1
Perjalanan sesi pertama ini indah sekali, tidak ada jalan menanjak, hanya lurus tanpa belokan. kanan kiri adalah perkebunan sawi dan lombok hijau. tenaga masi kenceng, fresh, nggak terpengaruh udara dingin. Walaupun pas kita berangkat sempet ada grimis mengundang.

Pos 1--Pos 2
Jalan mulai memasuki hutan. Berhubung pas berangkat kita ber-gelap ria, maka tidak sadar apa yang ada dikanan kiri, taunya cuman lampu senter doang. Pas turun, ternyata kita melewati hutan pinus.

Pos 2--Pos 3
Buset,,,berat,,,jalannya menanjak parah. Lewat batu2 vertikal,,
Mana jauh lagi,,
Nafas mulai ngos-ngos-an,,,kita sering berhenti. Sekedar membasahi tenggorokan dan mengatur nafas. Pas berhenti dan menengok ke belakang,,,terhampar pemandangan kota di bawah kita,,buset,,,pemandangan inilah yang selalu eike rindukan bila naik gunung. Capek,,,tapi puassssssss,,,
Sayang bukan kota bintang,,soalnya kota dibawah mendung,,,malah terlihat petir nyambar-nyambar,,,tapi lampunya thok udah bagus oq,,,
Saat mencapai pos 3,,,rasanya seperti menemukan surga,,di sana sudah terpasang beberapa tenda yang telah dipersiapan tim advent yang naik sehari sebelumnya.
Eike langsung menuju tenda panitia dan melungker mencari kehangatan dibawah SB Hanif,,,berpelukan ma Hanif,,,tetap saja dingin,,,
Kita sampai dipos 3 kurang lebih jam 11 malem.

Pos 3--Puncak
Sekitar jam 2 kita dibangunin. Bagi yang mau muncak silahkan bersiap-siap.
Eike semangat 45 keluar tenda. Udara dingin langsung menusuk parah. Berbekal sarung tangan dan kaos kaki serta salonpas dihidung eike berangkat.
Saat melongok ke atas,,,
Buju buset,,,bintang-bintang banyak banget. puol,,,nggak bakal terlihat kalau kita di kota. Apalagi kota Semarang. Langit cerah. Malah katanya ada yang sampai ngliat bintang jatuh. Haih,,,pengen.
Perjalanan terakhir ini membunuh jiwa dan raga.
Terdapat 3 puncak palsu yang bikin kita terus berpikir 'Kapan sampai???' dan 'Mana puncaknya?????'
Mendaki yang benar-benar mendaki. Hampir 45 derajat lebih malah.
Jam setengah 6,,,kita belum juga mencapai puncak,,,
Semburat merah sudah terlihat. Kalau mengejar sunrise nggak bakalan dapet. Jadi poto-poto dulu ma sunrise,,mataharinya nggak nongol, cuman semburat doang, soalnya sisa mendung masi tertinggal.
Jam7 eike nyampe puncak.
Terdengar musik dangdut. Yap, panitia menyiapkan soundsystem buat jogetan gila di puncak.
Mie dimasak. Air dipanaskan bikin kopi instan.
Semua kebagian dikit-dikit,,yang penting perut terganjal.
Di puncak ada kawah menganga dengan genangan air yang lumayan dalam. Eike males masuk ke kawahnya. Nggak mau naiknya. jadi cukup dilihat dari atas saja.

Setelah bersenang-senang memuaskan diri poto-poto, sekitar jam setengah 9 kita turun.
Perjalanan turun lebih menyiksa ternyata. Kaki rasanya mau lepas. Jalan eike udah kayak pinguin kawin. Bentar-bentar istirahat. Nggak berani lari kayak yang lain, takut kepeleset dan mencium batu-batu segedhe gajah.
Sekitar jam 4 kita sampai beskem.
Itu pun karena bantuan ojek yang tersedia setelah kita turun ke pos 1. Jadi dari pos 1 ke beskem, kita ngojek. Dapet 15ribu, dan ternyata mahal,,,eike kurang canggih nawarnya...bah

Sesampainya di beskem, badai datang. Padahal 5 huruf belum turun. Eike khawatir setengah hidup. Tapi syukurlah jam 7-an dia nyampe dengan kaki kesleo dan wajah memilukan.

Ditunggu sampai jam 8 hujan badai baru lumayan reda. Hingga akhirnya kami berani pulang ke semarang. Melanjutkan aktivitas yang untuk beberapa saat terlupakan.

Sindoro, 3163 Mdpl, 10-11 April 2010 (untuk saat ini 'nggak lagi-lagi naik Sindoro')
cy

Mbah marijan,,,kami datang,,,,


.


19-20 desember 2009-12-23


Waha,,,eike berhasil menaklukan MERAPI,,


Hore hore hore,,


Hebat toh? Hebat kan? Hebat ui,,,


Well,,,batas hebat ma bodoh itu memang deket,heee,,,


Ini kronologisnya :


Jam 4 sore kita ngumpul digsg, menunggu truk dengan manisnya, bercengkrama haha hihi dan berpoto-poto ria,,


Truk datang kita berangkat seperti kambing dan sapi yang hendak disembelih saat hari raya kurban, wajah kita merona penuh semangat, dan berikhtiar dalam hati,,mbah marijan kami datang.


Perjalanan dengan truk selama 3 jam membuat kita bosan setengah mati, tergencet nggak bisa gerak, kaki terkunci, pegel menghantui. Yah, setidaknya truknya dikasih terpal jadi kami tidak ter-expose terlalu liar. Cuaca saat berangkat agak-agak mendung menggantung(hal lain yang kami syukuri selain diberi terpal). Kami melaju ke daerah Selo, basecamp pertama pendakian. Dari Semarang ke Boyolali saja sudah memakan waktu lama, nah, dari Boyolali ke Selo itu lamanya juga sama saja, berhubung saat melintas menuju Selo keadaan sudah gelap, eike jadi kurang paham ma medannya. Tapi yang jelas si menanjak dan sempit. Apalagi sopir truknya nggak terlalu tau jalan, jadi beberapa kali kita berhenti guna tanya pada penduduk sekitar. Malahan truk kita kebablasan, waha.


Parkir truknya ngeri ui,,hampir 30⁰,,,buset dah, takut tiba-tiba meluncur turun dengan sendirinya.


Sampai beskem sekitar jam 7-an, kita haha hihi, poto2, ma makan makanan yang kita bawa. Makanan yang harusnya buat bekal naik malah kita makan dengan riangnya. Suhu disana dingin. Sekitar 25⁰ C. Kita menggigil dan segera mengeluarkan segala perangkat penghangat. Kita bakal mulai naik sekitar jam 01.00. Acara selanjutnya adalah ramah tamah. Anak2 2007 yang ikut selain anggota mapateksi lumayan banyak. Ada BL, BJ, Pandu, Jembling, Armed dan Tito.


01.00


Kita naik. Mulailah perjalanan panjang menanjak dingin dan terjal kita. Baru beberapa meter eike muntah. Makanan yang disediakan di beskem keluar dengan indahnya. Amis. Soalnya kita makan telur. Kita berhenti dulu, mengatur nafas. Syok udara dingin dan perut eike yang emang sedang bermasalah membuat eike terlihat lemah. Agak mendingan, kita jalan lagi, dapat 700-an meter, eike minta break lagi, muntah lagi, untuk kedua kalinya. Lebih banyak dan semakin memalukan. Jalan lagi, dan berhenti, eike muntah lagi. Berulang hampir 6 kali pemberhentian sampai perut eike kosong dan badan eike terbiasa dengan udara dingin.


Muntahan berhenti, tapi jalan semakin menanjak. Semakin terjal. Break semakin sering. Kalau nggak eike yang minta break, ya palingan Ninong yang minta.(Ninong: temen sesama mapateksi, kekuatan fisik: hampir sama dengan eike). Ninong juga muntah di awal2, tapi dikit, jadi nggak terlalu memalukan, tertutup oleh muntahan eike yang banyak dan sangat memalukan.


Ninong dan eike berkonspirasi menjelang habisnya tenaga kita. Kita sepakat berhenti di jalan saja. Jantung sudah kembang kempis nggak karuan, kepala pusing, kaki gemeteran, kita menyerah saja. Berhenti saja di sini(pendakian hampir sampai ke pos 2). Tapi kita dibujuk,yang lain bilang, 5 menit lagi nyampai pos, daripada kedinginan, dan kelaparan berdua disini, kami pikir dipos 2 bakal ada temen berbagi kehangatan. 5 menit berlalu, belum sampai, ayo 5 menit lagi,,,ucap yang lain menyemangati. Eike tau mereka membohongi kita agar jangan menyerah, tapi tetap saja setiap kali mendongakkan kepala dan melihat sorot lampu senter di atas kita mengeluh panjang. Eike ditarik oleh BJ, kaki eike sempoyongan, apa jadinya kalau tidak ada tarikan tangan darinya. Ninong ditarik oleh BL. Mereka berdua laksana pahlawan yang menolong kami sampai pada pos 2.


Pos 2


Jam 05.30


Dingin puol!!!!!!!!!!!! Nggak tau berapa suhunya. Kurang paham dan sudah terlalu mati rasa akibat dingin yang berlebihan. Walaupun begitu kita sempet poto2 dulu. Dengan menahan dinginnya angin.


Di kejauhan tampak semburat merah matahari terbit. Hauh,,,indahnya,,,hanya untuk pemandangan inilah eike rela muntah dan berkaki gempor. Apalagi saat malam sepanjang kita menanjak naik, kota dibawah tampak berbagai lampu berkelap-kelip menyatu dengan langit yang cerah. Kota bintang. Saat break, eike selalu merasa puas memandang kota bintang yang terpampang dihadapan mata. Indah. Eike kenal dengan istilah kota bintang pada pendaian perdana eike, saat naik Gunung Lawu, saat itu juga terhampar kota bintang di hadapan eike. Sama indahnya.


Waha romantis.





Eike dan Ninong ditinggal di pos 2 atas keinginan kami. Setidaknya sudah setengah puncak-lah. Waha. Kita sudah menyerah kalah. Kalah dengan fisik dan janji yang eike buat pada emak eike. Eike berjanji hanya sampai tengah, tidak akan muncak. Dan disinilah kami. Kedinginan menunggu. Sampai jam 9, menunggu yang lain turun. Pasar Bubrah pun kami tidak menginjaknya. Padahal ada STJ(Serah Terima Jabatan) di sana. Sendi dilantik jadi ketua mapateksi yang baru. Sedikit menyesal nggak ikut upacara. Yah, biarlah, Sendi pasti mengerti. Waha


06.00 – 09.00


Dari pos 2 jaket2 orange tampak mendaki. Kami berdua bisa melihat yang lain menanjak menuju puncak. Sedangkan kami kedinginan sangat di pos 2. Kelaparan juga. Nggak ada makanan. Ough, bodonya kami...bekal makanan yang harusnya buat bekal makan di atas sudah kita habiskan di beskem.


Wakakakakakak...


09.00 – 12.00


Penantian eike dan Ninong berakhir,,,


Kita turun, bareng – bareng. Ma BL,Armed, dan Pandu. Yang lain mah baru pada muncak. Kita yang kelompok hore turun duluan. Berhubung jalannya ternyata mengerikan kita turun dengan pelan2, bentar-bentar istirahat. Jadi nyampe beskem lagi lama buanget,,,,wakakakakaka


Batas hebat ma bodoh memang deket,,,,


well,,,


Walaupun tidak sampai puncak, setidaknya sudah pernah menginjakkan kaki di gunung Merapi, dan setidaknya punya cerita buat anak cucu nanti. waha






cy

pantai Nampu, Pracimantoro


.

WAAAAA,,,,,
Laporan,,,LAPORAN!!!!!!!!!!!!!!
Inilah laporan perjalanan eike yang senantiasa sibuk ini. Wakakakakakakak. Biarpun saat nggak sibuk, eike sibuk menyibuk-nyibukan diri.
Saking berusahanya eike dalam menyibukan diri, eike ampe tepar. Tepar terdampar di tempat tidur, dengan badan menggigil nggak karuan. Kesemutan. Eike ampe nggak bisa ngrasain wajah manies eike sendiri. Parah banget de panasnya. Sakit panas terparah eike sepanjang hayat. Wehe.
Eike sakit selama 2 hari, yaitu hari Senin-Selasa(24-25/11/2008).
Banyak hal yang menyebabkan eike sakit hingga terdampar dengan nistanya di kasur. Banyak hal tersebut terangkum menjadi satu, tertulis dengan satu kata ber-imbuhan depan dan balakang, yaitu : KECAPEAN!!!!!!!!!!!!!!!!
Ya oloh, eike yang strong girl gni bisa tepar gara2 kecapean??
Busyet dah,,,
Padahal biasanya tenaga kebo.

Ini dia sederet kegiatan yang menyebabkan eike ambruk,
  1. Kamis(20/11/2008), ultahnya Inggrit.
Eike pulang ke bawah jam 18.30, baru aja eike keluar dari kos-nya Indah, eike di sambut dengan isak tangis, eh, nggaklah, eike disambut ujan deres banget yang nauzubillah tiada ampun. Untung sebelumnya eike sempet minjem mantolnya Indah. Walo cumin atasannya thok, setidaknya dada eike nggak basah.
  1. Jumat(21/11/2008)
Jam 17.30, eike pulang Solo ma BL naek motornya INdah. Sebenernya si kita selamet nggak ke-ujanan, tapi dinginnya pol!!!! Sampe salatiga, kita mampir ke rumahnya Inggrit, niat minta maem anget gtu, tapi cumin disuguhi the anget. Tidakah kau liat wajah kelaperan kita Crit??
Nggak pape deng,,,yang penting kita diberi yang anget2.
Syukur eike disuguhi, nggak diusir dan ditendang bertamu malem2.
  1. Sabtu(22/11/2008)
Jam 3-an soer, eike ma Dinar puter2 Solo, nyari spot Potro yang bagus dan keren. Kita potro2 di Manahan, trus kita ke Grand mall, makan, trus puter2 bentar, trus ke Galabo, cumin jalan2 + potro2 nggak jelas, kita muterin Benteng Vastenburg, mampir bentar ke arena bermain Luwes Sangkrah, trus maen balap motor. Potro2 di depan kantor pos, di depan air mancur baru di ujung jalan Samet Riyadi, potro ma anak2 punk kecilnya Solo. Dan selesai tepat jam 21.00.
  1. Minggu(23/11/2008)
The big day.
Eike, Dinar, Gani, Ibun eike, Bulik eike, mbak Anraw ke pantai Nampu. Teukah anda dimana itu pantai Nampu???
Salah satu pantai yang katanya masi virgin gtu. Letaknya di daerah Pracimantoro. Kita lewat Wonogiri, trus lewat banyak desa2 untuk menuju kesana. Eromoko, Sambiroto, Giritontro, desa Jatirejo, desa Ketos, Sambiharjo, Gudangharjo, dan Gunturharjo adalah salah banyak dari beberapa desa yang kita lewati. Eniwei eike punya pertanyaan yang nggak penting ni, kenapa banyak banget dipakai kata “HARJO” di belakang nama tiap desa?? Ada yang bisa menjawab??
Katanya HARJO artinya SEJAHTERA ya???
Iyakah???
Kita2 pengen membuktikan seberapa virgin pantai NAmpu itu.
Sebenernya rencana perjalanan hanya eike ma dinar thox, dengan tujuan ke Waduk Gajah Mungkur, tapi malah berkembang ke apntai Nampu.

Oiyep, eike sangat amrat membenci POLISI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kenapa tiba2 eike nulis hal ini?
Karena eike ma Dinar, bulik ma mbak Anraw ketangkep di pertigaan mau masuk Wonogiri kota. Nama polisi itu SIDIG BEGO SEKALI YANG NGGAK BISA NANGKEP ORANG. Wong eike ma dinar nggak salah masak STNK motor Dinar ikutan ditilang.
Pak polisinya BUTA.
Nggak jelas dan nggak cetho.
PECE!!!
Harusnya pakai kacamata KUDA tu biar bisa liat lurus, nangkep yang bener2 salah.
Eike ma Dinar tu lurus Pak, nggak belok, klo luruskan nggak ngikutin lampu. Pye to???
Eike sempet punya potro bapaknya yang item mbletot2 nggak jelas penuh lemak dimana2, tapi berhubung Bapak Sidig malu punya perut Gedhe isinya lemak dan nggak punya bokong buat ditendang makanya beliau malu untuk dipotro. Nyuruh eike ngapus potronya. Haih, sape yang mau nyimpen potro ente pak,,,buat medheni tikus mungkin, biar tikusnya mabok.
Moga2 eike nggak jodoh ma POLISI, palagi POLISI lalu lintas gendut yang wajahnya doyan uang, ihhh,,,,amit2.

Dan ternyata, pantai NAmpu bagus banget!!!!!!!!!!!!!!!!
Sak pol-e!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Agak sedikit kotor si,,tapi pasirnya putih,,,nggak nyangka banget pasirnya putih.
Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Saking terseponanya ma Nampu, eike masi kebayang ampe sekarang.
  1. Senin(24/11/2008)
Pagi jam 6, eike ma BL balek ke Semarang, naek motor Indah, sempet mampir ke UKSW. Bagus ik kampusnya. Go green banget. Di dalem kampus nggak bole pake motor, jadi muter2 kudu pake kaki. Dan di sinilah eike merasa badan eike mulai nggak enak.

Dan teparlah eike. Belom sempet pulang empat tante eike, jadi eike dirawat ma INdah, Ree, Dee, Ifa, ma Mbak Jul. thankyong buat mereka.