Tampilkan postingan dengan label lopelope. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lopelope. Tampilkan semua postingan

Empat Bulan Lagi..


.

Mari menulis tentang persiapan pernikahan.

Berasa masih lama saja hari H-nya. Padahal sekarang tinggal 4 bulan lagi. Deg deg an.

Well, baiklah, pertama-tama saya mulai dulu cerita ini dengan review cepat kejadian setelah postingan terakhir. Di postingan terakhir tanggal 24 November 2014 kemaren ada buanyak kejadian (Oh my God, ternyata udah beda tahun). Salah satunya yang paling penting adalah kejadian dibulan Januari. Tepatnya 9 Januari 2015.

Keluarga abang datang ke Solo.

Bunda, Papa, Adeknya, Ete las, dan suami, serta abang.

Kedatangan mereka adalah untuk meresmikan lamaran pribadi abang di bulan November. Sowan, ngobrolin hubungan kami, dan langsung tukar cincin. Alasan langsung tukar cincin adalah karena jarak Jakarta – Solo itu jauh. Jadi daripada bolak balik dengan niatan yang sudah jelas, maka sekalian saja. Penentuan tanggal pernikahan juga dilakukan di kunjungan ini. Dengan mempertimbangkan tabunagn kami, kepulangan saudara abang, hitungan Jawa dari nama dan tanggal lahir kami berdua, dan kepentingan kepentingan lain, maka dipilihlah bulan Desember sebagai bulan pernikahan kami.

Bismillah..
28 Desember 2015. Insyaallah. Semoga lancar sampai hari H. Amin. Bismillah.

Bulan Januari ke Desember itu masih lama. Jadinya santai. Beli seragam, beli seserahan, dan beli-beli hal besar sudah done di sebelum lebaran.
Beli Seragam..

Konsep undangan, pemilihan warna, sudah diserahkan ke mbak Ana – mbak dari budhe yang notabene anak design. Jadi aman.

Konsep sovenir pun sudah jelas. Tinggal beli dan dihias.

Gedung, catering dan dekorasi juga sudah dipesan. Tinggal icip makanan.

Make up udah jelas mau pakai siapa.

Yang belom adalah :

1.       Dokumentasi.
Yak. Akad kami rencananya akan diselenggarakan di gedung, satu gedung dengan resepsi. Akad pagi, resepsi malam. Nah, kalau untuk resepsi, dokumentasi sudah include di paket pernikahan yang disediakan, sedangkan untuk akad exclude. (Iyak, kami memutuskan memakai paket pernikahan. Memutuskan untuk percaya ke paket pernikahan, semoga sesuai bayangan. Amin). Jadinya dokumentasi untuk akad harus kami sediakan sendiri.
Sudah ada tukang foto kenalan sih, tapi belum fix.

2.       Baju akad
Ini nih. Sampai sekarang masih belum ngejahiti. Kain sih udah ada lama. Tapi belum juga sempet ngukur badan. Mana badan makin melar. Haha. Eniwei, baju buat yang laki juga belum kepikiran. Aduh.

3.       Surat2 untuk daftar KUA
Karena masih 4 bulan lagi, jadi masih bisa sedikit santaaaai (tapi kepikiran). Iyak, untuk daftar nikah itu waktunya 3 bulan sebelum. Jadi masih ada sebualn lagi sebelum semuanya terdaftar. Auauau..

4.       List acara dan daftar among tamu
Ini belum dibuat juga. Bakal dibuatin tetua kampung yang ngerti acara adat sih. Jadi ya sudahlah, serahkan semuanya ke ibu dan bapak. Saya mah iya iya aja.

Ah, ternyata cuman tinggal 4 item yang belum fix. Kok rasanya buanyak ya. Haha.

Well, setahun persiapan aja ribet, apalagi yang cuman persiapan 2-3 bulan. Nggak kebayang. Hebat mereka.
Bapak maen ke Jakarta.

 Eniweiiii..kemaren tanggal 15 Agustus 2015 Bunda dan adeknya abang ke rumah lagi. Nganterin seserahan. Niatnya sih minta tolong dihias di Solo, karena repot kalau harus bawa-bawa seserahan yang sudah dihias dari Jakarta ke Solo. PR banget buat tempatnya. Maka demi menghemat tempat biar bisa disumpelin saudara yang hendak ke Solo, seserahan diserahkan ke Ibu buat dihias di Solo. Selain nganter seserahan, Bunda juga cari penginapan buat seluruh keluarga besar nantinya menginap. Dan fix dipakailah guest house yang sama kayak pas kemaren lamaran.
Bulik, Bunda, Saya, Ibu. Bahagia di sekeliling beliau2 yang dapat akrab..^^

Insyaallah setelah postingan ini, saya akan rajin menulis perkembangan. 

Next nulis tentang konsep souvenir ya..

c y
    

Puncak Pangrango


.

Dulu saat jaman kuliah, ngumpul bareng sama anak2 kosan penuh rumpi, sempet ada acara tivi yang reality show tentang lamar-melamar. Lupa judul tepatnya sih, Tapi kayaknya ada kok. Nah karena kami mahasiswa tak ada kerjaan dan pengangguran, gemarlah kami nonton acara itu.
Berteriak geli kalau cara melamarnya norak. Ikutan terharu kalau dilamar dengan manis. Dan di dalam hati berharap someday, someone will do the same.

Someday, yah, 4 atau 5 tahun lagi lah ya dari tahun-tahun mahasiswa. Umur-umur 25 tahun atau 26, atau 27 juga boleh.

And you do.

Did something sweet to propose me.

Haghaghaghag. Dan rasanya maluuuuu.

Malu dan bahagia pastinya. Karena tak ada tanda atau indikasi yang mengarah kesana. Walaupun kita sering membicarakan masalah menikah dan sebagainya, tapi dilamar secara pribadi menjadi syarat mutlak bagi dia untuk kami menikah. Saya mengajukan persyaratan, ingin dilamar dengan hal yang memalukan. Sejauh apa dia berniat, sejauh apa rasa malunya, dan sejauh apa keinginannya menikahi saya.
Sebelum datang ke orang tua saya dia harus sudah melamar secara pribadi.
And he did it on the Pangrango Mountain. Yeyyy!!
Bukan tepat di puncaknya sih, tapi setelah puncak ada padang edelweis. disana..disana..DISANA.. he down his knees, said something ordinary ' Will you marry me?' with his smirk smile.

Of course i said, Yes, i will.

Menyadari rasa canggungnya. Dan kesediaannya memenuhi persyaratan bodoh, yang sebenarnya tidak perlu. Yang sebenarnya tanpa dilamar pribadi pun, kami akan tetap menikah. Kesediaan waktunya. Rasa malunya. Kesabarannya memenuhi semua tuntutan. Membuat tiap sel tubuh bernyanyi 'I will'.

Lamar melamar, pernikahan, hanyalah moment waktu singkat yang harus dilalui untuk merubah dunia single. Dunia tak kan lagi sama. Yang terpusat ke diri sendiri, orang tua dan saudara. Akan ada suami. Akan ada pelayanan seumur hidup yang dipersembahkan untuknya. Alamiah-nya seorang wanita.
Terkadang secara tidak sadar, saat memandangnya, sifat ingin melayani saya muncul. Sepertinya menyenangkan bila dia bahagia. Bahagia bersama saya. Bismillah, semoga kita saling bahagia bersama.
Tak ada yang bisa menduga masa depan berkata apa.
Tapi sepertinya bersamanya, bisa.
Empat huruf sederhana. B.I.S.A

“Mandalawangi-Pangrango” puisi oleh Soe Hok Gie
Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966
Soe Hok Gie

Terimakasih untuk kamu. Untuk semuamu.
Penciptamu. Orangtua, lingkungan pembentukmu, dan semesta yang telah mempertemukan kita.


Kisah Lumut. Kamu.


.

Selamat datang 2014!!


Sudah dari lama saya ingin menulis tentang kamu. Lumut. Tapi saya sengaja menundanya, saya menunggu, melihat bagaimana kamu selama sekitar 6 bulan bersama saya. Saya review dulu. Pantaskah cerita kita saya share. Tentang bagaimana kita saling dipertemukan.

Kisah Tembok Beton dan Lumut
Tembok beton menemukannya.
Tumbuh tersembunyi di sudut dingin luasan.
Tumbuh dengan sendirinya.
Tanpa peringatan, kurang ajar.
Disaat angin berhembus kencang dan memporakporandakan keadaan, dengan cuek sporanya muncul. Menempel di sudut. TUmbuh perlahan, pelan-pelan mengekspansi tiap m2.
….
Tembok beton jatuh cinta.
Entah siapa yang girang, si tembok beton yang menemukan teman atau lumut yang menemukan tempat nyaman.

Februari 2013
Bertemu karena ketidaksengajaan. Yak, sebagai warga baru ibukota saya mulai mencari komunitas pertemanan, saya butuh sekelompok orang yang bisa menjadi tempat pelarian saya kala bosan dan penat dengan kerjaan. Untunglah kawan SMA saya mengajak naik gunung bersama teman2 kampusnya. Tanpa ajakan dua kali, saya setuju ikut. Sebodo amat kalaupun saya hanya kenal satu orang. Kan bisa kenalan, pikir saya waktu itu.
And you were there. One of his friend.
Nope, saya tidak berpikir apapun. Saya hanya tertarik berteman. Saya bahagia punya mereka. Saya bahagia menjadi bagian dari mereka.
Kamu..
Kata yang lain si tertarik dengan saya. Haha. *narsis*
Tapi semua tau, saya ada dikisah lain, saya masih setia berada dikisah yang lain. Penuh penghormatan, sama sekali tidak ada upaya menikung. Bahkan saat kamu mengungkapkan pun, kami saling berjanji menjadi kawan. Tidak lebih. *tos*

Mei 2013
Kisah yang saya upayakan untuk berhasil nyatanya harus gagal. Saya harus terima kenyataan. Dan entah kenapa beberapa hari setelah nangis darah saya menghubungi kamu. Apa yang menggerakkan saya? Saya juga heran. Pelarian? Sepertinya iya, saya butuh teman. Dan kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Saya butuh pendengar yang baik kala itu.
Mulailah semesta memainkan perannya.
Saling tukar kabar, tukar cerita, sampai akhirnya ada kebutuhan saling mendengarkan. Saya nyaman saat bersama kamu. Lingkungan main, pertemanan, kerjaan, bahkan keluarga kamu kenalkan semua ke saya. Saya bahagia. Berasa menjadi bagian berharga hidup kamu. Sedikit bangga.

Juni 2013
And then you want a commitment.
Yup, I do. Oke, mari kita coba.
Berbekal rasa nyaman dan aman, saya rasa dicintai itu lebih menyenangkan.

November 2013
I’m in love.
Absolutely.
You.
A whole package.
Di bulan inilah saya sadar, sepenuhnya, bahwa saya jatuh cinta padamu. Semuamu. Satu paket. Kepribadian, lingkungan pembentukmu, kenyamanan yang selalu saya rasakan, dan yang pasti rasa aman.
FYI. Saya benci perselingkuhan, sangat, bahkan setitik nila rusak susu sebelanga, saya gampang insecure, saya akui itu. Hal-hal yang sedikit mengarah kesana bisa menjadi bencana. Saya bukan tipe pencemburu, tapi sekalinya saya merasa ada yang tidak beres, saya berinsting. Dan pengalaman pahit membuatnya lebih parah.
Kamu? Insyaallah bukan pribadi seperti itu. Saya menguji cobamu dulu selama hampir 5 bulan sebelum saya benar2 jatuh cinta padamu kan? Haha.

Bismillah.
Semoga kamu yang terbaik yang dipersiapkan Allah untuk saya. Semoga semesta yang berkonspirasi menemukan kita tidak kecewa dengan cerita yang kita tulis. Amin.

Lucu saat sadar bagaimana semesta bekerja sama membuat kita bahagia. Angin memang berhembus meninggalkannya, namun karena angin pula spora lumut datang turut menempel di tembok beton.

Yak. Lunas sudah janji saya untuk bercerita tentang kamu.
Jangan besar kepala ya..^^

cy
Taman Safari ^^

Kisah Angin dan Tembok Beton


.

Saya adalah tembok beton yang bermimpi mampu menahan angin tetap berada di dalam sekat sekat yang saya buat.

Saya adalah tembok beton berlubang yang tidak mampu menjadi solid hanya agar supaya angin tetap berada di dalam.
Saya ingin kamu terbang wahai angin.Kemana pun yang kau suka..
Mengelilingi pohon..menyentil dedaunan agar mereka jatuh..tertarik nafas seseorang dan keluar menjadi angin lagi..
Kemana pun..Apa pun..
Saya akan membatasi diri saya untuk tidak melarang.
Tapi satu yang saya minta..Satu saja..dan sudah,,cukup satu..
Jadilah angin yang jujur.Jadilah angin yang berguna..jangan memjadi angin yang merusak tanpa ada sebab.
Sebab yang mungkin kau cari cari tanpa tahu akibat.
Jangan menyakiti wahai angin.
Saya mohon.
Sebagaimana saya adalah tembok beton tapi bila kau menghembus terlalu kuat saya pun akan roboh.
Roboh tanpa ampun.
Apalagi saya tembok beton berlubang.
Banyak celah yang melemahkan saya.

Datanglah angin..Berhembuslah..Kejar apapun itu..Dan Jujurlah.

8D



Untuk Kakung, 23 Oktober 2012 : Happy Birthday ^^

Buat Kamu..


.

Dulu saat pertama kalinya sadar kalau saya jatuh cinta rasanya masa depan saya dengan kamu cemerlang..berbinar..meradang untuk segera diwujudkan..

Proses..proses..proses..
Kami berproses..

Proses..proses..proses..

Seringnya kami bergelut,,saling menarik,,menahan,,meronta,,mengelak,,bertinju,,beradu,,
Lebih sering memadu..
Lebih sering lagi bercumbu..

Saya tahu kamu..
Kamu entah apakah tahu..

Saya merasa tahu kamu..
Sepertinya saya cuma sering mengadu..

Haaahh..saya menghela nafas..
Lama lama lama..saya berfikir...dan tiba-tiba bayangan masa depan saya dengan kamu memburam..
Padahal saya sayang kamu..
Namun mengapa? Kenapa memburam?

Tolong gosok lagi masa depan saya dan kamu..
Seperti perak yang selalu digosok untuk dipertahankan kilaunya..
Saya butuh kamu untuk tidak menyerah menggosok..
Saya pun akan berusaha untuk digosok dan tidak menyerah pada buram..

Saya takut kamu menyerah..
Tolong jangan..
Jangan menyerah..
Saya sayang kamu.
Itu saja..cukup..

*buat kamu 8)

LDR ye ye ye,,,^^/


.


LDR (Long Distance Relationship) itu mudah kok,,^^,
Asalkan kita lebih percaya, lebih kuat, lebih menikmati hidup, dan lebih apapun yang bisa diusahakan hubungan biasa.
Nikmati saja hubungan kalian,,
Anggap saja itu adalah perjalanan. Perjalanan liburan.
Nikmati tiap --tiap-- sensasi perjalanan itu. You will learn something for sure..

It's all about journey,,,


Am I? Are You?


.


Apakah kau tahu, setiap tatapanmu seperti meluluh lantakkan segala pertahanan saya?

Tembok beton saya serupa meleleh.

Meleleh akibat angin.

Saya selalu diberi nasehat, jangan menggantungkan perasaanmu dengan persenan tinggi. Beri saja dia 10% perasaanmu. Sehingga bagaimanapun kau diperlakukan kau tetap masih bisa stabil. Dan saya tumbuh dengan sikap hati seperti itu. Untukmu pun, persenan saya sedikit. Benar sekali, otak saya memberimu persenan yang sedikit, tapi apa kata hati saya? Saya kalah. Hati saya enggak mau nurut. Saya melanggar nasehat.

Perasaan wanita itu 10% otak dan 90% hati bukan?

Saya bukan lagi menjadi pribadi saya saat galau. Saya serupa menjadi orang lain, yang bahkan tidak saya kenal. Rasanya menakutkan. Pengaruhmu sedemikiannya. Padahal hanya karena melanggar persenan, saya dihukum seperti ini.

Ketika makan, saya terbiasa ''save the best for the last''.

I think, I’ve saved my best for you. Are you the last for me?

Do you save your best for me? Am I the last for you?

Bagaimana meyakinkan diri saya sendiri? Bagaimana membuatmu meyakinkan saya? Apakah kamu sudah yakin? Sudahkah? Kenapa bisa yakin? Apa yang membuatmu yakin? Ajari saya buat yakin.

Ajari terus.

Ajari sampai saya yakin.

Saya takut.

Bukan terhadapmu, tapi terhadap diri saya sendiri. Terhadap apa yang mampu diri saya lakukan. Entah itu terhadapmu, atau terhadap diri saya sendiri.

*Galau itu bikin dewasa kawan #menenangkandiri

Your Pass Will Never Be Bigger Than Your Future


.

Your pass will never be bigger than your future,,

Woaaaa,,,saya seperti menemukan suatu mantra sakti sehabis membaca kalimat di atas. Sangat sesuai. Perfect. Tepat sekali kawan. Iya. Saya memang akan menulis sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu.

Saya dan dia pernah berselisih tentang sesuatu menyangkut masa lalunya. Sesuatu yang berhubungan dengan kapasitas memori harddisk. Hanya beberapa Kb sih, tapi itu sangat amat mengganggu. Saya yang orang baru dikehidupannya merasa bahwa ‘Apa untungnya menyimpan ‘sesuatu’ itu? Hapus saja. Itu tidak berguna, wong ya nggak bakal dibuka lagi (atau diam-diam masih suka dinikmati?). Bukannya dengan menghapusnya bakal memberi ruang tambahan bagi memori baru. Bukannya dia sudah sama saya. Kenapa kenapa kenapa? Kenapa ‘sesuatu’ itu masih saja disimpan. Saya marah. Saya menuntut penjelasan, kalau bukan disimpan dengan hati, berarti ada logika dibalik penyimpanannya. Dan pembenaran darinya keluar. Dia menyimpan karena ‘ini’ ‘itu’ dan blah blah blahh… Akhirnya saya kalah, bukan karena menerima penjelasannya, tetapi lebih kepada ‘bahwa saya malas bertengkar gara-gara hal yang--lama-lama-saat-saya-berpikir-- kok tidak penting.

Perselisihan ditutup dengan saya menangis dan menyerahkan semuanya kembali kepadanya. Terserah saja mau dihapus, disimpan, dibuka-buka lagi (asalkan saya tidak tau) atau aktivitas apapun, saya akan mencoba tidak peduli. Itu kata saya kepadanya. Padahal dalam hati, sungguh saya sangat terganggu dengan ‘sesuatu’ itu.

Menurut pendapat saya kok tidak penting sekali menyimpan ‘sesuatu’ seperti itu. ‘Sesuatu’ itu terlalu detail untuk disimpan. Saya membencinya.

Masa lalu dengan seseorang. Well, saya kok lebih suka mengingatnya sebagai suatu rangkaian mozaik yang blur. Tidak perlu diingat terlalu detail. Tidak perlu menyimpan ‘sesuatu’ yang terlalu detail.

‘Sesuatu’ itu bukan barang loh kawan. Makanya saya mencak-mencak.

Bukan hal yang biasa untuk disimpan. Makanya saya protes.

Cuman hal yang cukup dikenang saja. Makanya saya heran.

Perselisihan selesai, saya diam. Tapi kadang terusik untuk mengungkit. 8D

Kemudian tiba-tiba saja malam ini saya punya pemikiran lain.

I think that I can deal with it.

Saya menemukan pemahaman bahwa masa lalu itu ya masa lalu saja, masa lalu ada dan akan selalu ada, bagaimanapun masa lalulah pembentuk masa depan. Tanpanya saya tidak akan bertemu dia. Tanpanya mungkin akan beda cerita. Jadi hormati saja masa lalu, wong ya itu sudah berlalu.

Your pass will never be bigger than your future.

Seperti rangkaian kalimat dalam bukunya Ucu Agustin--Being Ing (tidak persis sih, seingat saya saja yak) :

Berjalan meninggalkan masa lalu itu seperti saat kita menghadap cermin kemudian berjalan mundur. Pertama kita akan menatap bayangan diri kita lengkap dan jelas. Namun saat langkah mundur kita semakin menjauhi cermin, bayangan kita akan semakin kabur 'blur' tidak jelas lagi, dan kemudian kita tidak lagi berjalan menjauhinya tetapi berjalan berbalik, dan dengan mantap melangkah ke depan.

It would just freeze at the corner of memory and silence. Jadi tidak perlu diusik. Biarkan saja. Tidak perlu curiga. Haha.

1 tahun saya,,kamu,,kita,,


.

pose bodoh,,^^,

Dulu jaman saya masih muda dan masih lugu (haha), setiap kali saya bertanya tentang lamanya sebuah hubungan kepada seorang teman saya, dan mereka menjawab 1 tahun. Saya langsung berceletuk dalam hati, ‘halah, baru setahun, baru seumur jagung’.

Sekarang, begitu saya matang dan berpengalaman (bukan tua loh,,matang,,MATANG), ternyata hubungan selama 1 tahun itu lamaaaaaaaa. There is a lot of things happened. Bahkan dihubungan saya yang LDR (Long Distance) pun banyak kejadian yang terjadi. 1 tahun itu berharga kawan. Uwow.

Saya sadar saya salah. Saya terlalu menyepelekan waktu. 1 tahun itu ternyata lama, banyak perjuangannya. Hiks. Begitupun 1 tahun kami, banyak perjuangan. Perjuangan saya dan perjuangan kamu. Memahami orang itu susah. Mengerti orang lain itu perlu banyak pembelajaran. Memahami dan mengerti saya, kamu, dan bagaimana kita berujung itu butuh banyak usaha. Butuh amat sangat banyak usaha dan waktu.

Banyak hal yang terjadi. Dulu waktu awal-awal kami berkomitmen, saya selalu menghitung intensitas pertemuan kami. Bahkan hampir saya catat biar bisa saya review ulang. Namun ternyata saya terlalu males untuk mencatat.>.<. Kejadian demi kejadian bergulir, dan saya terlalu terbuai dalam kekhilafan yang indah saya. Dan saat saya terbuai, saya merasa 1 tahun saya itu memang seumur jagung. Sebentar. Saya nagih dan butuh tahun-tahun berikutnya demi ketagihan saya.

Well, bagaimanapun hitungan tahun, bulan, hari, jam, menit, bahkan detik, lama ataupun sebentar, lama maupun seumur jagung, tidak akan terlihat berharga apabila tidak kita nikmati. 1 tahun saya sangat amat berharga. Saya sangat amat menikmati 1 tahun saya. Kami lebih tepatnya. Saya dan kamu. Oleh karena itu 1 tahun saya terasa sebentar. Namun saat saya tilik perjuangan kami, 1 tahun saya itu terkesan lama. Terasa sebentar dan terkesan lama. Uwow, 1 tahun saya memang ajaib.

Bersamamu 1 tahun saya ajaib.

Happy anniversary kakung. Love you and I always do. Hope the best and great things for us. (“3)muach


(Rabu, 7 Desember 2011)

Kekhilafan yang Indah


.

Semoga kaki kami membawa ke kekhilafan berikutnya,,,(''3)muach

Kekhilafan yang indah.

Saya selalu suka dengan tiga kata tersebut. Tiga kata yang setiap waktu menggambarkan banyak hal terkait denganmu. Apapun itu. Liburan, naik gunung, nongkrong jagung, nongkrong kucingan, nongkrong g jelas di depan sriwedari, CFD, jalan2 UNS, duduk2 di rumah, dan banyak hal remeh lainnya.

Saya selalu khilaf. Khilaf waktu. Khilaf apapun. Dan saya mencintainya. Saya mencintai kekhilafan itu. Kekhilafan yang tidak saya rasakan pada semua orang. Hanya denganmu.

Apa kau merasakan hal yang sama?

Khilafkah kau jika sedang bersama saya?

Indahkah? Seindah kekhilafan saya?

(23 Oktober 2011) Senang bertemu denganmu kakung. Selamat makin tua. Makinlah segalanya. Semoga Allah menambah apapun yang baik padamu, dan membuang apapun yang tidak baik untukmu. Love you.

Angin dan Dinding Beton


.

Akhirnya sang angin bertemu dengan dinding beton kokoh yg menghentikannya, sejenak melupakan pohon yg selalu diganggunya dan berpikir bagaimana menembus dinding itu..

Itu statusmu jaman dulu yang tak sengaja saya temukan,,,
>.<

Semoga saya tetap menjadi dinding beton kokoh yang susah bergeming bagaimanapun perlakuan angin. Tetap menjadi diri saya sendiri. Saat angin bertiup kencang ataupun saat tak bertiup sama sekali.
Dengan 4 buah dinding beton kokoh akan tercipta sebuah rumah. Namun sekokoh2nya dinding beton itu, mereka tetap butuh pondasi di bawahnya. Semoga dinding beton dan angin mempunyai pondasi yang tepat, sehingga keduanya bisa saling terus brsinggungan dalam waktu yang lama.



nb. tanggal 4 Juli 2011, mbah uti-q tercinta meninggal. innalillahi wa inailaihi rojiun,,,T.T
Rumah jadi berasa sepi tanpa kehadiran beliau. Untung saya di rumah saat mbah uti dipanggil. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Mbah Uti cantik saat meninggal. 8)

you got me,,


.

Saya menemukannya,,

Atau saya yang ditemukan??

Haha, entahlah,,saya tidak begitu peduli lagi tentang menemukan atau ditemukan,,sepertinya kita saling menemukan,,well, terserahlah,,mungkin. Rasanya sih begitu,,semoga tidak salah.

Belum ada sebulan sih, tapi rasanya sudah lama. Semoga saja memang akan lama. Haha. Saya sendiripun masi takut berekspektasi. Takut melayang, tidak menginjak bumi dan menyerahkan hidup saya ditangan gravitasi. Jangan2 saya hanya akan terjun bebas.

Masih butuh diyakinkan. (You’ll read this, pintar-pintarlah meyakinkan saya, atau saya juga perlu meyakinkanmu? xixixi).

Lagu dibawah kok sedikit menggambarkan y,,haha

You're stuck on me and my laughing eyes
I can't pretend though I try to hide
I like you, I like you

I think I felt my heart skip a beat
I'm standing here and I can hardly breathe
You got me yeah, you got me

The way you take my hand is just so sweet
And that crooked smile of yours
It knocks me off my feet

Oh, I just can't get enough
How much do I need to fill me up?
It feels so good, it must be love
It's everything that I've been dreaming of

I give up, I give in, I let go, let's begin
'Cause no matter what I do
Oh, my heart is filled with you

I can't imagine what it'd be like
Living each day in this life
Without you, without you

One look from you, I know you understand
This mess we're in, you know is just so out of hand

Oh, I just can't get enough
How much do I need to fill me up?
It feels so good, it must be love
It's everything that I've been dreaming of

I give up, I give in, I let go, let's begin
'Cause no matter what I do
Oh, my heart is filled with you

I hope we always feel this way
I know we will
And in my heart I know that you'll always stay

(Colbie Caillat: You Got Me: OST Leap Year)


Well,,hepi nu year teman,,,\@.@/

2011 sudah berlalu 4 hari,,haha,,,cepatnya,,have no resolution this year,,pusing karena begitu banyaknya hal yang perlu saya perbaiki. Semoga apa yang memang perlu diperbaiki bisa dengan mudah saya perbaiki,,amin.

cy

Selamat Tahun Baru Hijriah,,


.

Hmmmm,,,,saya bingung mau nulis ttg apa,,,

Baiklah,,nulis tentang hal2 yang saya percayai saja,,

Saya percaya bahwa 'Perlu 21 Hari Untuk Memulai Kebiasaan'. Quote itu saya peroleh dari hasil nonton Oprah. Kalau nggak salah episode yang mengulas suatu buku, atau apalah, saya lupa. Yang jelas kalimat itu jadi tertanam dalam otak saya. Kenapa perlu 21 hari? Haha,,saya sendiri juga tak paham. Mungkin penulis quote itu telah mensurvey beberapa orang demi memperkuat keyakinannya. Saya si percaya2 saja. Haha.
Dengan beberapa modifikasi berdasarkan quote itu saya mencoba membuat quote saya sendiri. Yang saya coba yakini. Well, seperti halnya kebiasaan yang perlu 21 hari untuk menjadi kebiasaan, maka 'PDKT pun perlu sekitar 21 hari untuk membuat semuanya bermakna'--bahkan mungkin lebih dari hanya 21 hari--. 21 hari bisa ditetapkan sebagai batas minimal seseorang mulai mengusik kehidupan orang lain. Yang dari mulanya tak terpikir apa2 menjadi tiada hari tanpa memikirkannya. Haha. Lebai pol.
Dengan catatan 21 hari itu harus penuh ketelatenan.

Kepercayaan saya yang lainnya, 'Cinta tumbuh karena ketelatenan'. Sedikit mirip ma 'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino' si,,haha. Tapi kulino tanpa ketelatenan tidak akan membuahkan hasil maksimal kan? Ketelatenan lebih terkait dengan 'adanya usaha'. Sedangkan kulino lebih menekankan kepada 'keadaan'.
Setujukah kalian dengan kepercayaan2 saya di atas?
Haha,,
Setuju sajalah,,

oy,, hepi new year teman,,,

cy

Tersadar tiba-tiba dan cerita lanjutan KP


.

Suddenly I woke up and realize…

Hah,,,sepertinya saya harus memikirkan semuanya kembali…
Segala sesuatunya tidak berjalan dengan lancar. Bukankah seharusnya saya merasa nyaman dengan apa yang saya jalani? Tapi kenapa rasa nyaman itu memudar dan digantikan oleh rasa nyaman yang baru. Bukannya saya berkhianat dan bercabang dua,,tapi memang dari semula saya sudah merasa ada yang salah. Kalau pun saya bertahan, entah dengan alasan apa.
Hadeeeewww,,,
Semoga saya memilih keputusan yang tepat.
Amin.

Yap, cukup sudah cerita pusingnya, sekarang kabar gembira,,,
Saya diterima KP di Hotel Tentrem,,,,horeeeee,,,,. Akhirnya saya tidak digantung lagi. Dan bisa melalui hari dengan senyuman tanpa rasa khawatir. Qikqikqik,,,.

Mari saya paparkan kronologisnya.
Jam 7.00 : Saya berangkat dari rumah, rencana pakai Pramek yang berangkat jam7-an. Dapet tiket jam 07.32, Pramek 7 kalau nggak salah.

Jam 08.30 : Nyampai Jogja,,dijemput ma Inda. Hadeeeww,,,baiknya teman saya yang satu ini. Saya berhutang es krim magnum padanya. Kita muter2 dulu. Dia ngajak ke rumah kakaknya, ambil biola—dia mau servis biola--. Setelahnya dia janjian ma temen temennya yang tukang servis biola di depan SMM-SMKI-SMSR (baru tau adaa sekolah menengah seni,,haghaghag,,parah)

Jam 10.00 : Otw ke Tentrem. Ngadep pak satpamnya. Bilang sampun janjian dengan bu Ari, dan saya diperbolehkan masuk dengan senyuman. Sampai di depan direksi keet, saya ketemu bapak2 ma ibu2, mereka bertanya saya cari siapa, saya bilang ‘Bu Ari,,tapi sebenarnya mau ketemu P ak Munir’ dan begitu saya jawab seperti itu, ada bapak2 mendekat, ternyata beliau pak Munir. Haha. Beliau menyuruh saya menunggu karena beliau hendak ke kondangan terlebih dahulu. Jiaaah,,,. Saya mah seneng-seneng saja menunggu,,asal bisa ketemu dan berbicara face to face menjelaskan maksud kedatangan saya. Qikqikqik.

Well, menunggu lah saya…

Jam 12.00 : Setelah penantian panjang penuh derita, beliau balik juga ke direksi keet. Hadewww,,,. Saya sampun ngoyot pak,,krik krik.. Menunggu lagi beliau ganti baju. Heik. Haha. Dan aqirnya ngobrol lah saya dengan beliau. Orangnya ramah ternyata, sama sekali tidak sesuai bayangan awal. Padahal pertamanya saya membayangkan beliau dingin dan galak. Tertanya baik sekali. Au.

Jam 13.00 : Saya berada di ruangan beliau selama setidaknya satu jam. Untung saja ruangannya AC, dingin. Haha. Saya disuruh menunggu sekalian surat balasan dari Waskita yang menerangkan bahwa saya diterima. Haaa…hore. Saya mah sanggup sanggup saja. Asalkan saya diterima, menunggu selama apapun akan saya lakoni Pak,,,. Pada jam itu, Inda pergi. Hiks,,ada acara dia, mau ke Pacitan dan ditunggu oleh travel. Hah. Ya sudah, saya relakan dia pergi. Krik krik krik. Menunggu sendirian itu menyebalkan sangat ternyata. Dan saya sangat amat lapar sehingga rasanya saya mau pingsan. Satu jam pertama menunggu saya masih sehat, wajah masi berseri-seri hangat. Setengah jam kemudian kringat dingin membanjiri. Sumpah, saya lapaaar.

14.30 : Pak Munir keluar dari ruangannya dan melihat saya yang duduk terkapar dengan wajah lapar. Beliau menawari saya makanan yang menjadi jatah makan siang beliau. Haha. Baik sekali. Demi kesopanan saya menolak dengan wajah penuh nestapa. Mau-mau tapi malu. Qikqikqik. Beliau masuk ke ruangannya lagi, keluar sambil memegang nampan berisa nasinya, kemudian disodorkan kepada saya, saya menggeleng sambil tersenyum sopan. Beliau berkata, ‘ Kalau nasinya nggak diterima, kamu nggak saya terima juga’. Heik. Ngok. Ngok. Saya di ancam. Dan ancamannya maut. Saya langsung nurut, malu, tapi dalam hati bersorak. Hore. Saya makan siang juga, gratis pula. Hahaha. Momen yang bakal nggak mungkin saya lupakan. Memalukan soalnya. Sambil nulis ini pun rasanya saya masi merasa malu.

15.30 : Satu jam lagi berlalu. Hadewww,,tanda tangan saja kok ya lama sekali,,well, sudahlah, akhirnya surat saya jadi. Fiuuhh. Pulanglah saya dengan tenang. Saya belum pernah sekalipun naik trans jogja sendirian. Dan ternyata gampang sekali. Au. Asik ternyata jalan-jalan sendirian. Saya nagih. Haha. Sampai stasiun tugu. Beli tiket yang jam 16.15 dan saya pulang.
Sekarang saatnya mengurus untuk yang dari jurusan. Sampai dibuatkan SKKP saya belum boleh merasa tenang.

Well. Tetap doakan saya teman.

cy

ternyata wanita dan pria memang berbeda,,,


.

Fiuuuuhhh,,,percuma saya nangis-nangis sampai berdarah darah dan marah-marah nggak jelas beberapa hari belakangan ini.
Hah,,baiklah, saya akan sedikit bercerita tentang jalinan komitmen yang telah saya jalani hampir 4 bulan.
Sebulan pertama hubungan kami memang hangat-hangatnya. Tiap hari ada saja bentuk perhatian yang tercurah darinya. catat: bukan dari saya, karena pada saat itu saya masih nge-henk,,masi nggak percaya klo saya sedang menjalin sebuah hubungan, jadi saya lempeng-lempeng saja.haha.
Sebulan berikutnya kita nggak ketemu sama sekali karena dia pulang kampung, liburan semester, saya pun di solo dengan tenang dan damai.
Sebulan setelahnya masi lumayan, hangat kuku-kuku,,tapi lama2 mendingin, saya yang mulai sadar kewajiban saya sebagai pasangan mulai melangsa, karena tiap mengirim kabar lewat sms dengan sedikit manja--well, not me actually--cuma dibalas dengan bahasa yang singkat padat dan jelas. Sms balasan yang tanpa emosi. Saya jengkel, saya mencak-mencak tidak terima. Frekuensi ketemuan kita pun jarang. Pikiran saya semakin meliar. Mulai berpikir yang tidak-tidak. merasa tidak dihargai. Pengennya mengakhiri hubungan.
selama hampir di bulan ke-3 saya selalu seperti itu. berpikiran macam-macam. Tapi nggak berani doing action. saya hanya mencak-mencak dihadapan temen-temen wanita saya. Sampai akhirnya, dipuncak ketidakpercayaan saya menangis. Malu sebenarnya mengakuinya. xixi,
Saya yang selama 3 tahun di semarang tidak pernah menangis, sekarang mewek nggak jelas. Merasa bodoh sekarang. Saya menangis, bukan karena menangisi 'dia' tapi lebih ke menangisi 'hubungan kita'. kalau pun memang sudah berakhir mbok ya segera di akhiri, saya nggak tahan digantung, begitu pikiran saya saat itu.
Hingga suatu hari, seminggu yang lalu, saya tidak tahan. Saya harus bertemu dengannya, sekedar melihat apa memang ada yang perlu saya pertahankan.
Tapi, saya syok.
Begitu bertemu, bukannya keluar kata-kata marah malahan saya jadi baik hati dan bersimpati melihatnya mengerjakan tugas.
Kita bercanda lagi. seperti tidak ada masalah.
Saya si tetap protes dengan caranya memperlakukan saya. Tapi mendengar alasannya saya kembali luluh. Kalau memang tidak ada yang perlu dicemaskan, mengapa saya harus cemas?
Membuat lelah pikiran saja.
well,,yang jelas, selama saya berpikiran buruk dan paranoid, 'dia' malah santai.
Menandakan bahwa wanita memang beda dengan pria kan??
well,,setidaknya cobalah untuk tidak sesantai itu menanggapi rasa frustasi wanita.

Pernah kejadian, saat dia pulang dari liburan kampung halamannya, dia bertanya 'mau oleh-oleh apa?' dan saya jawab 'kedatanganmu adalah oleh-oleh terindah' walaupun sebenarnya berharap dia tetap memberi oleh-oleh. Tapi apa yang terjadi?? dia kembali k Semarang benar-benar tanpa oleh-oleh untuk saya. hiks. sesak rasanya. tapi mau apa lagi, saya juga nggak bisa protes, lha wong saya yang salah. hah,,,

well,,bertahan sampai kapan y hubungan ini??
fiuhhh

cy

Mencoba menjelaskan dan memberi gambaran


.

Saya baru saja curhat.

Menuruti apa kata dosen eike bahwa sapaan menggunakan 'saya' lebih terasa sopan, maka mulai sekarang eike akan menggunakan sapaan 'saya'. Terasa lebih pas untuk posting kali ini.

Kita ulangi lagi. Saya baru saja curhat.
Tentang apa yang sebenarnya saya rasakan pada 5 huruf.
Dia sungguh menyiksa otak saya. Tapi bukan hati saya. Kalau menurut kakak singa saya bohong. Saya hanya tidak mau sakit. Saya berusaha keras menolak kehadiran 5 huruf di hati saya supaya saya lebih bebas mengakui.
hmm,,,
(memeras-meras otak, berusaha mengartikan dan menganalisa)
Sepertinya apa yang diungkapkan kakak singa tidak salah. Saya memang takut sakit. Takut menerima kenyataan.
Pernah terpikir untuk mengungkapkan secara jujur pada 5 huruf kalau sebenarnya saya ngefens ma dia. Tapi begitu ide ini saya sampaikan pada forum cengceremen(sekumpulan wanita rumpi satu kos) langsung ditanggapi dengan nasehat menakutkan tentang bayangan apa yang bakal terjadi di kemudian hari. Ya kalau berubah menjadi lebih indah, kalau malah lebih buruk bagaimana. hah, dengan segera hilang ide tersebut.
Tanggal 15-17 Januari kemarin anak2 mapateksi mengadakan diksar. well,,tiga hari bersama. Membuat saya sadar, sadar kalau saya sayang, tapi bukan sayang ingin memiliki. (lagi-lagi penyangkalan). Baiklah,,mungkin saya benar-benar sayang. Tapi takut.

Seperti yang saya sampaikan saat curhat tadi bahwa saya percaya dengan istilah witing tresno jalaran soko kulino. Saya lebih suka disayangi, daripada menyayangi terlebih dahulu. Saya takut sakit dan saya egois.

5 huruf sih sepertinya sadar saya ngefens, tapi kalau hanya sadar tanpa tindakan lebih lanjut mau dibawa kemana??

just be brave 2 say
Kata2 itu selalu teriang di otak saya. Oleh karena itulah otak saya tersiksa sama 5 huruf.

saya bingung.
Ngefens, suka, naksir, cinta, sayang atau sekedar perasaan sesaat????
Kalau pun saya sayang seperti apa yang saya tulis di atas, kok saya belum bersedia berkorban yah?? Saya belum bisa memberi perhatian selayaknya orang sayang. Atau memang karakter saya seperti itu? Kalau lewat ekspresi sepertinya saya sudah berhasil mengungkapkannya. tapi kalu lewat tindakan, hmm,,tak lebih seperti yang saya lakukan pada semua orang. Dekat yang hanya sebatas menggodanya. Padahal ada maksud lain. Kemungkinan terbaca olehnya sekitar 40%.

dah ah,,,
jadi makin bingung...

'5 huruf'


.


Hah,,,eike menarik nafas dahulu sebelum eike mulai menulis tentang sang '5 huruf'.
Di postingan sebelumnya dah sempet eike tulis kan klo eike ktemu '5huruf' pas bis nonton Nidji.
5 huruf itu adalah,,,,
ugh,,,argh,,,ugh,,,(kayak meh nglairke,,)
Dia adalah,,,
adalah,,,
hm,,,
hmmmmm,,,,,,,,,,,,,,,

Nggak usah sebut nama ah,,
Eike masi nggak yakin ma perasaan eike sendiri. Sape teu ini hanyalah satu dari sekian ketertarikan sesaat yang kadang hinggap di diri eike klo liat cowo cakep. Ngeces-ngeces plus ngiler-ngiler nggak jelas gitu sukanya. waha

Ketertarikan eike dimulai saat menginjak semester 4. Terlintas banyak pertanyaan penuh keheranan mengenainya. Kok dia tambah rajin? Kok dia duduk depan terus? Kok dia ternyata punya tanggungjawab? Kok dia tambah manis,,Kok dia tambah keren???
aih,,,bikin penasaran aje au,,,auu,,,auuuuuuuuuuuuu,,,,(mengaum)
eike ngefens!!!
Emak bapak,,,anakmu ini ngefens seseorang juga,,,
Haih,,,,
Jadi gila sendiri.

Pertama-tamanya si eike masi yang biasa aja,,cuman sekedar nganggep dia manis. Tapi trus temen eike--Ka Sing--thankyong to Ka Sing yang telah menyadarkanq akan ketertarikan ini--mulai menjodoh2kan eike ma si 5huruf, eike mah cuman ketawa ketiwi sumbang tak bernada awal2nya. Tapi makin ke sini kok iya ya,,eike makin salut ma '5huruf'. Makin terlihat beda.
Eike mulai perhatian. Maksudnya hal2 kecilnya mulai eike perhatikan. Bukan,,,BUKAN hal2 kecil yang tersembunyi,,,bukan itu,,,tapi sifat2 kecilnya yang bikin eike tertarik. Eike mulai menggali dalam diri eike(pake rasa bukan pake pacul ui,,)"Kenapa bisa suka si??"
Hah,,,
Sebel juga menyadari punya perasaan ini. Bikin eike terkungkung. Sial.
Tapi mau bagaimana lagi oh mama oh papa,,apa yang harus eike perbuat untuk menghilangkan perasaan ini..
ough,,,,
Tapi,,,tapi,,,,TAPI,,,,

Haruskah dihilangkan???
Kudu???
Klo dinikmati dulu gimana??
Waha..

Iya ah,,dinikmati aja dulu.
Sampai ilang dulu atau setidaknya memudar. baru ntar pikirkan langkah selanjutnya.
Woke de,,,
Setujung!!!!!!!!!!!!!!!!

Ngomong2 5huruf sadar kagak ya klo eike ngefens dia..

wakakakakakak,,,,

cy

mozaik hidup,,,,


.

Pernah nggak ngrasa hidup tu lempeng banget,,,,,cuman terbang kesana kesini,,tubuh terayun ke kanan dan ke kiri tanpa memaknai sesuatu yang berarti. Well, itulah hal yang sempet eike rasain belakangan ini. Lempeng. Padahal niatan habis ujian eike bakal bersenang-senang. Menikmati hidup. Tapi kenapa yang ada malah bosen. Waha.
Untunglah nasib baik ma eike, dipertemukanlah eike dengan sebuah buku, sarat ilmu, kaya makna(aiyayayay). Bukunya Pak Andrea HIrata. Sang Pemimpi.
Pas eike baca bagian tentang mozaik-mozaik hidup yang bakal membentuk karakter seseorang, hati eike berdesir. Persis, persis itulah yang ingin eike sampaikan selama ini jika eike bercerita tentang masalah2 eike, jika eike menulis keluh kesah, jika curhat. Hal2 yang nggak penting pun bakal menjadi berarti.
Jadi inget ma mbah Akung eike yang dah meninggal. Keras banget didikan beliau. Kebiasaan2 yang belaiu terapkan, hal2 kecil yang dulu menyebalkan, sekarang, semenjak beliau dah meninggal menapakkan tilas bagi anak2nya dan cucu2nya. Beda banget cucu2 beliau yang lahir semasa beliau ada dengan cucu2-nya yang lahir setelah beliau meninggal.
Kalau pas hidup lempeng thok apa itu juga merupakan bagian dari mozaik hidup?
hmm,,,
Pengen suatu hari bisa membuat memoriam diri sendiri dengan sedetail dan seindah apa yang ditulis ma Pak Andrea Hirata. Penghargaannya terhadap hal2 kecil yang membekas pada ingatannya. Walaupun mungkin sudah nggak senyata apa yang tertulis, tapi setidaknya dapat mewakili suatu kejadian.
haih,,,pakdhe Andrea emang jempol ui,,,salut.

balik ke crita sehari-hari ah,,,
kemarin malem, tepat kemaren malem, tanggal 29 Juli malem jam 7, para mahasiswa Undip punya hiburan gratis!! waha. Yup, Gratis. NIDJI tampil di depan Widya Puraya. Rangkaian acaranya Bank Mandiri. kalau nggak salah acaranya Metro TV, Wirausahawan Mandiri de,,,(klo nggak salah lho,,)
siangnya kita(eike, indah, dyah, reta, nadia, ifa, inggrit, ma anki) nonton Herpot6, eike nonton 2 kali, waha sejarah ui, jarang2 ampe 2 kali nonton. truz pulangnya kita makan dulu, iseng2 ke WP, penasaran ma panggung gedhe ditengah2nya. awalnya berita kedatangan Nidji tu cuman kabar2 angin, eh, ternyata beneran ada.
Lumayan.

trus ketemu juga ma 5 huruf yang ngakunya sakit, tapi ternyata malah berkelana ikutan nonton nidji.
surprice yang menyenangkan semaleman.
ha,,,,

dah ah,,,
gi males nulis sebenarnya,,,

cy

kembali ke dunia maya


.


Wahahahahaha,,,aqirnya setelah sekian lama eike kagak menyentuh dunia maya dan setelah sekian lamanya sibuk dengan dunia nyata,,,

Eike ngenet lagi teman…

Ternyata eike banyak berjanji ya diposting2 sebelumnya,,

Hmmm,,,

Janji pertama, eike kudu menjelaskan apa itu SP di jurusan eike. SP itu ada dua pengertian dalam dunia per-kampusan eike, pertama SP-Surat Puas, dan kedua SP-Semester Pendek(singkatan SP yang wajarnya diketahui kaum mahasiswa).

Jadi bila ada mahasiswa teknik sipil Undip yang mengatakan SP maka perlu dikaji maksud dan arti singkatannya. Tergantung pemakaian dan waktu pemakaian singkatan. Kalau diucapkan saat pertengahan waktu kuliah, pasti yang dimaksud Surat Puas. Tapi kalau diucapkan saat liburan semesteran maka yang dimaksud Semester Pendek.

Apa si Surat Puas??

Hmmm,,,ya ya ya,,,surat puas itu adalah selembar kertas seperempat A4 yang digunakan sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut telah melaksanakan tugasnya. Maksudnya gini, biasanya tiap semester kita2 diberi beban tugas yang harus dipenuhi dalam kurun waktu 6 bulan(tergantung lama tiap semester), nah, SP-Surat Puas akan diberikan bila telah menyelesaikan tugas tersebut. Dan yang paling menyebalkan SP digunakan sebagai syarat ujian. Dengan kata lain klo seumpama kita belum dapat SP saat ujian, kita tidak diperkenankan ikut ujian. Itulah mengapa kita begitu tersiksa klo terancam nggak dapet SP, udah kuliah 6 bulan, lama, membosankan, bikin kriting, begitu seriusnya, eh makbedhundhuk,,,ternyata nggak dapet SP,,,ngulanglah kita. Nilai sisir pasti ditangan(lha wong kagak ujian).

Janji kedua, eike mesti cerita tentang acara curug lawe,,,

Waha, eike ampe lupa kapan tanggal pastinya. Berhubung kalau dicritain detail pasti bakalan lama, maka eike langsung ke inti crita aja y,,,

Kejadian yang paling bikin heboh, yaitu, Ryan terbakar.

Yup, terbakar karena terkena cipratan spirtus. Tangan kanan (pa kiri y…?) dan wajah bagian kanannya terbakar. Nglupas2 gitu. Awalnya ngeri liatny, kasian.

Tapi sekarang dia dah sembuh oq, wajahnya nggak terlihat belang, jadi cakep lagi de,,,waha.

Hah,,,kelar juga memenuhi janji.

Sekarang crita apalagi ya,,,,

Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm,,,,,


Mo crita tentang cowok gondrong ah,,,

Knape ya eike begitu lemah terhadap cowok gondrong, pengennya nge-fans. Pesonanya mak,,,,duile,,,,. Dulu pas mas Lukman gondrong eike nge-fans setengah mati terhadapnya. Tapi begitu dia potong rambut, eike jadi kehilangan selera. Trus tiap kali cuci mata, begitu ada cowok yang ngucir rambutnya njelentir(tau ‘njelentir’? tu lho sebutan bagi rambut dikit yang dikucir, he), pasti eike langsung melirik-lirik maniez manja dan bertampang mesum pengin megang kuncirannya. Waha

Nggak lah,,,

Pokoknya eike mesti gemes ma cowok gondrong, pa lagi didukung dengan perawakan yang mendukung. Nggak sudi lah eike melirik cowok gendut segendut Roni extravaganza mengibar-ngibarkan rambut gondrongnya (wuek,,,mbayangin aja berat). Jadi bodi kudu mendukung. Wajib keren. Wehe.

Trus eike juga nggak doyan yang gondrong-nya Kangen ben. Emoh.

Klo gondrong kriwil kek Giring mau. Mau nglirik maksudnya. He,,,
Hhhhh(sigh)

Jadi inti penulisan dari cowok gondrong adalah, bahwa eike emang doyang ma cowok2 gondrong, tapi bukan berarti eike selalu nge-fans cowok gondrong.

Buktinya Aa’G nggak gondrong. Tapi eike doyan. Waha
Yang terpenting bagi seorang cowok jika pengen jadi idola kaum hawa adalah Harus jadi CG.
Bukan, bukan Cowok Gondrong, palagi Cowok Gondrong doyan Cosmo Girl, tapi Cowok Gentle. Menunjukan sikap bahwa dapat diandalkan akan membuat seluruh cewek tergila2. apalagi klo cakep.

Eniwei, Cowok Gentle sekarang susah ditemuin, ada juga sekarang banyak Cowok yang lebih mengandalkan cewek untuk urusan2 penting. Banyak alasan, dari yang katanya cewek lebih rajin, cewek lebih rapi, cewek lebih disayang dosen, dll. Iya si, kita2 sebagai cewek pengen dianggep kuat, Emansipasi. Tapi bukan berarti cewek harus disodor2in untuk urusan yang lebih bijak dilakukan oleh cowok sebagai pelindung cewek.

Aih,,,,,

Inti dari semua inti,

Eike suka+cinta CG!!!!!!!!!!!!!
Cowok Gondrong+Cowok Gentle,,,
(hihihi,,,banyak maunya,,)
Biarin,,,,wek
cy