Tampilkan postingan dengan label live my life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label live my life. Tampilkan semua postingan

Bersih-bersih sarang laba-laba


.



Assalamu'alaikum, Hampir 9 tahun blog ini nganggur. Tanpa tulisan dan update sama sekali. Haha. 

 Teringat punya blog juga gara-gara alamatnya nampak di bio X. (eh, twitter sudah ganti menjadi X setelah di beli Elon Musk) Sebuah update yak. 

9 tahun. Haha. 

Saya sudah menikah yak kawan. Dengan lumut. Sudah hampir 9 tahun juga usia pernikahan kami (sepertinya saya pernah menulis banyak hal di akun lain atau di alamat lain deh, tapi lupa juga, dan gak tau cara recoverynya bagaimana) 


 Saya sudah beranak juga. Satu anak laki laki yang MasyaAllah pintar dan soleh nya, berumur hampir 6 tahun. Dah itu saja dulu updatenya. 


Insyaallah akan rajin menulis, itung-itung semacam membuat jurnal.

Empat Bulan Lagi..


.

Mari menulis tentang persiapan pernikahan.

Berasa masih lama saja hari H-nya. Padahal sekarang tinggal 4 bulan lagi. Deg deg an.

Well, baiklah, pertama-tama saya mulai dulu cerita ini dengan review cepat kejadian setelah postingan terakhir. Di postingan terakhir tanggal 24 November 2014 kemaren ada buanyak kejadian (Oh my God, ternyata udah beda tahun). Salah satunya yang paling penting adalah kejadian dibulan Januari. Tepatnya 9 Januari 2015.

Keluarga abang datang ke Solo.

Bunda, Papa, Adeknya, Ete las, dan suami, serta abang.

Kedatangan mereka adalah untuk meresmikan lamaran pribadi abang di bulan November. Sowan, ngobrolin hubungan kami, dan langsung tukar cincin. Alasan langsung tukar cincin adalah karena jarak Jakarta – Solo itu jauh. Jadi daripada bolak balik dengan niatan yang sudah jelas, maka sekalian saja. Penentuan tanggal pernikahan juga dilakukan di kunjungan ini. Dengan mempertimbangkan tabunagn kami, kepulangan saudara abang, hitungan Jawa dari nama dan tanggal lahir kami berdua, dan kepentingan kepentingan lain, maka dipilihlah bulan Desember sebagai bulan pernikahan kami.

Bismillah..
28 Desember 2015. Insyaallah. Semoga lancar sampai hari H. Amin. Bismillah.

Bulan Januari ke Desember itu masih lama. Jadinya santai. Beli seragam, beli seserahan, dan beli-beli hal besar sudah done di sebelum lebaran.
Beli Seragam..

Konsep undangan, pemilihan warna, sudah diserahkan ke mbak Ana – mbak dari budhe yang notabene anak design. Jadi aman.

Konsep sovenir pun sudah jelas. Tinggal beli dan dihias.

Gedung, catering dan dekorasi juga sudah dipesan. Tinggal icip makanan.

Make up udah jelas mau pakai siapa.

Yang belom adalah :

1.       Dokumentasi.
Yak. Akad kami rencananya akan diselenggarakan di gedung, satu gedung dengan resepsi. Akad pagi, resepsi malam. Nah, kalau untuk resepsi, dokumentasi sudah include di paket pernikahan yang disediakan, sedangkan untuk akad exclude. (Iyak, kami memutuskan memakai paket pernikahan. Memutuskan untuk percaya ke paket pernikahan, semoga sesuai bayangan. Amin). Jadinya dokumentasi untuk akad harus kami sediakan sendiri.
Sudah ada tukang foto kenalan sih, tapi belum fix.

2.       Baju akad
Ini nih. Sampai sekarang masih belum ngejahiti. Kain sih udah ada lama. Tapi belum juga sempet ngukur badan. Mana badan makin melar. Haha. Eniwei, baju buat yang laki juga belum kepikiran. Aduh.

3.       Surat2 untuk daftar KUA
Karena masih 4 bulan lagi, jadi masih bisa sedikit santaaaai (tapi kepikiran). Iyak, untuk daftar nikah itu waktunya 3 bulan sebelum. Jadi masih ada sebualn lagi sebelum semuanya terdaftar. Auauau..

4.       List acara dan daftar among tamu
Ini belum dibuat juga. Bakal dibuatin tetua kampung yang ngerti acara adat sih. Jadi ya sudahlah, serahkan semuanya ke ibu dan bapak. Saya mah iya iya aja.

Ah, ternyata cuman tinggal 4 item yang belum fix. Kok rasanya buanyak ya. Haha.

Well, setahun persiapan aja ribet, apalagi yang cuman persiapan 2-3 bulan. Nggak kebayang. Hebat mereka.
Bapak maen ke Jakarta.

 Eniweiiii..kemaren tanggal 15 Agustus 2015 Bunda dan adeknya abang ke rumah lagi. Nganterin seserahan. Niatnya sih minta tolong dihias di Solo, karena repot kalau harus bawa-bawa seserahan yang sudah dihias dari Jakarta ke Solo. PR banget buat tempatnya. Maka demi menghemat tempat biar bisa disumpelin saudara yang hendak ke Solo, seserahan diserahkan ke Ibu buat dihias di Solo. Selain nganter seserahan, Bunda juga cari penginapan buat seluruh keluarga besar nantinya menginap. Dan fix dipakailah guest house yang sama kayak pas kemaren lamaran.
Bulik, Bunda, Saya, Ibu. Bahagia di sekeliling beliau2 yang dapat akrab..^^

Insyaallah setelah postingan ini, saya akan rajin menulis perkembangan. 

Next nulis tentang konsep souvenir ya..

c y
    

Puncak Pangrango


.

Dulu saat jaman kuliah, ngumpul bareng sama anak2 kosan penuh rumpi, sempet ada acara tivi yang reality show tentang lamar-melamar. Lupa judul tepatnya sih, Tapi kayaknya ada kok. Nah karena kami mahasiswa tak ada kerjaan dan pengangguran, gemarlah kami nonton acara itu.
Berteriak geli kalau cara melamarnya norak. Ikutan terharu kalau dilamar dengan manis. Dan di dalam hati berharap someday, someone will do the same.

Someday, yah, 4 atau 5 tahun lagi lah ya dari tahun-tahun mahasiswa. Umur-umur 25 tahun atau 26, atau 27 juga boleh.

And you do.

Did something sweet to propose me.

Haghaghaghag. Dan rasanya maluuuuu.

Malu dan bahagia pastinya. Karena tak ada tanda atau indikasi yang mengarah kesana. Walaupun kita sering membicarakan masalah menikah dan sebagainya, tapi dilamar secara pribadi menjadi syarat mutlak bagi dia untuk kami menikah. Saya mengajukan persyaratan, ingin dilamar dengan hal yang memalukan. Sejauh apa dia berniat, sejauh apa rasa malunya, dan sejauh apa keinginannya menikahi saya.
Sebelum datang ke orang tua saya dia harus sudah melamar secara pribadi.
And he did it on the Pangrango Mountain. Yeyyy!!
Bukan tepat di puncaknya sih, tapi setelah puncak ada padang edelweis. disana..disana..DISANA.. he down his knees, said something ordinary ' Will you marry me?' with his smirk smile.

Of course i said, Yes, i will.

Menyadari rasa canggungnya. Dan kesediaannya memenuhi persyaratan bodoh, yang sebenarnya tidak perlu. Yang sebenarnya tanpa dilamar pribadi pun, kami akan tetap menikah. Kesediaan waktunya. Rasa malunya. Kesabarannya memenuhi semua tuntutan. Membuat tiap sel tubuh bernyanyi 'I will'.

Lamar melamar, pernikahan, hanyalah moment waktu singkat yang harus dilalui untuk merubah dunia single. Dunia tak kan lagi sama. Yang terpusat ke diri sendiri, orang tua dan saudara. Akan ada suami. Akan ada pelayanan seumur hidup yang dipersembahkan untuknya. Alamiah-nya seorang wanita.
Terkadang secara tidak sadar, saat memandangnya, sifat ingin melayani saya muncul. Sepertinya menyenangkan bila dia bahagia. Bahagia bersama saya. Bismillah, semoga kita saling bahagia bersama.
Tak ada yang bisa menduga masa depan berkata apa.
Tapi sepertinya bersamanya, bisa.
Empat huruf sederhana. B.I.S.A

“Mandalawangi-Pangrango” puisi oleh Soe Hok Gie
Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta 19-7-1966
Soe Hok Gie

Terimakasih untuk kamu. Untuk semuamu.
Penciptamu. Orangtua, lingkungan pembentukmu, dan semesta yang telah mempertemukan kita.


Saya. Hanya. Harus. Pindah


.

6 Januari 2013.

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki di ibukota tepatnya di stasiun Jatinegara untuk menyerahkan hidup saya ke dunia orang dewasa. Dunia Kerja.
Yak. Tanggal 7 Januari tahun lalu itu hari Senin, hari pertama kerja. Di perusahaan kontraktor sipil yang berkantor di Bintaro Sektor 1.

Di depan calon mantan tempat kerja.
Berbekal semangat dan tekad untuk berdikari - Berdiri Di atas Kaki Sendiri - Saya jauh jauh datang ke ibu kota. Demi pengalaman.
Teman, sahabat, ibu, saudara terkeren sepanjang hayat kehidupan
  
Sebulan, dua bulan,, hingga akhirnya hampir 21 bulan saya di perusahaan ini. Teman, sahabat, geng jalan-jalan hura-hura, saudara per-satu kosan, orang tua angkat-pemilik kosan, pacar, semuanya saya dapatkan. Allah begitu baiknya pada saya, mempertemukan dan mengakrabkan. Saya sayang mereka semua. Tanpa mereka saya bukan apa-apa di kota besar asing yang tidak saya kenal ini.
Namun yang namanya pertemuaan pasti suatu saat ada perpisahan.
Akhir Agustus saya memutuskan untuk berhenti dari perusahaan ini. Banyak hal yang membuat saya memutuskan menyerah, memutuskan meninggalkan kenyamanan saya. Saya harus pindah. Saya. Hanya. Harus. Pindah.
Geng hura-hura
Demi menambah pengalaman? Demi menambah pendapatan? Demi kenyamanan yang baru?
Well, demi apapun itu. Saya hanya harus pindah.

Proyek penuh perjuangan
Rizki, Bu peggy, Novi, Yanuar, Pram
Masih tersisa sebulan lagi sebelum saya benar-benar hengkang. Ingin rasanya meng-freeze semua kenangan, semua rasa nyaman, semua kasih sayang dari sini untuk dibawa ke tempat yang baru. Iya iya, saya tahu itu mustahil. Biarkan saya berimajinasi.

Iringi dengan doa yak kawan, semoga kita semua berkembang dan bertumbuh ke arah yang lebih baik. Menjadi pribadi yang makin matang, menjadi sosok yang makin sukses.

Note :

Saya menyadari suatu analogi saat saya ijin untuk resign. Dengan alasan "hanya ingin pindah"
Resign itu seperti memutuskan pacar. Memutuskan dengan alasan "Hanya ingin pindah". Ketidaknyamanan yang tidak disadari tapi itu merusak pikiran. Jadi harus putus. Harus cari jodoh lain yang lebih sesuai.

Hahaha. Saya jadi sadar kenapa dulu saya putus atau diputus. Alasannya bisa saja sesimple itu.

Bijak bisa didapat tanpa kesengajaan. 8)



Kisah Lumut. Kamu.


.

Selamat datang 2014!!


Sudah dari lama saya ingin menulis tentang kamu. Lumut. Tapi saya sengaja menundanya, saya menunggu, melihat bagaimana kamu selama sekitar 6 bulan bersama saya. Saya review dulu. Pantaskah cerita kita saya share. Tentang bagaimana kita saling dipertemukan.

Kisah Tembok Beton dan Lumut
Tembok beton menemukannya.
Tumbuh tersembunyi di sudut dingin luasan.
Tumbuh dengan sendirinya.
Tanpa peringatan, kurang ajar.
Disaat angin berhembus kencang dan memporakporandakan keadaan, dengan cuek sporanya muncul. Menempel di sudut. TUmbuh perlahan, pelan-pelan mengekspansi tiap m2.
….
Tembok beton jatuh cinta.
Entah siapa yang girang, si tembok beton yang menemukan teman atau lumut yang menemukan tempat nyaman.

Februari 2013
Bertemu karena ketidaksengajaan. Yak, sebagai warga baru ibukota saya mulai mencari komunitas pertemanan, saya butuh sekelompok orang yang bisa menjadi tempat pelarian saya kala bosan dan penat dengan kerjaan. Untunglah kawan SMA saya mengajak naik gunung bersama teman2 kampusnya. Tanpa ajakan dua kali, saya setuju ikut. Sebodo amat kalaupun saya hanya kenal satu orang. Kan bisa kenalan, pikir saya waktu itu.
And you were there. One of his friend.
Nope, saya tidak berpikir apapun. Saya hanya tertarik berteman. Saya bahagia punya mereka. Saya bahagia menjadi bagian dari mereka.
Kamu..
Kata yang lain si tertarik dengan saya. Haha. *narsis*
Tapi semua tau, saya ada dikisah lain, saya masih setia berada dikisah yang lain. Penuh penghormatan, sama sekali tidak ada upaya menikung. Bahkan saat kamu mengungkapkan pun, kami saling berjanji menjadi kawan. Tidak lebih. *tos*

Mei 2013
Kisah yang saya upayakan untuk berhasil nyatanya harus gagal. Saya harus terima kenyataan. Dan entah kenapa beberapa hari setelah nangis darah saya menghubungi kamu. Apa yang menggerakkan saya? Saya juga heran. Pelarian? Sepertinya iya, saya butuh teman. Dan kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Saya butuh pendengar yang baik kala itu.
Mulailah semesta memainkan perannya.
Saling tukar kabar, tukar cerita, sampai akhirnya ada kebutuhan saling mendengarkan. Saya nyaman saat bersama kamu. Lingkungan main, pertemanan, kerjaan, bahkan keluarga kamu kenalkan semua ke saya. Saya bahagia. Berasa menjadi bagian berharga hidup kamu. Sedikit bangga.

Juni 2013
And then you want a commitment.
Yup, I do. Oke, mari kita coba.
Berbekal rasa nyaman dan aman, saya rasa dicintai itu lebih menyenangkan.

November 2013
I’m in love.
Absolutely.
You.
A whole package.
Di bulan inilah saya sadar, sepenuhnya, bahwa saya jatuh cinta padamu. Semuamu. Satu paket. Kepribadian, lingkungan pembentukmu, kenyamanan yang selalu saya rasakan, dan yang pasti rasa aman.
FYI. Saya benci perselingkuhan, sangat, bahkan setitik nila rusak susu sebelanga, saya gampang insecure, saya akui itu. Hal-hal yang sedikit mengarah kesana bisa menjadi bencana. Saya bukan tipe pencemburu, tapi sekalinya saya merasa ada yang tidak beres, saya berinsting. Dan pengalaman pahit membuatnya lebih parah.
Kamu? Insyaallah bukan pribadi seperti itu. Saya menguji cobamu dulu selama hampir 5 bulan sebelum saya benar2 jatuh cinta padamu kan? Haha.

Bismillah.
Semoga kamu yang terbaik yang dipersiapkan Allah untuk saya. Semoga semesta yang berkonspirasi menemukan kita tidak kecewa dengan cerita yang kita tulis. Amin.

Lucu saat sadar bagaimana semesta bekerja sama membuat kita bahagia. Angin memang berhembus meninggalkannya, namun karena angin pula spora lumut datang turut menempel di tembok beton.

Yak. Lunas sudah janji saya untuk bercerita tentang kamu.
Jangan besar kepala ya..^^

cy
Taman Safari ^^

Bahagia itu sederhana, right?


.

Selamat soreee kawan..

Yuk mari share kabar bahagia.

Per-desember saya resmi jadi pegawai tetap. Alhamdulillah. Bakal ada kenaikan gaji..*dikit*. XD
Dengan diangkatnya saya maka ada beberapa keuntungan yang bakal diperoleh. Tunjangan-tunjangan yang dulunya cuman bisa ngiler saat jadi karyawan kontrak sekarang bakal dapet. Bonus akhir tahun pun didepan mata. Ahh..maksudnya akhir tahun 2014 si..kalau untuk tahun ini belum dapet dulu, karena hitungan masa kerja setelah diangkat ke akhir tahunnya kurang dari 3 bulan.
Cih.
Haha, bagaimanapun bersyukur kok..


Sudah hampir setahun saya bekerja. Rasanya kepindahan saya dulu ke ibukota baru kemaren, ehh,,sudah setahun aja.. Lingkungan yang bikin saya betah. Jadinya setahun saya berasa cepat. Teman-teman yang menyenangkan, temen kosan, temen kerja,dan temen maen.Semuanya ada. ^^/

Tiap penat sepulang kerja ada mereka :

Berpose di depan kosan sebelum jalan ke Kebun Raya Bogor..^^
Pasti ada acara ngumpul sebelum kita tidur, sepulang kerja. Entah di kamar siapa. Ketawa-tawa melepas lelah. Menertawakan joke mesum ala kami, menertawakan semua hal biasa yang buat kami luar biasa. Menertawakan ekspresi wajah. Menertawakan semua hal.
Tertawa dengan merekalah yang membuat hari kerja seimbang.
Sayaaaang sama kalian kawaaan!!

 Sekali sebulan kami anak muda sekantor punya ritual ngumpul :

Makan dulu sebelum karokeaaaan..yey
Kalau karokean kami bisa 3 jam..haha
Nampang dulu setelah makan..
Anywhere harus take a pic!!

Di Martabak 65 Pecenongan..
Bahagia kalau sudah ngumpul bareng mereka. Dan kami paling cuman cari tempat makan baru, karokean, atau sekedar ngumpul haha hihi depan kantor.

Itu para anak mudanya kantor, kalau temen sedivisi yang bikin nyaman ini penampakannya :

Pas bosnya rapat, malah poto poto di kebun belakang kantor. Haha

Makan soto dihari ulang tahun.
Kumpul dengan emak-emak dan bapak-bapak, ada yang seumuran satu tapi kelakuan kayak bapak-bapak umur 29 tahun. haha. Walaupun mereka bocor dan menganggap saya lugu dan polos, tapi kerasa kok kalau mereka sayang saya. (''3) muach muach buat mereka.

Yak itu tadi share kabar bahagia dan share poto bahagianya.
Bahagia itu gampang kok. Syukuri setiap moment yang kamu dapat!! *self note*
Terlepas dari seberapa sering kamu mengeluh. Imbangi dengan rasa syukurmu setiap waktu. Allah itu baik. Selalu memberi lingkungan yang baik dimanapun saya berapa. Alhamdulillah.

Selamat soreeee,,saya malam mingguan duluuu, g LDR lagi, xixi
cy





Kabar Terbaru. Apapun itu.


.

Tiba-tiba dihari sabtu yang kurang kerjaan ini saya menengok blog. Baca-baca hal remeh yg dulu pernah saya tulis. Astagah, ternyata posting terakhir blog ini di bulan Oktober 2012. Saya jadi merasa bersalah lama mendiamkannya. 

Alasan mendiamkan sebenarnya cuman satu si.. males nulis. 
Haduh.
Payah yak,, 
Entah kenapa kemampuan menulis saya menurun seiring berjalannya usia. *wakwak, berasa tua*.

Jaman saya SMP dan SMA dulu saya selalu punya kesempatan 'me time' untuk merenung disela sela waktu belajar yang selalu saya gunakan untuk menulis. Nulis tentang apa saja, jaman punya buku harian, saya nulis cinta-cinta monyet. Jaman suka denger radio, saya nulis nulis lirik lagu untuk dihapalkan. Jaman gemar baca cerpen, saya iseng nulis cerpen. Sempet berharap nulis sesuatu yang bagus terus dikirim ke penerbit untuk diterbitkan jadi buku gituuu. Tapi semakin kesini kalau ke toko buku makin banyak aja novel fiktif. Keinginan saya nulis buku jadi surut dengan sendirinya. Soalnya bisanya nulis cuman fiksi. Haha.

Jaman kuliah, haaaahhh,, udah ogah nulis. Palingan blog ini media nulis saya. Itu pun sangat tidak produktif. Tergantung suasana hati. Kalau pas mut-nya dapet, feel-nya dapet, waktu ada,,saya baru deh semangat nulis. 

Terakhir masa kuliah ya dibulan Oktober kemarin. Itu tuh di postingan terakhir. 26 Oktober itu sekitar seminggu setelah saya wisuda. Bahkan cerita wisuda pun enggan saya share. Haha.
Saya malah share tentang kisah percintaan saya. *harap maklum* 8P

Well, untuk update berita mari kita mulai satu persatu.

Pertama tentang kisah percintaan nih.
Kisah angin dan tembok beton sudah berakhir. Kami memutuskan berpisah. Well, sejujurnya angin yang memutuskan berpisah. Si tembok beton si awalnya masih ingin mencoba membuka pintu dan jendelanya, membiarkan angin berhembus kemana pun tanpa berspekulasi apapun. Tapi apa daya jarak kami terlalu jauh untuk bersinggungan. Tembok beton yang teracuni cemburu, angin yang maunya dipercaya tanpa mau berusaha akhirnya gagal, kalah oleh jarak. 

Haha. Jadi disinilah saya. Bersyukur tiap harinya bisa dipisahkan dengan angin oleh Yang Maha Kuasa. Setelah mewek selama seminggu saya mencoba move on. Bahwa ada yang lebih baik menanti saya di masa depan. Ada cerita yang lebih baik yang dipersiapkan olehNya. Dengan cepatnya saya move on. 
Didukung dengan jarak serta lingkungan pertemanan saya yang sangat mendukung, kurang dari sebulan saya move on. Ternyata gampang. Tidak sesulit bayangan saya sebelumnya. *joget joget*

Kedua,
Jarak yang memisahkan angin dan tembok beton itu benar-benar jarak. Jarak dalam artian denotatif. Semenjak Januari saya bekerja di ibukota. Dengan amat berat hati saya mengakui kalau saya satu dari sekian masyarakat pengikut urbanisasi. Hadeh. Jadi penghuni Jakarta dengan segala dukanya kalau ingin mudik. 8(

Ketiga,
Saya itu dewi move on. Jadi setelah benar-benar move on, saya menemukan tempat singgah lagi. Tempat untuk memulai komitmen baru. Kali ini insyaallah menuju tujuan yang jelas. Menuju titik yang sama. Bismillah.

'Memahami' orang itu tidak mudah.
'Mulai memahami' orang itu lah yang mudah. 
Dan yang kita perlukan ditiap hubungan komitmen adalah
"Kerelaan Memahami Setiap Harinya'. 

Sesimpel itu. 
Memahami kemudian lanjut menghargai. Karena tiap orang butuh pemahaman berbeda. 
Saya butuh orang yang tidak pernah lelah memahami saya, segalanya dari saya. Bukan orang yang mudah menyerah, dan kalah karena jarak, karena orang ketiga, karena lelah, karena 'no more butterfly in his stomach' dan karena karena yang lain.

Because you can create your own butterfly in your stomach with a simple reason.
Itulah cinta.
Mungkin.

Sekian update dari saya, update yang bercampur curhat dikitttt.. XD
Saya ingin berjanji untuk produktif mulai sekarang. Karena sebenarnya banyak hal dalam keseharian saya yang ingin saya bagikan. Apalagi hal-hal bermanfaat. Tapi saya takut berjanji kawan. Takut tidak terpenuhi. Doakan saja saya punya mut, punya feel yang tepat untuk nulis yak. 

cy




Kisah Angin dan Tembok Beton


.

Saya adalah tembok beton yang bermimpi mampu menahan angin tetap berada di dalam sekat sekat yang saya buat.

Saya adalah tembok beton berlubang yang tidak mampu menjadi solid hanya agar supaya angin tetap berada di dalam.
Saya ingin kamu terbang wahai angin.Kemana pun yang kau suka..
Mengelilingi pohon..menyentil dedaunan agar mereka jatuh..tertarik nafas seseorang dan keluar menjadi angin lagi..
Kemana pun..Apa pun..
Saya akan membatasi diri saya untuk tidak melarang.
Tapi satu yang saya minta..Satu saja..dan sudah,,cukup satu..
Jadilah angin yang jujur.Jadilah angin yang berguna..jangan memjadi angin yang merusak tanpa ada sebab.
Sebab yang mungkin kau cari cari tanpa tahu akibat.
Jangan menyakiti wahai angin.
Saya mohon.
Sebagaimana saya adalah tembok beton tapi bila kau menghembus terlalu kuat saya pun akan roboh.
Roboh tanpa ampun.
Apalagi saya tembok beton berlubang.
Banyak celah yang melemahkan saya.

Datanglah angin..Berhembuslah..Kejar apapun itu..Dan Jujurlah.

8D



Untuk Kakung, 23 Oktober 2012 : Happy Birthday ^^

Alhamdulillah lulus..^^


.

Angka 2 6 dan 8 merupakan angka yang entah kenapa semacam teriang dan terfavorit saya. Tiap kali melihat rangkaian angka tersebut, pasti dengan sendirinya otak saya merekam memori yang kuat. Jadi berikan saya hafalan rangkaian angka dengan memuat 3 angka tersebut,,cling..langsung hafal coooiii...^^/
Mungkin karena angka lahiran saya yang juga merupakan rangkaian dari 3 angka tersebut yak - 2 6 89

Hari ini Senin tanggal 6 Agustus 2012 *see ini rangkaian angka 6 8 2 - 0 1* Alhamdulillah sidang pendadaran terlaksana dengan sukses. ^^/ horee..
Senangnya hatiku..Riangnya jiwaku..Girangnya otakkuu..syalalalala..
Dan kami akan menjadi Wisudawati ke 128..Ough yeah..*see ini pun rangkaian angka 2 dan 8*
Memang angka keberuntungan oq..XD

Pelaksana sidang pendadaran : saya dan patner saya Indah Noviastuti..*ini penampakannya

Cium Patneeer...(''3) muach
Penguji : 2 dosen pembimbing Pak Djoko Pur dan Pak Bambang R.
              1 dosen penguji Pak Supri
*jangan sebut nama lengkap - nanti kalau para Bapak dosen melek teknologi terus searching nama sendiri di mbah google, ntar alamat blog saya terekspos dah..haha

Waktu : 10.00 - 12.00
Tempat : Dosenat Teknik Sipil Undip lantai 3 ruang E301

Iyaa..benar sekali. Kami sidang di lantai 3 kawan, yang notabene kudu naik tangga sebanyak 4 putaran. Fiuh. Sebenarnya naik tangganya bukan apa apa kalau saja kondisi saat itu tidak puasa dan naik tangganya tidak diulang ulang naik turun. XD
Selain kehabisan nafas, kami menggeh-menggeh (baca: terengah-engah), haus pula. Kaki pun sakit karena pakai sepatu wanita hak tinggi *saya memang perlu berlatih menjadi wanita sejati. 8P

Proses sidangnya sih baik-baik saja. Kami memaparkan dengan demikian saja. Pak Supri sempat merem-merem karena bosan. Eh, pas membantai dengan pertanyaan beliau masih tetep sangar . Haih. Pak Djoko dan Pak Bambang baiknyaa..mereka dosen pembimbing idaman lah *semoga nilai kami A..amiiiin.
Intinya : Sidang pendadaran kami sukses. 

Cengceremen juga datang semua, yang sudah lulus sih sudah pasti enggak.^^
Ini poto-poto pasca sidang pendadaran kami.

Kiri ke kanan : Bundo, Dek Id, Saya, Indah - patner tercinta - ,Kasing, Dek Nad
Yossshhh susul kami kawaaan ^^/

Kiri ke kanan : Pak Bambang, Saya, Indah, Pak Supri dan Pak Djoko

Bersama Pak Djoko ^^

Cengceremen + Pak Djoko..

Alhamdulillah..*senyum dan tawa sukses kami..
Well..
Kami memang lulus..tapi sudah pasti dengan revisi *pukpuk
Revisinya banyak..*need pukpuk
Revisi paling tidak seminggu. Jadi intinya kami masih harus berjuang seminggu lagi untuk melengkapi kebebasan kami dari Jurusan yang masuknya gampang keluarnya susah itu. Doakan kami yak kawan.
Jangan lelah untuk mendoakan kami.

Setelah keluar dengan susah payah, kami bakal dilempar ke kehidupan nyata yang pasti akan lebih butuh perjuangan. Welcome to the jungle. Semoga kebebasan kami segera ditampung kesadaran nalar untuk segera menjadi manusia pekerja. Amin.

Allah always with us.



Am I? Are You?


.


Apakah kau tahu, setiap tatapanmu seperti meluluh lantakkan segala pertahanan saya?

Tembok beton saya serupa meleleh.

Meleleh akibat angin.

Saya selalu diberi nasehat, jangan menggantungkan perasaanmu dengan persenan tinggi. Beri saja dia 10% perasaanmu. Sehingga bagaimanapun kau diperlakukan kau tetap masih bisa stabil. Dan saya tumbuh dengan sikap hati seperti itu. Untukmu pun, persenan saya sedikit. Benar sekali, otak saya memberimu persenan yang sedikit, tapi apa kata hati saya? Saya kalah. Hati saya enggak mau nurut. Saya melanggar nasehat.

Perasaan wanita itu 10% otak dan 90% hati bukan?

Saya bukan lagi menjadi pribadi saya saat galau. Saya serupa menjadi orang lain, yang bahkan tidak saya kenal. Rasanya menakutkan. Pengaruhmu sedemikiannya. Padahal hanya karena melanggar persenan, saya dihukum seperti ini.

Ketika makan, saya terbiasa ''save the best for the last''.

I think, I’ve saved my best for you. Are you the last for me?

Do you save your best for me? Am I the last for you?

Bagaimana meyakinkan diri saya sendiri? Bagaimana membuatmu meyakinkan saya? Apakah kamu sudah yakin? Sudahkah? Kenapa bisa yakin? Apa yang membuatmu yakin? Ajari saya buat yakin.

Ajari terus.

Ajari sampai saya yakin.

Saya takut.

Bukan terhadapmu, tapi terhadap diri saya sendiri. Terhadap apa yang mampu diri saya lakukan. Entah itu terhadapmu, atau terhadap diri saya sendiri.

*Galau itu bikin dewasa kawan #menenangkandiri

aqirnya KP selesai,,,@.@


.

KP di PT. Waskita (Pembangunan Hotel Tentrem)
poto dari lantai 4



Ini tanggal berapa??
Hoo,,tanggal 6 yak,,haha,,
KP(Kerja Praktek) yang KP(Kakehan Panganan) aqirnya harus sudah berakhir. Seharusnya sih sejak tanggal 4 kemaren, tapi berhubung niat keluar saya ditunda-tunda oleh bapaknya yang amat sangat menyayangi saya, maka hari Kamis besok tgl 7 surat selesai KP saya baru keluar.

Saya jadi inget hari pertama saya dulu. Mewek nggak jelas gara-gara syok. Haha. Saya yakin saya akan merindukan semuanya.

dari kiri ke kanan: Rio, Akyu, Ayu dan Valen

Tidur jam 9,,bahkan kadang jam7 mata sudah tak berkutik,,

Bangun jam5,,mematikan alarm dan dengan cueknya menggeliat tapi tetap dengan mata terpejam. setidaknya beri saya 30 menit untuk mengumpulkan nyawa.

6.20 dimarahi dan di-susu susu,,disuruh cepet karena sang sopir pengantar kuliahnya kek anak sma yang bila telat dihukum.-.-''

Ngebut,dingin,dengan rambut basah tiap 2 hari sekali,,

Nyampe depan Purwosari,,mencet tombol lampu pemberhentian buat menyebrang jalan Slamet Riyadi.

Duduk menunggu kereta yang datang setengah jam kemudian,,

Kereta Pramek berwarna ungu yang kadang hanya 2 gerbong,,jadi kek kereta mainan,,

Pasti dan sudah jelas tidak mendapat jatah tempat duduk. Untung ada kursi tukang cukur pinjeman.haha

Cari lendetan dan lanjut memejamkan mata, kadang tidur lagi,,>.<

Nyampe Klaten,,masi merem,,nyampe Maguwo,,,lipet kursi,,siap2 turun,,

Nyampe lempuyangan..

Mencari sosok mbak Ana(mbak sepupu yang mencari sesuap nasi dan segenggam berlian di kota Jogja, tapi nggak ngekos, melainkan laju Solo-Jogja tiap hari, Senin- Jumat)

Tersenyum lega dan kita bejalan bersama ke PJKA(hotel para motor PRASOJO (Pramek-er Solo-Jogja)),,lanjut ambil motor,,

Melaju ke Tentrem.terhadang lampu merah 103 detik yang lamanya bujubuneng,,,

Menyeberang jalan AM.Sangaji yang rame pol,,ketemu satpam,,,senyum penuh pesona dan menyapa, 'slamat pagi, Pak'

Menggotong helm masuk ke direksi kit Waskita.

Masuk ruang tamu yang berubah fungsi jadi ruang anak KP,,

Sering jadi orang pertama yang datang,,

Menghidupkan lampu,,

Menyalakan AC,,

Duduk,,

Diam,,,

Menunggu,,apa yang akan terjadi hari ini...

Dan terjadilah,,,

duo yang selama sebulan penuh suka duka,,,8P

2 bulan bergulir. Rasanya sekarang 2 bulan itu waktu yang singkat. Saya bertemu banyak orang. Link-link yang mungkin bakal mempengaruhi masa depan saya. Semoga saja. Saya pasti bakal membutuhkan mereka dikemudian hari.

kiri ke kanan: Pak Mardiono, Pak Bambang, Pak Heri, Akyu, Bu Ari

--i'll miss it when it's over,,--.

T.T

keep contact yak ayu,mas dimas,mas galih,mas budi,valen,rio,mas juno,mas agi,mas sigit,,,

cup cup muach,,,

hahahaha

kiri ke kanan: Mas Dimas, Akyu, Ayu, Valen
banyak makanan,,,lotisan bareng,,,haha

Tersadar tiba-tiba dan cerita lanjutan KP


.

Suddenly I woke up and realize…

Hah,,,sepertinya saya harus memikirkan semuanya kembali…
Segala sesuatunya tidak berjalan dengan lancar. Bukankah seharusnya saya merasa nyaman dengan apa yang saya jalani? Tapi kenapa rasa nyaman itu memudar dan digantikan oleh rasa nyaman yang baru. Bukannya saya berkhianat dan bercabang dua,,tapi memang dari semula saya sudah merasa ada yang salah. Kalau pun saya bertahan, entah dengan alasan apa.
Hadeeeewww,,,
Semoga saya memilih keputusan yang tepat.
Amin.

Yap, cukup sudah cerita pusingnya, sekarang kabar gembira,,,
Saya diterima KP di Hotel Tentrem,,,,horeeeee,,,,. Akhirnya saya tidak digantung lagi. Dan bisa melalui hari dengan senyuman tanpa rasa khawatir. Qikqikqik,,,.

Mari saya paparkan kronologisnya.
Jam 7.00 : Saya berangkat dari rumah, rencana pakai Pramek yang berangkat jam7-an. Dapet tiket jam 07.32, Pramek 7 kalau nggak salah.

Jam 08.30 : Nyampai Jogja,,dijemput ma Inda. Hadeeeww,,,baiknya teman saya yang satu ini. Saya berhutang es krim magnum padanya. Kita muter2 dulu. Dia ngajak ke rumah kakaknya, ambil biola—dia mau servis biola--. Setelahnya dia janjian ma temen temennya yang tukang servis biola di depan SMM-SMKI-SMSR (baru tau adaa sekolah menengah seni,,haghaghag,,parah)

Jam 10.00 : Otw ke Tentrem. Ngadep pak satpamnya. Bilang sampun janjian dengan bu Ari, dan saya diperbolehkan masuk dengan senyuman. Sampai di depan direksi keet, saya ketemu bapak2 ma ibu2, mereka bertanya saya cari siapa, saya bilang ‘Bu Ari,,tapi sebenarnya mau ketemu P ak Munir’ dan begitu saya jawab seperti itu, ada bapak2 mendekat, ternyata beliau pak Munir. Haha. Beliau menyuruh saya menunggu karena beliau hendak ke kondangan terlebih dahulu. Jiaaah,,,. Saya mah seneng-seneng saja menunggu,,asal bisa ketemu dan berbicara face to face menjelaskan maksud kedatangan saya. Qikqikqik.

Well, menunggu lah saya…

Jam 12.00 : Setelah penantian panjang penuh derita, beliau balik juga ke direksi keet. Hadewww,,,. Saya sampun ngoyot pak,,krik krik.. Menunggu lagi beliau ganti baju. Heik. Haha. Dan aqirnya ngobrol lah saya dengan beliau. Orangnya ramah ternyata, sama sekali tidak sesuai bayangan awal. Padahal pertamanya saya membayangkan beliau dingin dan galak. Tertanya baik sekali. Au.

Jam 13.00 : Saya berada di ruangan beliau selama setidaknya satu jam. Untung saja ruangannya AC, dingin. Haha. Saya disuruh menunggu sekalian surat balasan dari Waskita yang menerangkan bahwa saya diterima. Haaa…hore. Saya mah sanggup sanggup saja. Asalkan saya diterima, menunggu selama apapun akan saya lakoni Pak,,,. Pada jam itu, Inda pergi. Hiks,,ada acara dia, mau ke Pacitan dan ditunggu oleh travel. Hah. Ya sudah, saya relakan dia pergi. Krik krik krik. Menunggu sendirian itu menyebalkan sangat ternyata. Dan saya sangat amat lapar sehingga rasanya saya mau pingsan. Satu jam pertama menunggu saya masih sehat, wajah masi berseri-seri hangat. Setengah jam kemudian kringat dingin membanjiri. Sumpah, saya lapaaar.

14.30 : Pak Munir keluar dari ruangannya dan melihat saya yang duduk terkapar dengan wajah lapar. Beliau menawari saya makanan yang menjadi jatah makan siang beliau. Haha. Baik sekali. Demi kesopanan saya menolak dengan wajah penuh nestapa. Mau-mau tapi malu. Qikqikqik. Beliau masuk ke ruangannya lagi, keluar sambil memegang nampan berisa nasinya, kemudian disodorkan kepada saya, saya menggeleng sambil tersenyum sopan. Beliau berkata, ‘ Kalau nasinya nggak diterima, kamu nggak saya terima juga’. Heik. Ngok. Ngok. Saya di ancam. Dan ancamannya maut. Saya langsung nurut, malu, tapi dalam hati bersorak. Hore. Saya makan siang juga, gratis pula. Hahaha. Momen yang bakal nggak mungkin saya lupakan. Memalukan soalnya. Sambil nulis ini pun rasanya saya masi merasa malu.

15.30 : Satu jam lagi berlalu. Hadewww,,tanda tangan saja kok ya lama sekali,,well, sudahlah, akhirnya surat saya jadi. Fiuuhh. Pulanglah saya dengan tenang. Saya belum pernah sekalipun naik trans jogja sendirian. Dan ternyata gampang sekali. Au. Asik ternyata jalan-jalan sendirian. Saya nagih. Haha. Sampai stasiun tugu. Beli tiket yang jam 16.15 dan saya pulang.
Sekarang saatnya mengurus untuk yang dari jurusan. Sampai dibuatkan SKKP saya belum boleh merasa tenang.

Well. Tetap doakan saya teman.

cy

7th APTE--Indonesia 2010


.


Haghaghag,,,

And this is the end of this conference,,,

The Seventh Asia Pacific Conference on Transportation and The Environment (7th APTE).

Wakakakakak,,,ditutup dengan field trip to Ambarawa railtrain museum and Borobudur temple.

Konferensi ini diadakan dalam lingkup se-Asia Pasifik. Paparan mengenai transportasi, salah satu bidang dalam ilmu Teknik Sipil. Dihadiri oleh pemakalah-pemakalah yang mempresentasikan studi kasusnya untuk menerima semacam penghormatan. Bukan untuk dilombakan seperti halnya FSTPT(Forum Studi Transportasi tingkat Perguruan Tinggi). Bukan berhadiah uang tetapi nama baik. Dan kenapa Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah adalah karena keterlibatan Pak Bagus (dosen eike) selaku ketua pelaksananya yang menawarkan Indonesia sebagai tuan rumah kepada dosen beliau yang merupakan professor dari Singapura (Pak Bagus meneruskan S2 dan S3-nya di Negara tersebut).

Well, seperti itulah.

Mari saya ceritakan keterlibatan eike dalam konferensi ini… Awalnya si eike kagak tahu apa-apa mengenai APTE ini, eike hanya ditawari Komting (komandan tingkatan)—Akbar, agar saya membantu sekretariat untuk menulis sesuatu yang berhubungan dengan bahasa inggris. Karena eike cukup bisa menjadi pendengar yang baik, eike terima saja tawaran itu, mumpung ditawari, sambar saja tiap kesempatan. Nah, ternyata yang eike bantu itu adalah ke-sekretariat-an APTE. Jadi disinilah saya.

Tanggal 2 Juni hari Rabu adalah ulang tahun eike. Dihari itu kami (para panitia) melakukan gladi bersih di hotel Patra Jasa Semarang. Dari jam 4 sampai menginap. Waha. Sebelum berangkat ke hotel, eike ma Nela mampir dulu ke Gramedia membeli MMJ(Marmut Merah Jambu)—bukunya Raditya Dika yang terbaru. Keluar dari Gramed kami mengambil arah ke jalan Gajah Mada. Dan dengan bodoh dan lugunya eike belok kanan. Padahal eike dah liat ada tanda kanan coret. Gara-gara hasutan Nela yang menyakinkan bahwa ambil kanan aman. Haiyaaaa,,,kami ditilang dengan suksesnya. Sim eike ditahan. Sidang tanggal 18 Juni ntar,,,,hraugh hraugh,,,emak,,mana sidangnya di daerah Krapyak lagi,,,jauh amat (T.T)

Jam 9 malem, persiapan bidang sekretariat masih ribet dan belum pada beres, jadi terpaksa kami menginap. Eike mah pulang dulu karena jas almamater eike masih di rumah. Sebelum pulang, eike di tarik ke kolam renang, diangkut tangan dan kaki, diayun hendak dilempar ke kolam renang. Para pemegang kaki dan tangan eike berhitung, 1…..2…..ti……..nap,,,sebelum hitungan ketiga selesai, pemegang kaki eike melepas pegangannya. Eike terjatuh dipinggir kolam menghantam beton. Bokong eike sakit. Sial. Karena kasihan, eike kagak jadi dilempar, tapi dicemplungin air pelan-pelan, penuh kelembutan. Persis kayak nyelupin teh celup. Woaaaaahhh,,,,hwasem tenan,,,,jadilah saya basah kuyup sekuyup-kuyup-nya.

Eike pulang kedinginan. Mandi. Dan balik lagi ke hotel. Para panitia mahasiswa (25 anak) disewakan satu kamar sebagai basecamp dan tempat menginap. Hanya satu kamar. Seukuran 3 x 4 yang terisi 2 single bed. Jadinya kami tidur kayak ikan pindang dijejer. Jam 23.30-an, saat eike ma Nurma(didaulat sebagai MC) bersantai ria disofa, naas karena tidak mendapat tempat dikamar, Putu dan Hasmi mengajak putar-putar Semarang nyaci toko yang buka untuk beli buku tamu,,,haihhh,,,dari Semarang atas-bawah-barat-selatan yang buka cuman Indomart dan Alfamart thok. Dan mereka nggak jualan buku tamu. Huk. Eike ma Nurma mah cuman memanfaatkan mobil untuk tidur. Waha.

Hari pertama berjalan cukup lancar. Walaupun kendala bahasa sangat amat terasa. Ada seorang participant yang tidak bisa bahasa Inggris. Beliau berasal dari Cina kalo nggak salah. Namanya Chenggang atau siapa gitu,,,. Lie hendrie yang notabene satu rumpun dan bisa bahasa mandarin pasif saja angkat tangan apalagi kami. Aqirnya beliau menyeret seorang temannya yang bisa berbahasa Inggris untuk menbantu. Syukurlah.

Mr. chenggang ini membayar dengan dolar. Total beliau membayar US $ 500. Hahhhhhh,,,,,5 lembar dolar senilai US $ 100. Bersih licin dan wangi,,,,bau dolar,,,pegang dolar,,,,5 juta,,,,hore!!

Waha,,,kita katrok sekali, pegang dolar saja bangga.

Semoga dikemudian hari gaji kami dolar,,,amin. @.@

Hari kedua sangat lancar. Kami mulai terbiasa. Jadi tak ada kesulitan yang berarti.

Nah untuk rangkaian terakhir yaitu field trip, akan eike post selanjutnya, kali itu akan disertai dengan poto-potonya,,,,wokeeeeehhhh,,,

Eike mau tiduuuuuuuuuuuuuuuuuurrr,,,buset, capek puollll!!!!

cy

Syok Cuaca,,,


.


Hari ini eike sukses mengalami shocking weather. Hwasem berat!!!!!

Begini ceritanya :

Jam 11 siang eike disms ma komting (komandan angkatan 2007 eike) yang isinya “ rul, ternyata kita tetep butuh sekretaris, km bs nggak?”

Dan saya dengan baik hatinya menyanggupi. Eike sendiri juga belum terlalu jelas mengenai pekerjaan yang bakal eike lakukan. Prinsip eike, tiap ada kesempatan, samber saja. Pikir nanti.

(dan sekarang merasa sedikit bodoh, karena tugas eike jadi buanyak puol,,=.=’)

Mbak Asri lah nama sang pembimbing eike. Nah, demi bertemu dengan dialah saya rela naik ke Tembalang. Walaupun nggak ada urusan apa-apa selain menemuinya. Aqirnya dengan penuh rasa tanggung jawab eike naik. Jam 1 siang. Keadaan Semarang panas membara. Keringat eike sampai menetes-netes saking hot-nya. Eike siap sedia dengan semua peralatan pencegah kehitaman eike. Takutnya eike akan gosong dengan sempurna, dan mengembang terlihat nikmat, ups, itu mah roti, waha.

Tanjakan demi tanjakan eike lalui dengan gagah berani, kemudian, sesampainya di tanjakan gombel, mendung tiba-tiba datang, dan tanpa dinyana, hujan turun, gerimis sih,,tapi tetap saja eike basah pas nyampai kampus. Hah.

Setelah urusan dengan mbak Asri selesai, eike berniat langsung pulang ke bawah(sebagai informasi bagi yang belum tahu, rumah eike di bawah itu : di sekitar Smpang Lima Semarang, Seroja tepatnya)

Tapi niat hanya menjadi niat, hujan turun dengan derasnya. Eike terjebak di kampus. Doing nothing. Dan hanya melongo memandangi rintik hujan yang nggak juga reda. Sampai sekitar jam 2, tinggal gerimis mengundang. Eike mantap menerjangnya. Keluar parkiran kampus dengan jumawa, halah, cuman grimis oq, palingan di bawah nggak hujan (informasi dari sms bulik eike yang bilang kalo bawah nggak hujan).

Eh, tiba2 mak bedhundhuk, hujan deres buanget pas eike baru nyampe jalan dibawah tol, buset dah, eike segera ngebut ke indomart terdekat. Ngiyup ( baca: berteduh).

Nggak cuman eike yang berpikiran untuk menunggu hujan di sana. Setelah kedatangan eike yang hampir basah, ternyata muncul berbondong-bondong motor lain yang memanfaatkan indomart untuk ngiyup.waha

Hamper setengah jam di sana, hujan mulai reda. Eike pulang masih ditemani rintikan hujan. Baju=celana eike basah. Walaupun nggak sampai kuyup.

Turun tanjakan gombel, tiba2 ada mobil belok dari arah berlawanan, hendak berputar kea rah searah ma eike. Eike yang dari tanjakan ngebut, ngerem dengan mendadak. Asi (ini makian lhoh,,,waha) bener tu mobil, roda motor eike sampai meliuk-liuk nggak jelas, hamper selip. Untung eike kagak jatoh. Kalau sampai kejadian, hiii,eike nggak berani membayangkan. Pasti eike bakal ditabrak juga ma mobil di belakang eike. Fiuh. Thank God.

Dari gombel motor eike merayap terhadang macet. Sampai di Kali Wiru, eike shock. Jalanan kering. Kering kerontang. Serasa mengejek hujan deras yang eike alami di atas. Inaaaaang, masi juga satu kota, tapi antara Semarang bawah dan Semarang atas beda cuacanya bikin badan panas dingin.

Haiyahhhh,,,

Inikah akibat global warming?

Setau eike dulu pas SD kalau ngapalin musim hujan dan musim kemarau itu OM dan AS.

Oktober-Maret musim hujan, sedangkan April- September musim kemarau.

Lhah ini, sudah bulan Mei, masih juga hujan deres. Malahan yang di daerah sungai Bengawan Solo banjir. Ck ck ck,,,

Eike masih syok.

Panas, hujan, hujan, panas lagi,,,

Bikin eike makin krispy saja,,,,krispy kalau nggak gosong mah kagak apa-apa, lhah ini?? Krispy dan gosong. Buseeet.

cy

tugas, presentasi, survei,,dan semuanya,,,


.

Tugas, presentasi, survey,,,dan semuanya menyita waktu,,,sangat,,,

semester 6 eike,,
semester terakhir mendapat tugas besar. setelah semester ini berakhir, berakhir pula masa senang-senang. dimulailah masa berpikir tentang KP dan TA. berakhir sudah 'patner-patner-an', mulailah berpikir dan berjuang untuk diri sendiri.

HAiyahhhhhh,,,,,,


yuk marilah,,,

well,,,i'm back


.

hah,,,
setelah hampir 2 bulan eike hibernasi karena terlalu malas nulis,,,saya kembali lagi,,,
masi dengan kemalasan yang sangat tentang nulis, hanya saja eike ingin segera mengganti tampilan blog ini dengan posting yang kembali "ruli", bukan lagi posting mellow yang sangat amat bukan saya itu,,,
2 bulan waktu yang lama untuk memperoleh pengalaman ui,,,
wkwkwkwkwkwk,,,
baiklah,,,akan eike ceritakan satu2, walaupun nggak akan terlalu panjang, karena seperti yang eike bilang eike malas nulis,,,
1. eike libur 1 bulan kemaren pada akhir januari ampe februari. masuk kembali pada tanggal 1 maret. well, liburan panjang yang terasa amat sangat panjang karena tidak ada SP(Semester Pendek, bukan Surat Puas). kenapa tidak ada??? karena menurut kabar, terjadi perubahan sistem, dari yang mulanya diurus sama jurusan, jadi diurus sama universitas. ketidakberadaan SP membuat ngamuk para mahasiswa senior pada awalnya, mereka membawa perasaan 'kapan lulus?' kapan kawin?' kapan punya kerja?' ampe lumutan bakal di sipil terus kalo nggak ada SP',,,untung saja pihak jurusan segera memberi pengumuman kalo bakal ada SP lagi semester depan dengan beban SKS lebih. Gud gud gud,,,
2. harusnya libur panjang eike manfaatkan dengan kerja sambilan. tapi apa mau dikata, rumah adalah racun kemalasan terindah,,,eike cuma ndekem di rumah, menjabat sebagai master 'isah-isah'(isah-isah=cuci piring).
3. eike sempat ke prambanan. berpetualang ma dinar-best sista ever-kita ge je pake kebaya sebagai simbol kecintaan kami pada kartini dan wanita jawa. walaupun dengan dipadankan dengan celana panjang,,waha

4. seminggu setelahnya eike ke jogja lagi, kali ini bersama geng keluarga, cuma muter2 deket si,,,
5. 2 minggu masuk, libur lagi, ada hari nyepi dengan harpitnas di hari senin, eike pulang solo lagi, dan ke pantai watu karung,,,buset nih pantai indahhhhhhhhhhhhhhhhh bangettttttttt,,,
berangkat jam 8 pagi sampai jam 2 siang. bokong tepos di jok motor. pulang habis sunset. sampai rumah jam 11 malem. capek,,,,tapi puas,,,,,


hmmm,,,,sudah ah,,,

cy

ini dia poto2nya,,,,plus hepi nu year!!!!!!!!!!!!!!!


.

belom semua poto si,,,yang poto narsis belom bisa di upload,,,,jadi nikmati saja 2 poto di bawah ini,,,,auauauauaua


dari kiri ke kanan : mbak vita, BL, Ninong, Eike, ma Armed


narsis dulu di beskem,,,(kondisi prima, belom muntah2)


oughhhhhhhhhhhh,,,,iya eike hampir saja lupa,,,
HAPPY NEW YEAR teman,,,,,,,,,,,,,,,,
hope the best dah,,,
eike nggak punya resolusi apapun untuk di share ke khalayak umum,,,
harapannya si tetep dapat yang terbaik saja di tahun yang baru besok, capai yang harus dicapai, raih yang harus diraih, dapat yang harus didapat. Harus, wajib, dan kudu. Bukan saatnya lagi bersantai-santai, masa depan ditentukan mulai tahun ini...
Tetap fokus dengan tujuan awalmu ruli!!!!(dari ruli masa 2009 untuk ruli masa 2010)

sampai jumpa tahun depan,,,,
cy