Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Selamat Tahun Baru Hijriah,,


.

Hmmmm,,,,saya bingung mau nulis ttg apa,,,

Baiklah,,nulis tentang hal2 yang saya percayai saja,,

Saya percaya bahwa 'Perlu 21 Hari Untuk Memulai Kebiasaan'. Quote itu saya peroleh dari hasil nonton Oprah. Kalau nggak salah episode yang mengulas suatu buku, atau apalah, saya lupa. Yang jelas kalimat itu jadi tertanam dalam otak saya. Kenapa perlu 21 hari? Haha,,saya sendiri juga tak paham. Mungkin penulis quote itu telah mensurvey beberapa orang demi memperkuat keyakinannya. Saya si percaya2 saja. Haha.
Dengan beberapa modifikasi berdasarkan quote itu saya mencoba membuat quote saya sendiri. Yang saya coba yakini. Well, seperti halnya kebiasaan yang perlu 21 hari untuk menjadi kebiasaan, maka 'PDKT pun perlu sekitar 21 hari untuk membuat semuanya bermakna'--bahkan mungkin lebih dari hanya 21 hari--. 21 hari bisa ditetapkan sebagai batas minimal seseorang mulai mengusik kehidupan orang lain. Yang dari mulanya tak terpikir apa2 menjadi tiada hari tanpa memikirkannya. Haha. Lebai pol.
Dengan catatan 21 hari itu harus penuh ketelatenan.

Kepercayaan saya yang lainnya, 'Cinta tumbuh karena ketelatenan'. Sedikit mirip ma 'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino' si,,haha. Tapi kulino tanpa ketelatenan tidak akan membuahkan hasil maksimal kan? Ketelatenan lebih terkait dengan 'adanya usaha'. Sedangkan kulino lebih menekankan kepada 'keadaan'.
Setujukah kalian dengan kepercayaan2 saya di atas?
Haha,,
Setuju sajalah,,

oy,, hepi new year teman,,,

cy

pink,,,,


.

Tau warna merah jambu???
Pink???Wooooaaa,,,sudah pastilah tau,,warna cinta. Warna pink selalu identik dengan suasana hari valentine. Dimana-mana serba pink. Serba merah jambu. Selain diidentikkan dengan warna cinta, warna pink juga merupakan warna yang selalu ditarik hubungan dengan feminisme. Serba wanita. Karena warna pink adalah warna wanitalah sehingga dijadikan warna cinta. Karena wanita lebih sering melankonis jika menyangkut cinta. Pria memakai sesuatu serba pink akan langsung dicap negative. Pria ganjen. Atau yang lebih halus,,pria metrosexual.Merah jambu itu sebutan dalam Bahasa Indonesia.
Pink Bahasa Inggris-nya.
Kalau Bahasa Jawa-nya??
Taukah kalian????
Yup,,,betul sekali,,,,
Jambon.
J.A.M.B.O.N.Eike pikir-pikir, kok ada sesuatu yang mengganjal yah,,
Ada yang aneh dengan pelafalan kata ‘jambon’ itu. Darimana orang Jawa bisa mendapatkan kata itu sebagai penggambaran warna pink?? Bukankah ‘jambon’ sedikit mirip dengan ‘jamban’.
Dan bukankah jamban itu tempat kita buang hajat? Trus kenapa warna wanita dan cinta tega-teganya diberi nama dengan suatu kata yang bertetangga dengan ‘jamban’.
Wuakakakakaka,,,
G habis pikir.
Atau jangan-jangan ‘jamban’ itu sebenarnya berarti ‘tempat’, tapi berhubung penggunaannya lebih sering untuk ‘tempat buang hajat’ jadi bermakna konotatif. Well, eike mah buta akan sejarah dari kosakata bahasa Indonesia.
Setidaknya sekarang ini kata ‘jambon’ dekat dengan ‘jamban’.
Dan eike saja yang jurang kerjaan menghubungkan ‘jambon’ dengan ‘jamban’.
Haghaghaghag,,,masi geli,,,