Kisah Lumut. Kamu.


.

Selamat datang 2014!!


Sudah dari lama saya ingin menulis tentang kamu. Lumut. Tapi saya sengaja menundanya, saya menunggu, melihat bagaimana kamu selama sekitar 6 bulan bersama saya. Saya review dulu. Pantaskah cerita kita saya share. Tentang bagaimana kita saling dipertemukan.

Kisah Tembok Beton dan Lumut
Tembok beton menemukannya.
Tumbuh tersembunyi di sudut dingin luasan.
Tumbuh dengan sendirinya.
Tanpa peringatan, kurang ajar.
Disaat angin berhembus kencang dan memporakporandakan keadaan, dengan cuek sporanya muncul. Menempel di sudut. TUmbuh perlahan, pelan-pelan mengekspansi tiap m2.
….
Tembok beton jatuh cinta.
Entah siapa yang girang, si tembok beton yang menemukan teman atau lumut yang menemukan tempat nyaman.

Februari 2013
Bertemu karena ketidaksengajaan. Yak, sebagai warga baru ibukota saya mulai mencari komunitas pertemanan, saya butuh sekelompok orang yang bisa menjadi tempat pelarian saya kala bosan dan penat dengan kerjaan. Untunglah kawan SMA saya mengajak naik gunung bersama teman2 kampusnya. Tanpa ajakan dua kali, saya setuju ikut. Sebodo amat kalaupun saya hanya kenal satu orang. Kan bisa kenalan, pikir saya waktu itu.
And you were there. One of his friend.
Nope, saya tidak berpikir apapun. Saya hanya tertarik berteman. Saya bahagia punya mereka. Saya bahagia menjadi bagian dari mereka.
Kamu..
Kata yang lain si tertarik dengan saya. Haha. *narsis*
Tapi semua tau, saya ada dikisah lain, saya masih setia berada dikisah yang lain. Penuh penghormatan, sama sekali tidak ada upaya menikung. Bahkan saat kamu mengungkapkan pun, kami saling berjanji menjadi kawan. Tidak lebih. *tos*

Mei 2013
Kisah yang saya upayakan untuk berhasil nyatanya harus gagal. Saya harus terima kenyataan. Dan entah kenapa beberapa hari setelah nangis darah saya menghubungi kamu. Apa yang menggerakkan saya? Saya juga heran. Pelarian? Sepertinya iya, saya butuh teman. Dan kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Saya butuh pendengar yang baik kala itu.
Mulailah semesta memainkan perannya.
Saling tukar kabar, tukar cerita, sampai akhirnya ada kebutuhan saling mendengarkan. Saya nyaman saat bersama kamu. Lingkungan main, pertemanan, kerjaan, bahkan keluarga kamu kenalkan semua ke saya. Saya bahagia. Berasa menjadi bagian berharga hidup kamu. Sedikit bangga.

Juni 2013
And then you want a commitment.
Yup, I do. Oke, mari kita coba.
Berbekal rasa nyaman dan aman, saya rasa dicintai itu lebih menyenangkan.

November 2013
I’m in love.
Absolutely.
You.
A whole package.
Di bulan inilah saya sadar, sepenuhnya, bahwa saya jatuh cinta padamu. Semuamu. Satu paket. Kepribadian, lingkungan pembentukmu, kenyamanan yang selalu saya rasakan, dan yang pasti rasa aman.
FYI. Saya benci perselingkuhan, sangat, bahkan setitik nila rusak susu sebelanga, saya gampang insecure, saya akui itu. Hal-hal yang sedikit mengarah kesana bisa menjadi bencana. Saya bukan tipe pencemburu, tapi sekalinya saya merasa ada yang tidak beres, saya berinsting. Dan pengalaman pahit membuatnya lebih parah.
Kamu? Insyaallah bukan pribadi seperti itu. Saya menguji cobamu dulu selama hampir 5 bulan sebelum saya benar2 jatuh cinta padamu kan? Haha.

Bismillah.
Semoga kamu yang terbaik yang dipersiapkan Allah untuk saya. Semoga semesta yang berkonspirasi menemukan kita tidak kecewa dengan cerita yang kita tulis. Amin.

Lucu saat sadar bagaimana semesta bekerja sama membuat kita bahagia. Angin memang berhembus meninggalkannya, namun karena angin pula spora lumut datang turut menempel di tembok beton.

Yak. Lunas sudah janji saya untuk bercerita tentang kamu.
Jangan besar kepala ya..^^

cy
Taman Safari ^^

Bahagia itu sederhana, right?


.

Selamat soreee kawan..

Yuk mari share kabar bahagia.

Per-desember saya resmi jadi pegawai tetap. Alhamdulillah. Bakal ada kenaikan gaji..*dikit*. XD
Dengan diangkatnya saya maka ada beberapa keuntungan yang bakal diperoleh. Tunjangan-tunjangan yang dulunya cuman bisa ngiler saat jadi karyawan kontrak sekarang bakal dapet. Bonus akhir tahun pun didepan mata. Ahh..maksudnya akhir tahun 2014 si..kalau untuk tahun ini belum dapet dulu, karena hitungan masa kerja setelah diangkat ke akhir tahunnya kurang dari 3 bulan.
Cih.
Haha, bagaimanapun bersyukur kok..


Sudah hampir setahun saya bekerja. Rasanya kepindahan saya dulu ke ibukota baru kemaren, ehh,,sudah setahun aja.. Lingkungan yang bikin saya betah. Jadinya setahun saya berasa cepat. Teman-teman yang menyenangkan, temen kosan, temen kerja,dan temen maen.Semuanya ada. ^^/

Tiap penat sepulang kerja ada mereka :

Berpose di depan kosan sebelum jalan ke Kebun Raya Bogor..^^
Pasti ada acara ngumpul sebelum kita tidur, sepulang kerja. Entah di kamar siapa. Ketawa-tawa melepas lelah. Menertawakan joke mesum ala kami, menertawakan semua hal biasa yang buat kami luar biasa. Menertawakan ekspresi wajah. Menertawakan semua hal.
Tertawa dengan merekalah yang membuat hari kerja seimbang.
Sayaaaang sama kalian kawaaan!!

 Sekali sebulan kami anak muda sekantor punya ritual ngumpul :

Makan dulu sebelum karokeaaaan..yey
Kalau karokean kami bisa 3 jam..haha
Nampang dulu setelah makan..
Anywhere harus take a pic!!

Di Martabak 65 Pecenongan..
Bahagia kalau sudah ngumpul bareng mereka. Dan kami paling cuman cari tempat makan baru, karokean, atau sekedar ngumpul haha hihi depan kantor.

Itu para anak mudanya kantor, kalau temen sedivisi yang bikin nyaman ini penampakannya :

Pas bosnya rapat, malah poto poto di kebun belakang kantor. Haha

Makan soto dihari ulang tahun.
Kumpul dengan emak-emak dan bapak-bapak, ada yang seumuran satu tapi kelakuan kayak bapak-bapak umur 29 tahun. haha. Walaupun mereka bocor dan menganggap saya lugu dan polos, tapi kerasa kok kalau mereka sayang saya. (''3) muach muach buat mereka.

Yak itu tadi share kabar bahagia dan share poto bahagianya.
Bahagia itu gampang kok. Syukuri setiap moment yang kamu dapat!! *self note*
Terlepas dari seberapa sering kamu mengeluh. Imbangi dengan rasa syukurmu setiap waktu. Allah itu baik. Selalu memberi lingkungan yang baik dimanapun saya berapa. Alhamdulillah.

Selamat soreeee,,saya malam mingguan duluuu, g LDR lagi, xixi
cy





Kabar Terbaru. Apapun itu.


.

Tiba-tiba dihari sabtu yang kurang kerjaan ini saya menengok blog. Baca-baca hal remeh yg dulu pernah saya tulis. Astagah, ternyata posting terakhir blog ini di bulan Oktober 2012. Saya jadi merasa bersalah lama mendiamkannya. 

Alasan mendiamkan sebenarnya cuman satu si.. males nulis. 
Haduh.
Payah yak,, 
Entah kenapa kemampuan menulis saya menurun seiring berjalannya usia. *wakwak, berasa tua*.

Jaman saya SMP dan SMA dulu saya selalu punya kesempatan 'me time' untuk merenung disela sela waktu belajar yang selalu saya gunakan untuk menulis. Nulis tentang apa saja, jaman punya buku harian, saya nulis cinta-cinta monyet. Jaman suka denger radio, saya nulis nulis lirik lagu untuk dihapalkan. Jaman gemar baca cerpen, saya iseng nulis cerpen. Sempet berharap nulis sesuatu yang bagus terus dikirim ke penerbit untuk diterbitkan jadi buku gituuu. Tapi semakin kesini kalau ke toko buku makin banyak aja novel fiktif. Keinginan saya nulis buku jadi surut dengan sendirinya. Soalnya bisanya nulis cuman fiksi. Haha.

Jaman kuliah, haaaahhh,, udah ogah nulis. Palingan blog ini media nulis saya. Itu pun sangat tidak produktif. Tergantung suasana hati. Kalau pas mut-nya dapet, feel-nya dapet, waktu ada,,saya baru deh semangat nulis. 

Terakhir masa kuliah ya dibulan Oktober kemarin. Itu tuh di postingan terakhir. 26 Oktober itu sekitar seminggu setelah saya wisuda. Bahkan cerita wisuda pun enggan saya share. Haha.
Saya malah share tentang kisah percintaan saya. *harap maklum* 8P

Well, untuk update berita mari kita mulai satu persatu.

Pertama tentang kisah percintaan nih.
Kisah angin dan tembok beton sudah berakhir. Kami memutuskan berpisah. Well, sejujurnya angin yang memutuskan berpisah. Si tembok beton si awalnya masih ingin mencoba membuka pintu dan jendelanya, membiarkan angin berhembus kemana pun tanpa berspekulasi apapun. Tapi apa daya jarak kami terlalu jauh untuk bersinggungan. Tembok beton yang teracuni cemburu, angin yang maunya dipercaya tanpa mau berusaha akhirnya gagal, kalah oleh jarak. 

Haha. Jadi disinilah saya. Bersyukur tiap harinya bisa dipisahkan dengan angin oleh Yang Maha Kuasa. Setelah mewek selama seminggu saya mencoba move on. Bahwa ada yang lebih baik menanti saya di masa depan. Ada cerita yang lebih baik yang dipersiapkan olehNya. Dengan cepatnya saya move on. 
Didukung dengan jarak serta lingkungan pertemanan saya yang sangat mendukung, kurang dari sebulan saya move on. Ternyata gampang. Tidak sesulit bayangan saya sebelumnya. *joget joget*

Kedua,
Jarak yang memisahkan angin dan tembok beton itu benar-benar jarak. Jarak dalam artian denotatif. Semenjak Januari saya bekerja di ibukota. Dengan amat berat hati saya mengakui kalau saya satu dari sekian masyarakat pengikut urbanisasi. Hadeh. Jadi penghuni Jakarta dengan segala dukanya kalau ingin mudik. 8(

Ketiga,
Saya itu dewi move on. Jadi setelah benar-benar move on, saya menemukan tempat singgah lagi. Tempat untuk memulai komitmen baru. Kali ini insyaallah menuju tujuan yang jelas. Menuju titik yang sama. Bismillah.

'Memahami' orang itu tidak mudah.
'Mulai memahami' orang itu lah yang mudah. 
Dan yang kita perlukan ditiap hubungan komitmen adalah
"Kerelaan Memahami Setiap Harinya'. 

Sesimpel itu. 
Memahami kemudian lanjut menghargai. Karena tiap orang butuh pemahaman berbeda. 
Saya butuh orang yang tidak pernah lelah memahami saya, segalanya dari saya. Bukan orang yang mudah menyerah, dan kalah karena jarak, karena orang ketiga, karena lelah, karena 'no more butterfly in his stomach' dan karena karena yang lain.

Because you can create your own butterfly in your stomach with a simple reason.
Itulah cinta.
Mungkin.

Sekian update dari saya, update yang bercampur curhat dikitttt.. XD
Saya ingin berjanji untuk produktif mulai sekarang. Karena sebenarnya banyak hal dalam keseharian saya yang ingin saya bagikan. Apalagi hal-hal bermanfaat. Tapi saya takut berjanji kawan. Takut tidak terpenuhi. Doakan saja saya punya mut, punya feel yang tepat untuk nulis yak. 

cy