7th APTE--Indonesia 2010


.


Haghaghag,,,

And this is the end of this conference,,,

The Seventh Asia Pacific Conference on Transportation and The Environment (7th APTE).

Wakakakakak,,,ditutup dengan field trip to Ambarawa railtrain museum and Borobudur temple.

Konferensi ini diadakan dalam lingkup se-Asia Pasifik. Paparan mengenai transportasi, salah satu bidang dalam ilmu Teknik Sipil. Dihadiri oleh pemakalah-pemakalah yang mempresentasikan studi kasusnya untuk menerima semacam penghormatan. Bukan untuk dilombakan seperti halnya FSTPT(Forum Studi Transportasi tingkat Perguruan Tinggi). Bukan berhadiah uang tetapi nama baik. Dan kenapa Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah adalah karena keterlibatan Pak Bagus (dosen eike) selaku ketua pelaksananya yang menawarkan Indonesia sebagai tuan rumah kepada dosen beliau yang merupakan professor dari Singapura (Pak Bagus meneruskan S2 dan S3-nya di Negara tersebut).

Well, seperti itulah.

Mari saya ceritakan keterlibatan eike dalam konferensi ini… Awalnya si eike kagak tahu apa-apa mengenai APTE ini, eike hanya ditawari Komting (komandan tingkatan)—Akbar, agar saya membantu sekretariat untuk menulis sesuatu yang berhubungan dengan bahasa inggris. Karena eike cukup bisa menjadi pendengar yang baik, eike terima saja tawaran itu, mumpung ditawari, sambar saja tiap kesempatan. Nah, ternyata yang eike bantu itu adalah ke-sekretariat-an APTE. Jadi disinilah saya.

Tanggal 2 Juni hari Rabu adalah ulang tahun eike. Dihari itu kami (para panitia) melakukan gladi bersih di hotel Patra Jasa Semarang. Dari jam 4 sampai menginap. Waha. Sebelum berangkat ke hotel, eike ma Nela mampir dulu ke Gramedia membeli MMJ(Marmut Merah Jambu)—bukunya Raditya Dika yang terbaru. Keluar dari Gramed kami mengambil arah ke jalan Gajah Mada. Dan dengan bodoh dan lugunya eike belok kanan. Padahal eike dah liat ada tanda kanan coret. Gara-gara hasutan Nela yang menyakinkan bahwa ambil kanan aman. Haiyaaaa,,,kami ditilang dengan suksesnya. Sim eike ditahan. Sidang tanggal 18 Juni ntar,,,,hraugh hraugh,,,emak,,mana sidangnya di daerah Krapyak lagi,,,jauh amat (T.T)

Jam 9 malem, persiapan bidang sekretariat masih ribet dan belum pada beres, jadi terpaksa kami menginap. Eike mah pulang dulu karena jas almamater eike masih di rumah. Sebelum pulang, eike di tarik ke kolam renang, diangkut tangan dan kaki, diayun hendak dilempar ke kolam renang. Para pemegang kaki dan tangan eike berhitung, 1…..2…..ti……..nap,,,sebelum hitungan ketiga selesai, pemegang kaki eike melepas pegangannya. Eike terjatuh dipinggir kolam menghantam beton. Bokong eike sakit. Sial. Karena kasihan, eike kagak jadi dilempar, tapi dicemplungin air pelan-pelan, penuh kelembutan. Persis kayak nyelupin teh celup. Woaaaaahhh,,,,hwasem tenan,,,,jadilah saya basah kuyup sekuyup-kuyup-nya.

Eike pulang kedinginan. Mandi. Dan balik lagi ke hotel. Para panitia mahasiswa (25 anak) disewakan satu kamar sebagai basecamp dan tempat menginap. Hanya satu kamar. Seukuran 3 x 4 yang terisi 2 single bed. Jadinya kami tidur kayak ikan pindang dijejer. Jam 23.30-an, saat eike ma Nurma(didaulat sebagai MC) bersantai ria disofa, naas karena tidak mendapat tempat dikamar, Putu dan Hasmi mengajak putar-putar Semarang nyaci toko yang buka untuk beli buku tamu,,,haihhh,,,dari Semarang atas-bawah-barat-selatan yang buka cuman Indomart dan Alfamart thok. Dan mereka nggak jualan buku tamu. Huk. Eike ma Nurma mah cuman memanfaatkan mobil untuk tidur. Waha.

Hari pertama berjalan cukup lancar. Walaupun kendala bahasa sangat amat terasa. Ada seorang participant yang tidak bisa bahasa Inggris. Beliau berasal dari Cina kalo nggak salah. Namanya Chenggang atau siapa gitu,,,. Lie hendrie yang notabene satu rumpun dan bisa bahasa mandarin pasif saja angkat tangan apalagi kami. Aqirnya beliau menyeret seorang temannya yang bisa berbahasa Inggris untuk menbantu. Syukurlah.

Mr. chenggang ini membayar dengan dolar. Total beliau membayar US $ 500. Hahhhhhh,,,,,5 lembar dolar senilai US $ 100. Bersih licin dan wangi,,,,bau dolar,,,pegang dolar,,,,5 juta,,,,hore!!

Waha,,,kita katrok sekali, pegang dolar saja bangga.

Semoga dikemudian hari gaji kami dolar,,,amin. @.@

Hari kedua sangat lancar. Kami mulai terbiasa. Jadi tak ada kesulitan yang berarti.

Nah untuk rangkaian terakhir yaitu field trip, akan eike post selanjutnya, kali itu akan disertai dengan poto-potonya,,,,wokeeeeehhhh,,,

Eike mau tiduuuuuuuuuuuuuuuuuurrr,,,buset, capek puollll!!!!

cy

pink,,,,


.

Tau warna merah jambu???
Pink???Wooooaaa,,,sudah pastilah tau,,warna cinta. Warna pink selalu identik dengan suasana hari valentine. Dimana-mana serba pink. Serba merah jambu. Selain diidentikkan dengan warna cinta, warna pink juga merupakan warna yang selalu ditarik hubungan dengan feminisme. Serba wanita. Karena warna pink adalah warna wanitalah sehingga dijadikan warna cinta. Karena wanita lebih sering melankonis jika menyangkut cinta. Pria memakai sesuatu serba pink akan langsung dicap negative. Pria ganjen. Atau yang lebih halus,,pria metrosexual.Merah jambu itu sebutan dalam Bahasa Indonesia.
Pink Bahasa Inggris-nya.
Kalau Bahasa Jawa-nya??
Taukah kalian????
Yup,,,betul sekali,,,,
Jambon.
J.A.M.B.O.N.Eike pikir-pikir, kok ada sesuatu yang mengganjal yah,,
Ada yang aneh dengan pelafalan kata ‘jambon’ itu. Darimana orang Jawa bisa mendapatkan kata itu sebagai penggambaran warna pink?? Bukankah ‘jambon’ sedikit mirip dengan ‘jamban’.
Dan bukankah jamban itu tempat kita buang hajat? Trus kenapa warna wanita dan cinta tega-teganya diberi nama dengan suatu kata yang bertetangga dengan ‘jamban’.
Wuakakakakaka,,,
G habis pikir.
Atau jangan-jangan ‘jamban’ itu sebenarnya berarti ‘tempat’, tapi berhubung penggunaannya lebih sering untuk ‘tempat buang hajat’ jadi bermakna konotatif. Well, eike mah buta akan sejarah dari kosakata bahasa Indonesia.
Setidaknya sekarang ini kata ‘jambon’ dekat dengan ‘jamban’.
Dan eike saja yang jurang kerjaan menghubungkan ‘jambon’ dengan ‘jamban’.
Haghaghaghag,,,masi geli,,,

Syok Cuaca,,,


.


Hari ini eike sukses mengalami shocking weather. Hwasem berat!!!!!

Begini ceritanya :

Jam 11 siang eike disms ma komting (komandan angkatan 2007 eike) yang isinya “ rul, ternyata kita tetep butuh sekretaris, km bs nggak?”

Dan saya dengan baik hatinya menyanggupi. Eike sendiri juga belum terlalu jelas mengenai pekerjaan yang bakal eike lakukan. Prinsip eike, tiap ada kesempatan, samber saja. Pikir nanti.

(dan sekarang merasa sedikit bodoh, karena tugas eike jadi buanyak puol,,=.=’)

Mbak Asri lah nama sang pembimbing eike. Nah, demi bertemu dengan dialah saya rela naik ke Tembalang. Walaupun nggak ada urusan apa-apa selain menemuinya. Aqirnya dengan penuh rasa tanggung jawab eike naik. Jam 1 siang. Keadaan Semarang panas membara. Keringat eike sampai menetes-netes saking hot-nya. Eike siap sedia dengan semua peralatan pencegah kehitaman eike. Takutnya eike akan gosong dengan sempurna, dan mengembang terlihat nikmat, ups, itu mah roti, waha.

Tanjakan demi tanjakan eike lalui dengan gagah berani, kemudian, sesampainya di tanjakan gombel, mendung tiba-tiba datang, dan tanpa dinyana, hujan turun, gerimis sih,,tapi tetap saja eike basah pas nyampai kampus. Hah.

Setelah urusan dengan mbak Asri selesai, eike berniat langsung pulang ke bawah(sebagai informasi bagi yang belum tahu, rumah eike di bawah itu : di sekitar Smpang Lima Semarang, Seroja tepatnya)

Tapi niat hanya menjadi niat, hujan turun dengan derasnya. Eike terjebak di kampus. Doing nothing. Dan hanya melongo memandangi rintik hujan yang nggak juga reda. Sampai sekitar jam 2, tinggal gerimis mengundang. Eike mantap menerjangnya. Keluar parkiran kampus dengan jumawa, halah, cuman grimis oq, palingan di bawah nggak hujan (informasi dari sms bulik eike yang bilang kalo bawah nggak hujan).

Eh, tiba2 mak bedhundhuk, hujan deres buanget pas eike baru nyampe jalan dibawah tol, buset dah, eike segera ngebut ke indomart terdekat. Ngiyup ( baca: berteduh).

Nggak cuman eike yang berpikiran untuk menunggu hujan di sana. Setelah kedatangan eike yang hampir basah, ternyata muncul berbondong-bondong motor lain yang memanfaatkan indomart untuk ngiyup.waha

Hamper setengah jam di sana, hujan mulai reda. Eike pulang masih ditemani rintikan hujan. Baju=celana eike basah. Walaupun nggak sampai kuyup.

Turun tanjakan gombel, tiba2 ada mobil belok dari arah berlawanan, hendak berputar kea rah searah ma eike. Eike yang dari tanjakan ngebut, ngerem dengan mendadak. Asi (ini makian lhoh,,,waha) bener tu mobil, roda motor eike sampai meliuk-liuk nggak jelas, hamper selip. Untung eike kagak jatoh. Kalau sampai kejadian, hiii,eike nggak berani membayangkan. Pasti eike bakal ditabrak juga ma mobil di belakang eike. Fiuh. Thank God.

Dari gombel motor eike merayap terhadang macet. Sampai di Kali Wiru, eike shock. Jalanan kering. Kering kerontang. Serasa mengejek hujan deras yang eike alami di atas. Inaaaaang, masi juga satu kota, tapi antara Semarang bawah dan Semarang atas beda cuacanya bikin badan panas dingin.

Haiyahhhh,,,

Inikah akibat global warming?

Setau eike dulu pas SD kalau ngapalin musim hujan dan musim kemarau itu OM dan AS.

Oktober-Maret musim hujan, sedangkan April- September musim kemarau.

Lhah ini, sudah bulan Mei, masih juga hujan deres. Malahan yang di daerah sungai Bengawan Solo banjir. Ck ck ck,,,

Eike masih syok.

Panas, hujan, hujan, panas lagi,,,

Bikin eike makin krispy saja,,,,krispy kalau nggak gosong mah kagak apa-apa, lhah ini?? Krispy dan gosong. Buseeet.

cy